Emiten Raffi-Nagita (RANS) Resmi Melantai di Bursa, Implementasi New Policy Berhasil Diwujudkan
Dailynesia.com – Sejumlah perusahaan di Indonesia mulai menerapkan New Policy dalam upaya meningkatkan transparansi dan profesionalisme di pasar modal. Salah satu contoh terbaru adalah PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), yang dipimpin oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang hari ini, Jumat (10/7/2026), mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), emiten ini menerbitkan 2.525 juta saham, atau 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp170 per lembar. Total dana yang terkumpul mencapai Rp429,25 miliar, menjadi bukti konkret keberhasilan New Policy dalam mengubah model bisnis kreatif menjadi investasi berbasis keuangan.
Transparansi dan Pertumbuhan Berkelanjutan dalam New Policy
Dalam sesi perdagangan awal, harga saham RANS tercatat naik hingga Rp228 per lembar, memberikan kenaikan 34,12% dibandingkan harga penawaran. Ini menjadi langkah penting sebagai implementasi New Policy yang mendorong perusahaan dari sektor kreatif untuk mengambil jalur bisnis profesional. Nagita Slavina, Direktur Utama RANS, mengungkapkan bahwa perusahaan ini berkomitmen untuk membangun ekosistem yang lebih akuntabel dan memberi nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
“Indonesia memiliki potensi talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan selanjutnya adalah mengubah ide-ide tersebut menjadi aset intelektual, perusahaan yang beroperasi secara profesional, serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap RANS menjadi contoh nyata bahwa hal ini dapat tercapai melalui New Policy,” tutur Nagita Slavina saat upacara pencatatan saham di Gedung BEI, Jakarta.
Raffi Ahmad, pendiri RANS, menambahkan bahwa New Policy menjadi fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang lebih transparan dan bertanggung jawab. “IPO ini memastikan kami tumbuh dengan standar lebih tinggi, lebih transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia,” katanya. “Kepercayaan publik adalah amanah yang akan kami jaga melalui manajemen yang baik dan pertumbuhan berkelanjutan.”
Strategi Alokasi Dana Sesuai New Policy
Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk berbagai proyek strategis yang sejalan dengan New Policy dalam mengembangkan bisnis. Sebesar Rp161,5 miliar atau 37,61% dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, sementara Rp85 miliar (19,80%) digunakan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Selain itu, Rp80 miliar (18,64%) ditujukan untuk pengembangan Cipungland, wahana edukasi dan hiburan yang akan menjadi bagian dari ekosistem kreatif RANS.
Adapun Rp35 miliar (8,15%) akan digunakan untuk investasi startup berbasis AI bersama PT Feedloop Global Teknologi, dan Rp29,95 miliar (6,98%) untuk pelunasan fasilitas kredit investasi. Sisa dana, sekitar Rp37,8 miliar (8,82%), digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera. Dengan alokasi ini, RANS menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan New Policy ke dalam seluruh aspek operasional dan ekspansi.
Kenaikan harga saham di hari pertama listing mencerminkan antusiasme pasar terhadap transparansi dan strategi tumbuh yang terukur. Analis pasar menyebutkan bahwa New Policy telah mengubah cara publik menilai perusahaan kreatif, dari sekadar media hiburan menjadi investasi yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. RANS menjadi salah satu emiten yang sukses menerapkan kebijakan ini, dengan rencana mengembangkan lebih banyak inisiatif yang berfokus pada keteraturan dan inovasi.
Peluang dan Tantangan di Era New Policy
Dengan melantai di Bursa, RANS membuka akses lebih luas bagi investor lokal dan internasional. Hal ini juga menjadi momentum untuk menguji keberhasilan New Policy dalam memperkuat fondasi keuangan perusahaan dari sektor hiburan. Namun, tantangan seperti manajemen risiko dan pertumbuhan pesaing tidak bisa diabaikan. RANS menargetkan pertumbuhan tahunan hingga 25% melalui pengelolaan dana yang disesuaikan dengan visi New Policy.
Menurut pengamat pasar modal, pelaksanaan New Policy di RANS menunjukkan kesiapan industri kreatif untuk beradaptasi dengan dinamika pasar keuangan. “Perusahaan seperti RANS membuktikan bahwa bisnis kreatif tidak hanya bisa beroperasi secara fleksibel, tetapi juga mampu memenuhi standar profesional yang ditetapkan oleh New Policy,” kata salah satu analis. Ini menjadi langkah awal bagi transformasi industri kreatif Indonesia menjadi bagian dari ekonomi modern dan terstruktur.

