Resignasi Dirut VKTR: Gilarsi Wahju Setijono Berhenti dari Jabatan
Dailynesia.com – Jakarta, pada hari ini Kamis (14/5/2026), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan bahwa Gilarsi Wahju Setijono telah secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur Utama. Keputusan ini diambil setelah rapat umum pemegang saham yang berlangsung pada hari Jumat (15/5/2026), yang menjadi momen penting dalam mengambil keputusan strategis terkait perusahaan. Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Gilarsi setelah mempertimbangkan perubahan arah pengembangan bisnis serta kebutuhan untuk memperkuat kapasitas manajerial.
Proses Pergantian Pemimpin Korporasi
Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, memberikan pernyataan resmi bahwa keputusan Gilarsi merupakan bagian dari proses dinamis kepemimpinan dalam perusahaan. “Meeting Results ini menandai langkah penting dalam perjalanan strategis VKTR, di mana keputusan perubahan direktur utama diambil demi memastikan konsistensi tujuan perusahaan dan kesiapan menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif,” terang Anindya. Ia menambahkan bahwa seluruh keputusan telah melalui pertimbangan matang dalam rapat umum tersebut.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan, VKTR juga menjelaskan bahwa proses transisi akan dilakukan secara profesional. “Kami memastikan bahwa selama masa penerusannya, operasional perusahaan tetap stabil, dan kebijakan strategis yang telah ditetapkan dalam Meeting Results tetap berjalan sesuai rencana,” ujar Anindya. Pihak manajemen menegaskan bahwa semua rencana jangka panjang, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, akan tetap diprioritaskan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Komitmen terhadap Ekosistem Kendaraan Listrik
Sebagai bentuk penghargaan, VKTR memaparkan apresiasi atas kontribusi Gilarsi dalam membangun fondasi bisnis yang kuat. “Under the leadership of Gilarsi, kami berhasil menciptakan kerja sama strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemain utama dalam industri manufaktur kendaraan listrik nasional,” tambah siaran pers. Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil dari keputusan Meeting Results sebelumnya yang fokus pada inovasi dan penguatan rantai pasok.
“Kami menghormati keputusan Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan Perseroan,” tegas Anindya. “Pergantian ini tidak akan mengganggu visi kami dalam mempercepat transisi energi bersih, serta memastikan keberlanjutan usaha jangka panjang.”
Dewan Komisaris VKTR juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana transisi yang terstruktur untuk meminimalkan dampak negatif dari pergantian ini. “Dalam Meeting Results terakhir, kami menyetujui bahwa proses seleksi pengganti Gilarsi akan dilakukan secara transparan, dengan melibatkan stakeholder kunci serta memastikan kompetensi yang sesuai dengan visi perusahaan,” tambah Anindya. Pemilihan direktur utama baru diharapkan dapat mengakselerasi proyek strategis seperti pengembangan kendaraan listrik dan solusi mobilitas rendah emisi.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri mobilitas hijau, VKTR terus berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan. “Melalui keputusan Meeting Results, kami memperkuat fokus pada pengurangan emisi karbon dan penguatan ekosistem lokal,” jelas Anindya. Ia menekankan bahwa pengunduran diri Gilarsi bukanlah tanda akhir dari komitmen perusahaan, melainkan langkah awal menuju rencana baru yang lebih ambisius. “Kami yakin bahwa dengan struktur kepemimpinan yang lebih muda dan dinamis, VKTR akan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik,” tambahnya.
Perusahaan juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, untuk mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik. “Dalam Meeting Results, kami menyetujui beberapa kebijakan kunci, termasuk pengembangan manufaktur baterai dan pengurangan biaya produksi kendaraan listrik,” kata Anindya. Ia menambahkan bahwa langkah ini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan aksesibilitas produk di pasar Indonesia, yang merupakan target utama perusahaan.

