Video: Jurus Investasi MI Saat Sentimen Negatif Hantui IHSG & Rupiah

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
jurus-investasi-mi-saat-perang-penilaian-msci-masih-hantui-ihsg-rupiah-1779770458998_169

New Policy Mengubah Dinamika Pasar Keuangan Indonesia

Dailynesia.com – Kebijakan baru yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu telah memicu perubahan signifikan dalam strategi investasi, khususnya dalam kondisi pasar yang terus berfluktuasi. Kebijakan ini, yang dikenal sebagai New Policy, bertujuan untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan memperbaiki kondisi mata uang rupiah yang terpukul oleh tekanan eksternal. Dalam wawancara terbaru, Dimas Yusuf, Investment Director Sucor Asset Management, menjelaskan bahwa perubahan ini memberikan harapan baru bagi investor yang menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika domestik yang berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

Konteks Pasar: Tekanan Eksternal dan Internal

Kebijakan New Policy ditemukan dalam lingkungan pasar keuangan global yang tidak stabil. Ketidakpastian dari perang dagang, kenaikan suku bunga, dan pergeseran aliran investasi internasional masih menjadi faktor utama yang memengaruhi IHSG. Selain itu, dinamika dalam negeri seperti inflasi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia juga memperkuat tekanan pada rupiah. Dimas Yusuf menegaskan bahwa meski sentimen negatif masih menghantui pasar, New Policy memberikan peluang untuk mengalihkan fokus ke sektor-sektor yang lebih tahan banting.

Salah satu dampak utama dari New Policy adalah pengaruhnya pada struktur alokasi dana investor. Dimas Yusuf menyoroti bahwa kebijakan ini mengubah dinamika perekonomian, terutama dalam menyasar sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. “New Policy memberikan sinyal positif bahwa pemerintah sedang berupaya untuk memperbaiki kinerja pasar, termasuk meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah dan saham-saham blue chip,” jelasnya dalam wawancara dengan Shania Alatas. Dengan adanya kebijakan ini, investor diharapkan dapat memanfaatkan peluang di pasar modal Indonesia meski tetap memantau risiko yang ada.

“New Policy merupakan langkah strategis untuk menciptakan kepercayaan pasar, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti. Ini membuka ruang bagi investor untuk mulai mengalihkan dana ke sektor-sektor yang lebih stabil,”

kata Dimas Yusuf dalam Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Strategi Investasi MI: Penyesuaian dan Peluang

Strategi investasi MI (Manajemen Investasi) saat ini mengalami penyesuaian untuk menyesuaikan dengan kebijakan New Policy. Dimas Yusuf menekankan bahwa investor perlu lebih selektif dalam memilih aset, terutama dalam kondisi pasar yang sedang melalui fase koreksi. “New Policy memberikan kejelasan bahwa pemerintah sedang memperkuat dukungan terhadap sektor-sektor kunci, seperti infrastruktur dan energi terbarukan,” tambahnya. Hal ini memungkinkan pengalihan dana ke aset yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih baik di tengah tekanan inflasi dan perubahan suku bunga global.

Selain fokus pada obligasi, MI juga menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan. “New Policy menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi investasi jangka menengah, terutama untuk sektor-sektor yang mampu menyerap dana asing secara signifikan,” ujar Dimas Yusuf. Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko volatilitas, termasuk memperhatikan aset tak terkait langsung dengan IHSG, seperti emas dan mata uang asing.

Kemungkinan Dampak Jangka Panjang New Policy

Pasangan New Policy diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang pada perekonomian Indonesia, terutama dalam menstabilkan IHSG dan nilai tukar rupiah. Dalam wawancara tersebut, Dimas Yusuf mengungkapkan bahwa kebijakan ini memberikan ruang bagi investor untuk melakukan rencana jangka panjang, seperti membeli aset yang diperkirakan memiliki pertumbuhan stabil. “New Policy memberikan kejelasan bahwa pemerintah sedang bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi pasar, termasuk memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan internasional,” terangnya. Ini menunjukkan komitmen untuk menarik investasi asing yang selama ini terhambat oleh ketidakpastian.

Adapun risiko yang masih ada, Dimas Yusuf menyarankan investor untuk tetap memantau pergerakan politik dan ekonomi global. “Meski New Policy memberikan harapan, kita masih harus siap dengan langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi perubahan pasar yang tidak terduga,” tutupnya. Dengan demikian, kebijakan New Policy bukan hanya sebagai alat stabilisasi, tetapi juga sebagai peluang untuk menyesuaikan strategi investasi dalam jangka menengah hingga panjang. Keberhasilan kebijakan ini akan bergantung pada kemampuan regulator dan BEI untuk mengimplementasikannya secara konsisten dan efektif.

MORE FROM THIS CATEGORY