Ucapan Purbaya Bilang Jangan Takut Saat IHSG Longsor 4%, Jamin Ini

2 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
e7eaf22e-24e0-4eb6-a348-6f894b0c8d67-0

Meeting Results: Purbaya Yudhi Sadewa Yakin IHSG Akan Membaik Meski Turun 4%

Dailynesia.com – Yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai tren penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG mengalami koreksi signifikan hingga 4,11%, mencapai level 5.941,07. Penurunan ini terjadi dalam waktu singkat, yaitu 5,5 jam, menunjukkan volatilitas yang tinggi. Meski IHSG sempat mencapai titik terendah sejak 31 Mei 2021, yaitu 5.842,00, Purbaya menegaskan bahwa kondisi pasar modal masih bisa pulih.

Purbaya Beri Keyakinan: Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Dalam wawancara dengan media, Purbaya menyampaikan bahwa kinerja IHSG yang turun tidak menggambarkan situasi ekonomi nasional yang tidak stabil. “Meeting Results menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih kuat, jadi investor tidak perlu merasa panik,” jelasnya. Menurutnya, fluktuasi pasar bisa terjadi karena faktor-faktor jangka pendek, seperti ketidakpastian eksternal atau perubahan sentiment pasar.

“Saya pikir kekhawatiran tersebut terutama karena investor terus mengamati volatilitas dalam pasar. Tapi, kita tidak perlu takut. Daya beli masyarakat masih cukup baik, dan kebijakan fiskal serta moneter pemerintah tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambah Purbaya. Ia juga menyebut bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak tergantung sepenuhnya pada IHSG, melainkan pada berbagai indikator makroekonomi yang lebih luas.

Koreksi Ekstrem IHSG: Tren 34,96% Turun dalam 5 Bulan

Koreksi IHSG yang mencapai 34,96% dalam kurun waktu kurang dari enam bulan menjadi sorotan utama dalam Meeting Results. IHSG sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 9.134,70, pada awal tahun 2026, sebelum mulai mengalami tekanan. Purbaya menilai bahwa penurunan ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. “Koreksi seperti ini sering terjadi, tapi kita tidak boleh lupa bahwa pelaku pasar tetap optimistis terhadap pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Dalam analisisnya, Purbaya menjelaskan bahwa penurunan IHSG tidak selalu mencerminkan kelemahan ekonomi. Sebaliknya, ini bisa menjadi peluang untuk mengevaluasi investasi dan menyesuaikan strategi. “Meeting Results juga menunjukkan bahwa kita memiliki kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas pasar,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kekuatan sektor riil, seperti pertanian dan manufaktur, masih menjadi fondasi utama pertumbuhan.

Pelaku Pasar: Kekhawatiran Tapi Tetap Berharap

Dalam Meeting Results, para pelaku pasar mengakui bahwa penurunan IHSG menciptakan ketidaknyamanan, namun mereka juga optimistis bahwa perbaikan akan datang. “Meski IHSG turun, saya masih yakin bahwa ekonomi Indonesia bisa bertahan. Investor harus fokus pada fundamental jangka panjang, bukan hanya koreksi sementara,” kata salah satu analis pasar. Purbaya menyetujui pandangan ini, menyebut bahwa koreksi 4% tidak akan memengaruhi prospek jangka panjang.

Di sisi lain, investor yang cemas juga meminta pemerintah untuk memperkuat kebijakan stabilisasi. “Kita membutuhkan kejelasan dari Meeting Results mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki kondisi pasar,” ungkap seorang investor. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi dan bersiap untuk mengambil tindakan jika diperlukan. “Meeting Results juga mencakup diskusi mengenai perlunya penguatan ekspor dan pengurangan defisit neraca perdagangan,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, para ekonom menggarisbawahi pentingnya pertumbuhan sektor swasta dan kebijakan fiskal yang tepat. “Meeting Results menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus pada stabilitas makroekonomi, meski terjadi penurunan sementara,” kata salah satu peserta. Purbaya menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap, agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan pada pasar.

Penurunan IHSG juga memengaruhi sentimen investor asing. Dalam Meeting Results, diungkapkan bahwa aliran modal asing ke Indonesia sempat berkurang, tetapi Purbaya menegaskan bahwa koreksi ini tidak berarti keluar dari pasar. “Investor asing masih menaruh kepercayaan pada potensi ekonomi Indonesia, terutama di sektor teknologi dan energi,” kata dia. Ia menilai bahwa pasar akan pulih jika kondisi eksternal stabil, seperti kenaikan harga minyak global dan pelonggaran kebijakan moneter.

MORE FROM THIS CATEGORY