Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

2 months ago  ·  4 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
48b6256c-22b2-4159-85b9-58b92879a463-0

Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Strategi Keuangan untuk Membentuk Dana Besar di Masa Depan

Dailynesia.com – Di Yogyakarta, sebuah fakta mengejutkan muncul: generasi muda yang memulai tabungan sebesar Rp95 ribu per bulan sejak usia 21 tahun, dalam waktu 34 tahun kemudian, bisa menikmati dana hingga mencapai Rp1 miliar. Ini membuktikan bahwa perencanaan keuangan dini memungkinkan peluang tumbuh signifikan, bahkan dengan anggaran kecil. Financial freedom, atau kebebasan finansial, menjadi tujuan utama banyak pemuda yang ingin mengendalikan kehidupan ekonomi mereka. Sebagai bagian dari perbankan terintegrasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menawarkan berbagai fasilitas untuk memudahkan pencapaian tujuan tersebut.

Mengapa Mulai Berinvestasi Sejak Muda?

Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri, Pratomo Setiaji Kendarto, menjelaskan bahwa kunci utama menuju kebebasan finansial adalah memiliki tujuan yang jelas sejak awal. Menurutnya, semakin dini seseorang memulai investasi, semakin besar potensi pertumbuhan dana. “Jika ingin menyimpan Rp1 miliar saat usia 55 tahun, cukup tabung Rp95 ribu per bulan sejak usia 21 tahun. Dana tersebut akan berkembang hingga mencapai Rp1 miliar dengan imbal hasil sebesar 14% di reksa dana pasar saham,” terang Pratomo, yang sering disapa dengan nama Tomi, dalam Educlass Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026). Ia menegaskan bahwa mengabaikan investasi awal akan membuat jumlah uang yang harus dialokasikan setiap bulan meningkat drastis. “Misalnya, jika memulai tabungan di usia 30 tahun, dana yang dibutuhkan per bulan bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan,” tambahnya. Dengan menabung secara konsisten sejak muda, dana tersebut memiliki waktu lebih panjang untuk berakselerasi, terutama dalam instrumen yang berpotensi memberi keuntungan tinggi.

Macam-Macam Pilihan Investasi untuk Berbagai Risiko

Tomi juga mengingatkan bahwa kebebasan finansial tidak hanya bergantung pada jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga pada jenis instrumen yang dipilih. “Selain saham dan reksa dana pasar saham, generasi muda juga bisa mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap, yang berinvestasi pada surat utang pemerintah,” jelasnya. Instrumen ini dinilai lebih aman, dengan risiko yang lebih rendah, meski imbal hasilnya kurang menjanjikan dibandingkan instrumen berisiko tinggi. Dengan memahami profil risiko sendiri, individu bisa menyesuaikan strategi. Misalnya, mereka yang lebih suka konservatif bisa fokus pada reksa dana pendapatan tetap, sementara yang berani mengambil risiko bisa memilih saham atau instrumen lain. Pratomo menekankan bahwa kebebasan finansial adalah hasil dari kesadaran dan komitmen untuk membangun dana dengan konsisten.

Digitalisasi dan Kebiasaan Menabung

Selain investasi, AVP Retail Deposit Product & Solution Group Bank Mandiri, Risdianto, menyoroti peran kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik. “Tantangan utama generasi muda saat ini adalah gaya hidup konsumtif dan informasi digital yang bisa mengalihkan perhatian dari keuangan jangka panjang,” ujarnya. Meski digitalisasi memudahkan akses ke layanan keuangan, ia juga bisa memicu pengeluaran yang tidak terencana. Untuk mengatasi hal ini, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri, sebuah solusi yang dirancang untuk mempermudah kegiatan keuangan sehari-hari. “Keunggulan Livin’ by Mandiri adalah one stop solution, sehingga nasabah bisa melakukan berbagai transaksi keuangan kapan saja, mulai dari bangun tidur hingga sebelum tidur,” jelas Risdianto. Aplikasi ini menyediakan fitur seperti pembukaan rekening, transaksi harian, tarik tunai tanpa kartu, dan cashless withdrawal, yang memungkinkan pengguna mengambil uang dari ATM tanpa perlu kartu debit.

