BEI Buka Suara Soal Dugaan Fraud Laporan Keuangan Telkom (TLKM)

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
e6d8a837-a8e8-4fa0-b6d9-95c9363b3700_169

Latest Program: BEI Buka Suara Soal Dugaan Fraud Laporan Keuangan Telkom (TLKM)

Dailynesia.com – Dalam Latest Program terbaru, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan resmi terkait dugaan fraud dalam laporan keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Hal ini terjadi setelah regulator bursa di Amerika Serikat mengungkapkan investigasi terhadap perusahaan sektor telekomunikasi tersebut. BEI mengatakan telah melakukan langkah-langkah pengawasan secara intensif, termasuk dengar pendapat dengan perseroan pada 8 April 2026, sebagai bagian dari upaya untuk memastikan transparansi dan keandalan laporan keuangan.

Langkah Pengawasan dan Koordinasi dengan OJK

“Kami telah menyampaikan beberapa permintaan penjelasan terkait kasus yang dialami oleh perseroan, serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”

ujar Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam wawancara dengan wartawan pada Selasa (12/5/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen BEI untuk menjaga kualitas penyampaian informasi keuangan di pasar modal Indonesia, terutama mengingat TLKM memiliki saham yang terdaftar di bursa asing seperti New York Stock Exchange.

Menurut Yetna, BEI tidak hanya memantau perkembangan investigasi, tetapi juga memastikan perseroan memenuhi standar pengungkapan yang berlaku. “Kami menilai bahwa perseroan telah berupaya memperbaiki proses akuntansi dan pengungkapan informasi keuangan sejak awal,” jelasnya. Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu yang muncul dari regulator AS, yang menuntut transparansi lebih besar dalam laporan keuangan TLKM.

Investigasi SEC dan FCPA

Bursa Efek Indonesia berkomitmen untuk terus melibatkan diri dalam kasus ini, terutama setelah mengungkap bahwa investigasi dari Securities and Exchange Commission (SEC) telah berlangsung sejak Oktober 2023. Kasus ini awalnya berfokus pada proyek BAKTI Kominfo, kemudian berkembang ke isu akuntansi dan pengungkapan data keuangan. Menurut manajemen TLKM, pihaknya sedang bekerja sama dengan lembaga pengawasan di AS untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa perseroan telah meningkatkan kapasitas pengawasan internal melalui pembentukan Direktorat Legal & Compliance serta Chief Integrity Officer (CIO). Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan ketaatan terhadap aturan pasar modal, termasuk Foreign Corrupt Practices Act (FCPA), yang menjadi fokus perhatian selama investigasi. “Kami berharap seluruh pihak, termasuk investor, dapat memantau progres perseroan dalam memperbaiki sistem pengungkapan,” tambah manajemen.

Kebijakan Clawback dan Peningkatan Transparansi

Beberapa langkah penting lainnya telah diambil oleh TLKM, termasuk penerapan kebijakan clawback sejak 30 Mei 2023. Clawback merupakan mekanisme yang memungkinkan perusahaan memulihkan dana atau aset yang diberikan kepada pihak tertentu karena kesalahan pengungkapan. “Sampai saat ini, kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai gugatan class action dari SEC,” terang manajemen TLKM dalam Latest Program terkini.

Besides, perseroan juga telah mengajukan Notification of Late Filing ke SEC pada 30 April 2026, sebagai bagian dari upaya untuk menjelaskan keterlambatan penyampaian Form 20-F tahun 2025. Pihak BEI menegaskan bahwa mereka akan terus memantau proses ini dan memberikan rekomendasi jika diperlukan. “Kami berharap pengungkapan yang dilakukan oleh TLKM dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak yang memperhatikan perusahaan ini,” imbuh Yetna.

Dalam evaluasi terkini, BEI menyatakan bahwa tinjauan atas aset drop cable dan last mile telah selesai, dengan kesimpulan bahwa perubahan kebijakan akuntansi akan diterapkan kembali pada laporan tahunan 2025. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas laporan keuangan dan mengurangi risiko dugaan fraud. “Kami yakin langkah-langkah yang diambil oleh perseroan memberikan kontribusi signifikan untuk memperbaiki proses pengungkapan,” pungkas Yetna.

Pengungkapan ini juga menjadi momentum penting bagi TLKM untuk menunjukkan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Dalam Latest Program yang dihadirkan, BEI mengingatkan bahwa keandalan laporan keuangan tidak hanya penting bagi investor, tetapi juga menjadi dasar untuk membangun kepercayaan publik terhadap sektor telekomunikasi di Indonesia. “Kami berharap perseroan terus berinovasi dalam pengungkapan informasi keuangan, agar dapat menunjukkan transparansi terbaik kepada semua pemangku kepentingan,” kata Yetna.

Manajemen TLKM menyatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan dalam pengungkapan, terutama terkait proyek BAKTI Kominfo. “Kami sedang melakukan audit internal dan melibatkan ahli independen untuk memastikan semua data yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah manajemen. Dengan demikian, TLKM berupaya memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang kompetitif dan berintegritas tinggi di pasar modal.

MORE FROM THIS CATEGORY