Fundamental Kuat, Pendapatan Telkom Tembus Rp37,2 T di Kuartal I-2026

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
gedung-telkom_169

New Policy Mendorong Pendapatan Telkom Tembus Rp37,2 T di Kuartal I-2026

Dailynesia.com – Di tengah dinamika pasar yang terus berubah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada kuartal pertama 2026. New Policy yang diterapkan sebagai strategi utama perusahaan berhasil mendorong peningkatan kinerja bisnis, dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp37,2 triliun, naik 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi makro, perusahaan tetap menjaga stabilitas operasional dan mempercepat implementasi strategi TLKM 30 untuk menciptakan nilai optimal.

EBITDA Telkom pada kuartal I-2026 mencapai Rp18,0 triliun dengan margin sebesar 48,3%, sedangkan laba bersih mencapai Rp4,3 triliun atau 11,7% margin. Namun, laba bersih yang dinormalisasi meningkat menjadi Rp5,1 triliun atau 13,8%, yang mencerminkan efektivitas New Policy dalam mengoptimalkan performa bisnis. Penurunan laba bersih yang terjadi di kuartal I-2026 disebabkan oleh dampak percepatan depresiasi dan normalisasi proses transformasi, tetapi kondisi ini dianggap sementara dan tidak mengganggu keberlanjutan operasional perusahaan.

Arus kas operasional Telkom juga tumbuh 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp17,3 triliun, didukung oleh efektivitas program TOTEX serta peningkatan disiplin penagihan. New Policy menjadi pendorong utama dalam efisiensi biaya dan penguatan ekosistem layanan digital. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa perusahaan akan terus mengoptimalkan pelaksanaan strategi ini guna meningkatkan kapasitas pasar dan memperkuat pertumbuhan jangka panjang.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa New Policy berhasil mempercepat proses transformasi TelkomGroup. Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, serta industri telekomunikasi secara keseluruhan,” tutur Dian dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Pertumbuhan Strategis di Sektor Layanan Konsumen

Dalam sektor layanan konsumen (B2C), Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp27,6 triliun atau naik 1,3% YoY. New Policy turut berkontribusi pada peningkatan ini melalui inisiatif penguatan layanan digital yang terukur. Payload data juga mengalami kenaikan 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena perusahaan terus memperluas infrastruktur dan meningkatkan kualitas jaringan.

Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendorong peningkatan ARPU (Average Revenue Per User) menjadi Rp45.100, naik 6,4% YoY. Penurunan penagihan kredit yang diakui juga berkontribusi pada stabilitas keuangan. New Policy diterapkan sebagai landasan untuk memperkuat loyalitas pelanggan dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan. Telkomsel, sebagai bagian dari TelkomGroup, terus fokus pada inovasi layanan digital lifestyle yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dian Siswarini menegaskan bahwa industri telekomunikasi masih memiliki prospek yang positif karena akses internet dan konektivitas menjadi kebutuhan utama. New Policy telah menciptakan fondasi kuat untuk mengejar pertumbuhan pasar yang terus berkembang. Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan mitra strategis dalam menyelesaikan tantangan infrastruktur dan meningkatkan efisiensi operasional.

Penguatan Infrastruktur untuk Mendukung Pertumbuhan B2B

Sektor B2B Infrastructure Telkom mencatatkan pendapatan Rp2,4 triliun atau kenaikan 6,8% YoY. New Policy menjadi penggerak utama dalam ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT), yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan. Mitratel, operator jaringan menara, mencatatkan pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4% dibandingkan kuartal I-2025, dengan margin EBITDA yang stabil di 82,7%.

Peningkatan ekspansi jaringan fiber optik sebesar 1.080 km dalam kuartal I-2026 menjadikan total kepemilikan jaringan mencapai 58.279 km. New Policy berperan dalam penguatan strategi perusahaan untuk menjadi penyedia menara generasi berikutnya yang terintegrasi. Mitratel juga memperkuat posisi sebagai pengelola infrastruktur yang berkelanjutan, dengan fokus pada efisiensi biaya dan keandalan layanan.

Komitmen New Policy terus dijalankan untuk memastikan Telkom dapat menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang berubah. Dengan mengoptimalkan investasi dan strategi transformasi, perusahaan berupaya menjaga daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Kinerja kuartal I-2026 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mencapai target pertumbuhan, sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk masa depan yang lebih cerah.

MORE FROM THIS CATEGORY