Jogja Financial Festival Ajak Kenali Aset Digital Hingga Love Scam

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
67efbc9d-9520-4cea-b6f1-e98a3272d734-0

Jogja Financial Festival 2026: Edutainment Finansial dan Modus Penipuan

Dailynesia.com – Dalam Meeting Results Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di JEC, berbagai topik penting terkait dunia keuangan dan investasi dibahas secara mendalam. Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan yang praktis kepada peserta, terutama generasi muda, tentang cara mengelola keuangan secara efektif serta mengenali berbagai skema penipuan yang marak belakangan ini. Selain itu, Meeting Results juga menjadi ajang diskusi untuk menyelaraskan upaya pengawasan dan edukasi dari institusi keuangan seperti OJK dan BI.

Edukasi Finansial dan Kebiasaan Digital

Pembicara utama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa Meeting Results ini bertujuan untuk menjadikan pendidikan finansial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kita harus memahami bahwa keuangan bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang cara berpikir dan pengambilan keputusan yang bijak,” jelasnya. Ia menyoroti bagaimana teknologi membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mengelola dana, namun juga meningkatkan risiko penggunaan aplikasi atau platform yang tidak terpercaya.

“Apapun cita-citamu, kalian harus ngerti keuangan. Ada insinyur, doktor hidupnya berantakan karena enggak bisa kelola keuangan,” ujar Friderica.

Friderica juga memperingatkan peserta tentang pentingnya kesadaran digital. “Sekarang kalian dibombardir dengan hal berbahaya kalau kalian tidak tahu apa yang digunakan. Akhirnya kalian pencet-pencet dan hilang itu bahaya sekali,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa generasi muda sering kali terjebak dalam kebiasaan mengetik dan mengklik tanpa memahami dampaknya terhadap keuangan pribadi.

Investasi Aset Digital dan Keamanannya

Salah satu topik yang menjadi sorotan dalam Meeting Results adalah investasi aset digital. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso, menjelaskan bahwa di Indonesia, saat ini terdapat 25 trader yang telah terdaftar dan berizin dalam pasar aset kripto. “Jadi, saat memilih aset digital, pastikan bahwa penyedia memiliki izin dan terdaftar secara resmi,” katanya. Ia juga menyarankan peserta untuk memeriksa historis transaksi dan reputasi platform sebelum melakukan investasi.

“Mana yang kira-kira punya izin. Jadi yang menyediakan aset kripto ini adalah pedagang, transaksinya di bursa. Pedagang yang punya izin saat ini jumlahnya 25. Tolong pilih itu, dan pilih salah satu dari 1.464 (aset kripto yang dapat diperdagangkan tercatat OJK). Cek dulu historisnya, baru putuskan,” tegas Adi Budiarso.

Adi menambahkan bahwa OJK terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko dan peluang dalam investasi digital. “Banyak orang yang tergiur oleh iming-iming keuntungan besar tanpa memahami mekanisme di baliknya. Dengan Meeting Results ini, kita harap masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih instrumen keuangan,” jelasnya.

Modus Penipuan dan Kejelian Peserta

Meeting Results juga mengupas berbagai modus penipuan yang sering menipu masyarakat, termasuk love scam. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman menyampaikan bahwa skema love scam semakin mengancam karena memanfaatkan emosi manusia untuk mencuri kepercayaan. “Penipuan ini terjadi secara digital, dengan pelaku membangun hubungan virtual sebelum menarik dana dari korban,” terangnya.

“Yang dilatih sudah ada 800 proposal, dan setiap tim terdiri dari 2-5 orang. Jadi ada sekitar 3.000 orang yang dilatih selama 187 jam dan 22 hari,” ungkap Aida.

Menurut Aida, BI dan OJK telah memperkenalkan program pelatihan yang mencakup pengetahuan tentang love scam dan skema penipuan lainnya. “Selama Meeting Results ini, peserta diberikan contoh nyata bagaimana penipu memanipulasi emosi dan informasi untuk memperoleh akses ke dana pribadi,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kejelian dan kesadaran digital adalah kunci untuk menghindari keterlibatan dalam modus penipuan.

Partisipasi Masyarakat dan Kiat Praktis

Jogja Financial Festival 2026 menarik partisipasi sekitar 5.000 orang dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dalam Meeting Results ini, peserta aktif berdiskusi dan bertanya tentang langkah-langkah praktis untuk meningkatkan pengelolaan keuangan. Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka merasa lebih siap menghadapi risiko investasi dan penipuan setelah mengikuti acara ini.

Friderica menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam Meeting Results ini. “Mereka memperoleh pengetahuan yang langsung bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya teori, tapi juga contoh nyata,” kata dia. Ia juga menyampaikan bahwa OJK akan terus mengadakan acara serupa untuk memperkuat kesadaran finansial di kalangan generasi muda.

Dalam Meeting Results, berbagai insentif diberikan kepada peserta yang aktif dalam diskusi, termasuk e-book dan konsultasi gratis dengan ahli keuangan. “Kita ingin mendorong masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan dunia keuangan,” pungkas Friderica. Acara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas keuangan nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY