Kebiasaan Warga RI yang Kelihatannya Keren, Ternyata Bikin Miskin!

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
lo-kheng-hong-4_169

New Policy: Kebiasaan Warga RI yang Kelihatannya Keren, Ternyata Bikin Miskin!

Dailynesia.com – Kebiasaan menyisihkan uang untuk tabungan yang dianggap baik oleh banyak orang, justru menjadi konsep yang diperdebatkan oleh investor tangguh Lo Kheng Hong. Dalam New Policy, ia menyoroti bahwa kebiasaan ini bisa membuat masyarakat Indonesia kehilangan keuntungan jangka panjang. Di bawah pengaruh New Policy, Lo menekankan pentingnya mengubah cara berpikir tentang tabungan dan investasi untuk menciptakan kekayaan yang lebih cepat.

Penyebab Kehilangan Nilai Uang

Menurut Lo, New Policy mengingatkan bahwa menyimpan uang di bank berisiko mengurangi nilai uang karena inflasi yang terus meningkat. “New Policy mengajarkan kita bahwa tabungan di bank hanya membuat kita miskin secara perlahan karena uang kita tergerus nilai,”

“New Policy mengajarkan bahwa tabungan di bank hanya menggerus nilai uang karena inflasi yang terus meningkat.”

ujarnya dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) pada 30 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa bunga yang diberikan oleh bank sering kali tidak mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa.

Lo juga menyoroti bahwa banyak warga RI masih terjebak dalam kebiasaan yang tidak menguntungkan. Ia mengatakan bahwa New Policy memberikan solusi dengan mendorong masyarakat untuk memahami manfaat investasi saham dan aset lainnya. “New Policy menekankan bahwa uang yang hanya dijaga di bank tidak cukup untuk mencapai kesejahteraan ekonomi jangka panjang,” tambah Lo.

Strategi Mempelajari Laporan Keuangan

Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang teliti. Menurut New Policy, kuncinya adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan secara mendalam sebelum memutuskan membeli saham. “Dengan New Policy, kita bisa menghindari kesalahan investasi yang disebabkan oleh ketidaktahuan,” katanya. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan investasi adalah langkah penting untuk memperoleh keuntungan.

Dalam perjalanan suksesnya, Lo menjual saham UNTR dan INKP dengan keuntungan hingga 5.900% dan 900% berturut-turut. New Policy mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya karena kemampuan meneliti data, tetapi juga karena kesabaran dan pengendalian emosi. “New Policy mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi,” ujarnya.

Kisah Lo juga menjadi contoh bagaimana New Policy bisa mengubah pola pikir masyarakat. Ia mengatakan bahwa sejak 1998, saat membeli saham UNTR di tengah krisis ekonomi, ia sudah menerapkan prinsip New Policy. “Saham yang dibeli saat kondisi ekonomi sulit, ternyata memberi keuntungan besar berkat New Policy,” tambah Lo.

Analisis Penerapan New Policy di RI

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa New Policy mulai berdampak pada kebiasaan masyarakat Indonesia. Sebagian besar warga RI masih mengutamakan tabungan, tetapi New Policy mendorong pergeseran ke arah investasi aktif. “New Policy mengubah cara kita mengelola uang dari simpanan pasif menjadi alat yang bisa menghasilkan,” jelas Lo.

Menurut data yang diungkapkan, hanya sekitar 1% penduduk Indonesia yang aktif berinvestasi saham. New Policy menawarkan pendekatan baru untuk meningkatkan angka tersebut. “Dengan New Policy, kita bisa memahami bahwa uang yang tidak bergerak justru berkurang nilainya,” tambah Lo. Ia menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan seperti UNTR dan INKP menjadi contoh nyata keberhasilan New Policy.

Lo juga meminta masyarakat untuk tidak tergoda oleh aset tradisional seperti emas. Dalam New Policy, emas dinilai tidak cukup menguntungkan karena imbal hasilnya yang rendah. “New Policy mendorong kita untuk fokus pada aset yang memberi pertumbuhan cepat, seperti saham,” kata Lo. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran dan pengamatan pasar adalah langkah penting untuk mengikuti New Policy secara efektif.

Dalam kesimpulan, New Policy memberikan panduan yang relevan untuk mengubah kebiasaan tabungan menjadi strategi investasi. Dengan menilai keuntungan dari saham dan mengelola emosi, masyarakat Indonesia bisa mencapai kesejahteraan finansial yang lebih cepat. Lo Kheng Hong, sebagai salah satu penganut New Policy, berharap pola ini bisa diadopsi lebih luas.

MORE FROM THIS CATEGORY