Gelar RUPST 2025, Telkom Sepakati Buyback Saham & Bagi Dividen Rp21,9T

2 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
telkom-1780923100608_169

Meeting Results: Telkom Setujui Buyback Saham & Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun di RUPST 2025

Dailynesia.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 pada Senin (8/6) secara virtual. Dalam meeting results yang berlangsung, para pemegang saham memberikan persetujuan atas beberapa keputusan strategis, termasuk program buyback saham dan pembagian dividen sebesar sekitar Rp21,9 triliun. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan likuiditas, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Selain itu, perubahan struktur pengurus juga ditetapkan untuk meningkatkan efisiensi manajemen dan mengarahkan fokus pada transformasi digital TelkomGroup tahun 2026.

Detail Pembagian Dividen

Salah satu keputusan utama dalam meeting results ini adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari dua sumber: Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun 2025, sedangkan Rp4,2 triliun merupakan laba yang ditahan dari tahun sebelumnya. Dividen akan dibayarkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia per 19 Juni 2026. Langkah ini mencerminkan komitmen Telkom untuk membagi keuntungan secara proporsional kepada para pemangku kepentingan, meskipun industri telekomunikasi menghadapi tantangan yang dinamis.

“Kami optimis bahwa keputusan dalam meeting results ini akan memberikan dampak positif pada kinerja keuangan dan stabilitas harga saham Telkom,” kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, dalam keterangan resmi. Dian menambahkan, pembagian dividen menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi perusahaan dalam pasar yang kompetitif, sementara buyback saham bertujuan untuk mengoptimalkan nilai kepemilikan pemegang saham.

Program Buyback Saham dan Strateginya

Keputusan meeting results juga mencakup rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Aksi korporasi ini akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia atau di luar bursa, baik secara bertahap maupun langsung, dengan tenggat waktu sepanjang 12 bulan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Buyback saham umumnya dianggap sebagai indikasi kepercayaan manajemen terhadap kinerja perusahaan, karena menunjukkan bahwa perusahaan memperkirakan nilai saham akan naik di masa depan. Langkah ini juga berpotensi menarik investor yang mencari kemungkinan pertumbuhan lebih cepat.

Menurut analisis internal Telkom, program buyback akan berdampak signifikan pada likuiditas pasar dan kemungkinan peningkatan return pemegang saham. Dengan membeli kembali saham, perusahaan dapat mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga meningkatkan rasio kepemilikan dan potensi kenaikan harga jual saham. Selain itu, keputusan ini sejalan dengan strategi memperkuat equity perusahaan, yang menjadi prioritas utama dalam roadmap transformasi digital TelkomGroup.

Perubahan Susunan Pengurus

Dalam meeting results, dewan komisaris dan jajaran direksi Telkom juga mengalami perubahan susunan pengurus. Komisaris Utama baru adalah Angga Raka Prabowo, sementara Komisaris Independen meliputi Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Komisaris lainnya termasuk Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan. Dewan Direksi tetap dipimpin oleh Dian Siswarini sebagai Direktur Utama, dengan jajaran direksi yang dibentuk untuk mendukung transformasi digital dan eksekusi strategi bisnis secara lebih efektif.

Perubahan susunan pengurus dianggap sebagai bagian dari upaya Telkom untuk meningkatkan kinerja manajerial dan adaptasi terhadap dinamika pasar. Susunan baru ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan keuangan, inovasi teknologi, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan. Selain itu, perubahan ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan strategi yang telah ditetapkan dalam meeting results.

Kinerja Tahun 2025 dan Tantangan yang Dihadapi

Dalam periode tahun 2025 hingga kuartal pertama 2026, Telkom mencapai progres signifikan dalam implementasi strategi TLKM 30, yang menjadi basis utama untuk meeting results ini. Fokus utama perusahaan terletak pada empat pilar transformasi: Operational & Service Excellence, Streamlining, Percepatan Depresiasi, dan Eksekusi Strategi. Dalam pelaksanaannya, Telkom berhasil meningkatkan arus kas operasional melalui program TOTEX dan peningkatan efisiensi biaya.

Keputusan dalam meeting results juga mencerminkan adaptasi Telkom terhadap tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2025, seperti perubahan regulasi, persaingan intens di sektor digital, serta tekanan inflasi. Dengan adanya program buyback saham dan pembagian dividen, perusahaan berupaya memperkuat keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Selain itu, keputusan ini menunjukkan bahwa Telkom tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan di masa depan, meskipun kondisi ekonomi global dan lokal masih mengalami ketidakpastian.

Analisis terhadap kinerja tahun 2025 menunjukkan bahwa Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA mencapai Rp72,24 triliun, dan net income sebesar Rp17,81 triliun. Angka-angka ini menjadi dasar untuk menetapkan pembagian dividen dan program buyback dalam meeting results. Dengan data yang stabil, Telkom berharap dapat memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri telekomunikasi Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY