Main Agenda: Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

2 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
coo-danantara-dony-oskaria-saat-mengikuti-rapat-koordinasi-dengan-pimpinan-dpr-ri-terkait-satgas-pemulihan-pasca-bencana-sumat-1771405380296_169

Main Agenda: Perampingan Telkom dan Penutupan 12-14 Anak Usaha

Dailynesia.com – Menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan kunci hari ini. Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan melakukan perampingan besar sebagai bagian dari transformasi strategis. Dalam rencana ini, Telkom yang saat ini memiliki 67 anak usaha akan menyederhanakan struktur bisnisnya menjadi hanya 19 perusahaan. Perampingan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan aset, serta memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital di Indonesia.

Detail Pertemuan dan Penutupan Anak Usaha

Pertemuan kunci yang diadakan di gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/6/2026), dihadiri oleh para pemangku kepentingan termasuk direktur dan manajemen Telkom. Dony Oskaria menyatakan bahwa sebanyak 12-14 anak usaha akan ditutup dalam rangka menyelaraskan bisnis dengan visi perusahaan. Ia menegaskan bahwa jumlah pasti akan diumumkan secara resmi, namun memastikan bahwa langkah ini akan menggabungkan unit usaha yang sejenis untuk menciptakan skala operasional yang lebih besar. “Dengan konsolidasi, kami harap mampu memperkuat kekuatan ekosistem digital nasional,” ujarnya.

“Fiber optic, misalnya, akan terkonsolidasi ke dalam satu unit, sehingga kekuatan operasionalnya meningkat, karyawan ikut terintegrasikan, dan ukuran bisnis menjadi lebih besar. Ini mirip dengan skema merger yang sebelumnya kita lakukan,” tambah Dony.

Strategi Transformasi dan Fokus Bisnis

Dony Oskaria menjelaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses perampingan ini. Karyawan dari anak usaha yang terlibat dalam merger atau likuidasi akan dipekerjakan di perusahaan hasil penggabungan. Sebanyak 48 anak usaha akan dikonsolidasi melalui skema merger, divestasi, atau likuidasi. Langkah ini sebagai bagian dari rencana besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif.

Dalam diskusi, manajemen Telkom juga menyebutkan bahwa perampingan ini akan mempercepat pengembangan beberapa unit usaha kunci, seperti FiberCo BUMN, Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi. Tujuan utama adalah meningkatkan daya saing bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional. “Dengan pendekatan ini, Telkom diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Perampingan yang diusulkan juga didukung oleh BP BUMN dan Danantara sebagai dua lembaga yang berperan dalam mengarahkan transformasi BUMN. Kedua pihak menekankan pentingnya tata kelola yang baik, efisiensi operasional, serta integrasi ekosistem digital. Dony Oskaria menegaskan bahwa langkah ini akan membantu Telkom membangun fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan pasar global dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

Main Agenda ini tidak hanya fokus pada perampingan internal Telkom, tetapi juga mencakup rencana pengembangan ekosistem bisnis yang lebih komprehensif. Dengan menggabungkan sektor-sektor kritis, Telkom diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur digital andal. “Kami yakin bahwa perampingan ini akan membuka peluang baru bagi Telkom untuk menjadi lebih agil dan menarik investasi di masa depan,” tambah Dony dalam Instagramnya.

MORE FROM THIS CATEGORY