Fungsi Livin’ by Mandiri dalam Pemenuhan Tujuan Finansial

Livin’ by Mandiri tidak hanya menawarkan kemudahan transaksi, tetapi juga akses langsung ke berbagai instrumen investasi. “Dengan aplikasi ini, generasi muda bisa membeli saham, reksa dana, atau instrumen lain secara cepat dan mudah,” tambah Risdianto. Ini mempercepat proses pengambilan keputusan finansial, terutama untuk mereka yang ingin mempercepat pencapaian target seperti memiliki dana Rp1 miliar. Fasilitas ini membantu membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi secara teratur. Dengan metode digital, pemuda tidak lagi terbatas pada transaksi tradisional. Mereka bisa mengatur dana keuangan melalui smartphone, sehingga lebih fleksibel dan mengurangi hambatan waktu.

Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan sejak Dini?

Pratomo menyampaikan bahwa kesadaran tentang kebutuhan finansial jangka panjang sangat penting. “Usia 21 tahun adalah titik awal yang tepat untuk memulai, karena waktu yang tersisa masih cukup untuk mengakselerasi pertumbuhan dana,” katanya. Ia mencontohkan bahwa dengan kontribusi bulanan yang kecil, hasilnya bisa jauh lebih besar dibandingkan jika dimulai di usia yang lebih tua. Menurut Pratomo, kebebasan finansial tidak hanya tentang menabung, tetapi juga tentang memanfaatkan peluang investasi. “Setiap orang harus memahami risiko dan manfaat dari instrumen yang dipilih,” katanya. Misalnya, reksa dana pasar saham menawarkan pertumbuhan yang cepat, tetapi lebih rentan terhadap fluktuasi pasar. Sementara reksa dana pendapatan tetap memberikan kestabilan, tetapi dengan pertumbuhan yang lebih lambat.

Langkah-Langkah untuk Membangun Dana Besar

Menurut Pratomo, kesuksesan mencapai target keuangan bergantung pada disiplin dan konsistensi. “Selain menyisihkan dana, pemuda juga harus mengelola pengeluaran secara bijak agar tabungan tidak terganggu,” katanya. Ia menyarankan untuk mengatur anggaran secara proporsional dan memilih instrumen yang sesuai dengan tingkat toleransi risiko. Risdianto menambahkan bahwa Livin’ by Mandiri bisa menjadi alat bantu dalam mencapai kebebasan finansial. “Kita ingin memberikan akses yang lebih cepat dan praktis, sehingga pengguna tidak lagi bingung dalam mengelola dana,” jelasnya. Dengan fitur-fitur yang disediakan, nasabah bisa mengatur keuangan secara real-time, bahkan saat sedang bepergian atau berada di luar rumah.

Penutup

Kedua pakar sepakat bahwa kebebasan finansial bukanlah sesuatu yang mustahil, asalkan dimulai sejak dini. “Dengan memahami strategi dan memanfaatkan alat keuangan yang tepat, generasi muda bisa mengubah tabungan kecil menjadi dana besar,” kata Pratomo. Sementara itu, Risdianto mengingatkan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk mempermudah proses ini. Dengan Livin’ by Mandiri, pemuda tidak hanya bisa menabung secara efisien, tetapi juga mempercepat pertumbuhan dana melalui investasi. “Ini adalah langkah awal yang penting, karena menabung tanpa berinvestasi akan terasa lambat,” tambah Risdianto. Dengan demikian, generasi muda diberi kesempatan untuk mengejar impian keuangan mereka, sekaligus meng

MORE FROM THIS CATEGORY