Danantara Bentuk DDMF Kelola Dana Giant Sea Wall Cs, Ini Reaksi AHY

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
aae6ecda-6093-41a8-80c6-d983deb752d5-0

Danantara Bentuk DDMF, AHY Puji Key Strategy untuk Proyek Infrastruktur

Dailynesia.com – Dalam kunjungan ke Wisma Danantara, Jakarta, Senin (15/6/2026), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan apresiasi terhadap pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai bagian dari Key Strategy pemerintah. DDMF ini diharapkan menjadi lembaga pengelola dana besar yang mendukung proyek infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek Giant Sea Wall yang menjadi fokus utama. “DDMF memiliki peran strategis dalam mengelola dana proyek nasional, termasuk infrastruktur esensial. Key Strategy ini menjadi landasan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan,” ujar AHY.

Dalam wawancara terpisah, AHY juga menekankan bahwa DDMF akan mengoptimalkan pengelolaan dana dengan menggabungkan teknologi canggih dan pengalaman manajemen keuangan. “DDMF akan menjadi pusat pengambilan keputusan yang terintegrasi, sehingga meminimalkan risiko kelebihan pengeluaran dan meningkatkan efisiensi,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini selaras dengan Key Strategy yang telah diputuskan dalam beberapa tahun terakhir, dengan menekankan koordinasi antarlembaga dan penekanan pada proyek berdampak jangka panjang.

Pembentukan DDMF: Langkah Strategis untuk Proyek Giant Sea Wall

Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah Giant Sea Wall, atau tanggul laut raksasa. AHY mengungkapkan bahwa proyek ini sangat mendesak untuk segera terealisasi, terutama untuk melindungi wilayah yang terdampak penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut. Key Strategy yang diterapkan oleh DDMF diharapkan bisa memastikan dana yang dialokasikan dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Wilayah yang perlu perlindungan, antara lain Teluk Jakarta, Semarang, Kendal, dan Demak di Jawa Tengah. Fenomena subsidence dan banjir rob yang terus berlangsung, menurut AHY, memerlukan intervensi infrastruktur yang kuat. Giant Sea Wall dianggap sebagai solusi utama untuk menghadapi ancaman tersebut. “DDMF akan memastikan bahwa proyek seperti Giant Sea Wall dapat berjalan stabil, bahkan di tengah tantangan ekonomi global,” kata mantan menteri yang kini menjadi anggota DPR RI.

Perkeretaapian dan Keterhubungan Regional

Di sisi lain, AHY juga menyebutkan upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan sektor perkeretaapian sebagai bagian dari Key Strategy nasional. Hal ini dilakukan melalui reaktivasi jalur lama, revitalisasi jaringan eksisting, serta pembangunan rel baru di berbagai daerah. “Pengembangan perkeretaapian tidak hanya fokus di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau Trans Sumatra, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Ini akan mengurangi ketergantungan pada jalan raya dan mempercepat distribusi logistik,” jelasnya.

Menurut AHY, Key Strategy ini memiliki dampak besar terhadap pengembangan ekonomi regional. “Dengan jaringan kereta yang lebih luas, daerah-daerah yang sebelumnya kesulitan dalam akses transportasi akan lebih mudah berkembang, terutama dalam sektor pertambangan dan perdagangan,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa DDMF akan berperan dalam mengalokasikan dana untuk proyek tersebut, terutama yang memerlukan investasi jangka panjang.

Perumahan dan Pembiayaan Berkelanjutan

Dalam bidang perumahan, AHY mendorong Danantara untuk berkontribusi dalam pencapaian target 3 juta unit rumah. “DDMF akan menjadi wadah untuk memberikan skema pembiayaan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan hunian layak,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa Key Strategy ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan akses perumahan di berbagai daerah, terutama di wilayah yang rawan banjir.

AHY juga menyampaikan kebutuhan dana besar untuk pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur dasar lainnya. Menurutnya, Key Strategy DDMF akan memastikan keberlanjutan proyek-proyek tersebut, karena dana yang dialokasikan akan dikelola secara transparan dan berorientasi hasil. “DDMF tidak hanya mengelola dana, tetapi juga memastikan bahwa proyek-proyek strategis ini bisa memberikan manfaat jangka panjang untuk masyarakat,” pungkas AHY.

Manfaat DDMF untuk Pembangunan Nasional

DDMF akan dipimpin oleh Chief Technology Officer Danantara, Sigit Santosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero). Penunjukan ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas manajemen keuangan lembaga tersebut. AHY menyatakan bahwa DDMF akan menjadi penghubung antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengelola dana untuk proyek infrastruktur. “Dengan Key Strategy ini, kita bisa memastikan bahwa proyek-proyek besar tidak hanya selesai dalam waktu singkat, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut AHY, DDMF akan mengintegrasikan teknologi digital dalam pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam penyaluran dana. “Manajemen dana yang lebih modern dan efisien adalah salah satu aspek penting dari Key Strategy yang telah kita sepakati. Ini juga akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proyek nasional,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa DDMF akan menjadi bagian dari Key Strategy nasional yang lebih luas, termasuk pengembangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

MORE FROM THIS CATEGORY