Geger ‘Borok’ Bisnis Kripto Keluarga Trump, Investor Rugi Triliunan!

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
67e99f13-92d3-4b61-8392-6dbc68147483-0

Keluarga Trump Diduga Gunakan Key Strategy dalam Bisnis Kripto, Investor Rugi Triliunan!

Dailynesia.com – Keluarga presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Reuters mengungkap adanya skema Key Strategy yang menguntungkan mereka dari sektor kripto. Strategi ini dilaporkan memungkinkan keluarga Trump mengumpulkan dana besar sejak Rabu, 10 Juni 2026, melalui proyek-proyek mata uang digital yang mengalami kenaikan tajam. Menurut laporan, kekayaan keluarga Trump meningkat hingga US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun, tetapi keuntungan ini ternyata mengabaikan keuntungan investor ritel yang turut terlibat.

Key Strategy: Strategi Investasi yang Mengubah Pasar

Key Strategy yang digunakan keluarga Trump terbukti sangat efektif dalam menarik perhatian investor. Mereka hanya menyisihkan sedikit dana pribadi, sementara memanfaatkan reputasi dan popularitas Trump sebagai tokoh politik untuk memperkuat kepercayaan publik. Skema ini memperlihatkan bagaimana kripto bisa menjadi alat investasi yang menjanjikan keuntungan besar, terutama jika dioperasikan dengan strategi yang tepat. Namun, Key Strategy ini juga menimbulkan risiko tinggi bagi para investor yang terjebak.

Pelaku dan Dampak pada Investor Ritel

Menurut penjelasan Reuters, keluarga Trump menarik dana dari lebih dari satu juta investor yang tergiur oleh popularitasnya. Key Strategy ini tidak hanya memengaruhi investor langsung, tetapi juga investor tidak langsung melalui dana kelolaan seperti ETF. Akibatnya, kerugian mencapai titik puncak pada akhir April 2026, dengan jumlah kerugian mencapai US$ 2,3 miliar atau Rp 41,4 triliun. Masyarakat awam yang mengira investasi kripto adalah cara cerdas justru terjebak dalam skema ini.

“Key Strategy ini terlihat seperti manipulasi pasar. Kami membeli token saat harga naik, lalu harga turun tajam. Saya sekarang merasa seperti korbannya,” ujar Fatime Elrgdawy, insinyur perangkat lunak di Santa Barbara, yang rugi US$ 2.000 atau Rp 36 juta.

Para ahli juga mengkritik Key Strategy ini. John Paul Rollert, profesor ilmu perilaku dari University of Chicago Booth School of Business, menegaskan bahwa jika skema ini terbukti mengabaikan regulasi, maka bisa dianggap sebagai penipuan besar.

Kisah Investor yang Terjebak dalam Skema Key Strategy

Contoh nyata kerugian akibat Key Strategy adalah Matt, seorang mekanik di Indiana, yang menanamkan US$ 40.000 atau Rp 720 juta ke dalam saham ALT5 Sigma. Investasinya kini menyusut hingga 79%, meninggalkan kerugian US$ 32.700 atau Rp 588,6 juta. Matt mengatakan bahwa kejadian ini memperlihatkan bagaimana Key Strategy bisa membuat investor kehilangan modal mereka dalam waktu singkat.

Analisis Ekonomi dan Regulasi yang Tidak Terpenuhi

Wilbur Ross, mantan sekretaris perdagangan pada masa jabatan Trump pertama, berpendapat bahwa Key Strategy ini tidak sepenuhnya menipu jika mengikuti aturan yang berlaku. Namun, laporan menunjukkan bahwa keluarga Trump mungkin memanfaatkan celah regulasi untuk mempercepat penjualan aset kripto. Pemerintah Amerika Serikat saat ini sedang menyelidiki apakah ada kecurangan dalam penerapan Key Strategy ini.

Peluang dan Tantangan di Pasar Kripto

Meskipun Key Strategy membawa keuntungan besar bagi keluarga Trump, strategi ini juga memperlihatkan kerentanan pasar kripto terhadap manipulasi. Ketika para investor berharap mengikuti tren Key Strategy, mereka justru terjebak dalam fluktuasi harga yang ekstrem. Pada akhir April 2026, nilai aset kripto yang dibeli oleh investor mengalami penurunan signifikan, menyebabkan kerugian total yang mencapai angka US$ 2,3 miliar.

MORE FROM THIS CATEGORY