BI dan Bank Negara Malaysia Teken MoU Perkuat Kebijakan Bank Sentral

3 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
bank-negara-malaysia-bnm-dan-bank-indonesia-bi-hari-ini-menandatangani-nota-kesepahaman-nk-untuk-memperdalam-kerangka-kerja-sa-1778474900707_169

Kebijakan Baru: BI dan Bank Negara Malaysia Teken MoU Perkuat Kerja Sama Bank Sentral

Dailynesia.com – Di tengah upaya penguatan ekonomi regional, Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari new policy yang bertujuan memperkaya kerja sama bilateral di sektor keuangan. Kesepakatan ini dilakukan pada hari Senin, 11 Mei 2026, dan menandai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pengambilan keputusan kebijakan bank sentral.

Latar Belakang Kerja Sama

Kemitraan antara BI dan BNM telah terjalin sejak beberapa tahun silam, namun penandatanganan MoU ini menjadi momen penting dalam mengaktifkan new policy yang lebih komprehensif. Kedua lembaga keuangan mengakui tantangan global yang mengubah dinamika pasar keuangan di Asia Tenggara, termasuk tekanan inflasi, volatilitas mata uang, dan risiko kredit. Dengan new policy ini, mereka berupaya menciptakan kerangka kerja sama yang lebih fleksibel dan adaptif.

Sebagai bagian dari new policy, MoU mencakup empat aspek utama: pertukaran data makroekonomi, koordinasi dalam menghadapi risiko sistemik, pengembangan infrastruktur pembayaran digital, dan peningkatan kapasitas teknis. Langkah ini diharapkan meningkatkan respons kebijakan bersama dalam menghadapi perubahan pasar yang dinamis. Selain itu, new policy ini juga mencakup mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan stabilitas finansial nasional dan internasional.

Pengaruh Global dan Regional

Dalam konteks globalisasi yang semakin cepat, new policy ini dianggap sebagai kebijakan luar biasa untuk memperkuat kepercayaan investor. Kedua bank sentral sepakat bahwa kerja sama bilateral ini akan menjadi fondasi bagi integrasi ekonomi ASEAN. “Dengan new policy, kami bisa merespons kebijakan moneter secara lebih efektif dan mengurangi risiko ketidakseimbangan regional,” jelas ekonom senior dari BI.

MoU ini juga mencerminkan komitmen untuk mengutamakan keberlanjutan ekonomi. BNM dan BI akan berbagi pengalaman dalam menerapkan kebijakan makroprudensial, terutama dalam mengelola risiko kepemilikan asing dan tingkat bunga. Di sisi lain, new policy ini juga menekankan pentingnya kebijakan inklusif yang memperhatikan kebutuhan sektor kecil dan menengah, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang keuangan.

Pengembangan infrastruktur pembayaran digital menjadi salah satu fokus utama dalam new policy. Kedua lembaga sepakat untuk mendorong integrasi sistem pembayaran di tingkat regional, termasuk penggunaan teknologi blockchain dan kripto. Dengan demikian, new policy ini tidak hanya mengarah pada stabilitas moneter, tetapi juga mendorong inovasi finansial yang lebih cepat dan transparan.

Peran Pemimpin dalam new policy

Gubernur BNM, Dato’ Abdul Rasheed Ghaffour, menekankan bahwa new policy ini menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam kerja sama kebijakan moneter. “MoU ini memberikan fondasi untuk kolaborasi di berbagai sektor keuangan, termasuk dalam mengelola krisis ekonomi dan meningkatkan kapasitas kebijakan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa new policy ini akan meningkatkan sinergi dalam tindakan ekonomi. “Kami berharap MoU ini memperkuat kebijakan moneter regional, terutama dalam menghadapi perubahan geopolitik dan ekonomi global,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya new policy dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidaksetaraan dalam pasar keuangan.

Kedua lembaga sepakat bahwa new policy ini akan menjadi pendorong utama untuk stabilitas ekonomi Indonesia dan Malaysia. Dengan adanya MoU, mereka akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kebijakan moneter, kestabilan nilai tukar, serta peningkatan kualitas layanan keuangan. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh kerja sama regional yang dapat diterapkan di negara-negara lain di ASEAN.

MORE FROM THIS CATEGORY