Rupiah Terlemah Sepanjang Masa – Dolar AS Kini Tembus Rp17.490

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
petugas-menunjukkan-uang-pecahan-dolar-as-dan-rupiah-di-gerai-penukaran-mata-uang-asing-di-tempat-penukaran-uang-pt-ayu-masagu-4_169

Rupiah Terlemah Sepanjang Masa – Dolar AS Kini Tembus Rp17.490

Dailynesia.com – Mata uang Rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS pada hari Selasa (12/5/2026), mencatatkan level terendah sepanjang masa sebesar Rp17.490 per dolar. Data Refinitiv menunjukkan bahwa rupiah ditutup di level tersebut, menurun 0,49% dari hari sebelumnya. Ini menandai pergerakan terparah dalam sejarah nilai tukar Rupiah, yang sebelumnya tercatat sepanjang masa di level Rp17.490.

Pemicu Penurunan Rupiah

Pelemahan Rupiah ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, ketidakstabilan pasar akibat konflik di Timur Tengah semakin memperkuat tekanan terhadap mata uang lokal. Konflik tersebut mengakibatkan kenaikan harga minyak mentah, yang berdampak langsung pada inflasi dan menurunkan daya beli Rupiah. Selain itu, kebijakan moneter AS yang ketat, termasuk peningkatan suku bunga, membuat dolar tetap menjadi pilihan utama para investor yang mencari keamanan aset.

Di tingkat domestik, tekanan pada Rupiah terasa karena permintaan dolar yang meningkat. Hal ini terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri, penerimaan dividen dari saham asing, serta kebutuhan biaya ibadah haji. Dari sisi pasar, pelemahan Rupiah juga terkait dengan likuiditas yang kurang di sektor ekspor dan kebijakan pemerintah yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. “Rupiah Terlemah Sepanjang Masa karena kombinasi antara kecemasan pasar global dan ketergantungan pada faktor musiman,” ungkap Destry Damayanti, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia.

Pelaku Pasar dan Respons Eksternal

Pada awal perdagangan, Rupiah langsung melemah ke Rp17.480 per dolar, sebelum mencapai titik terendah intraday di Rp17.525/US$. Pelemahan ini juga tercatat dalam indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,29% ke 98,236. Meski nilai tukar Rupiah kembali sedikit membaik di akhir sesi, tren penurunan tetap berlanjut. Pergerakan Rupiah yang mencerminkan Rupiah Terlemah Sepanjang Masa ini menjadi sorotan para analis, yang memperingatkan potensi tekanan lebih lanjut jika kondisi eksternal tidak membaik.

Kebijakan pasar global juga berdampak besar terhadap Rupiah. Dengan kecenderungan pasar yang mengalihkan investasi ke aset berisiko lebih rendah, dolar AS tetap menjadi pilihan utama. Sementara itu, ekonomi negara-negara tetangga yang mengalami kenaikan ekspor berdampak negatif pada nilai tukar Rupiah. “Rupiah Terlemah Sepanjang Masa ini menggarisbawahi risiko terhadap perdagangan Indonesia,” jelas ekonom yang tidak disebutkan nama lengkap.

Langkah Pemerintah dan BI untuk Stabilkan Rupiah

Bank Indonesia (BI) telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Deputi Senior Gubernur Destry Damayanti menyatakan bahwa BI akan melakukan intervensi di berbagai pasar, seperti spot, DNDF, dan NDF, untuk menstabilkan kondisi. “Rupiah Terlemah Sepanjang Masa menjadi momentum untuk BI lebih proaktif dalam mengurangi tekanan,” lanjut Destry.

Pemerintah juga menunjukkan dukungan terhadap upaya BI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya akan menyuntikkan dana stabilisasi obligasi (BSF) ke pasar surat berharga. “Rupiah Terlemah Sepanjang Masa membutuhkan langkah-langkah ekstra dari pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta.

Kebijakan tersebut diharapkan bisa mendorong peningkatan likuiditas dan mengurangi tekanan terhadap Rupiah. BI juga memperkirakan bahwa tekanan musiman akan mereda seiring berakhirnya bulan paling sibuk dalam aktivitas ekonomi. Namun, jangka panjang, stabilisasi Rupiah akan bergantung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter yang lebih efektif.

Dalam situasi ini, pemerintah dan BI berupaya untuk mengimbangi antara kebutuhan stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi. Dengan Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, pasangan rupiah-dolar juga menjadi salah satu pasangan mata uang yang paling dinamis dalam beberapa bulan terakhir. Dinamika ini menarik perhatian para pelaku pasar, termasuk institusi keuangan internasional, yang mengawasi langkah-langkah stabilisasi yang diambil oleh pihak terkait.

MORE FROM THIS CATEGORY