BSI (BRIS) Persiapkan Layanan QRIS di Arab Saudi

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
7f7f6fe7-ed6b-4890-be31-e8dd4df7b30f-0

BSI (BRIS) Persiapkan Layanan QRIS di Arab Saudi

Dailynesia.com – Menjadi pilar utama dalam perluasan bisnis Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, atau BRIS, ke pasar internasional. Sebagai bagian dari rencana ekspansi ini, BSI tengah memperkenalkan layanan QRIS (Quick Response Code for Indonesian Submission) yang berbasis lintas batas (cross border) di Arab Saudi. Langkah ini bukan hanya menghadirkan kemudahan transaksi digital bagi nasabah lokal, tetapi juga menunjukkan komitmen BRIS untuk meningkatkan aksesibilitas keuangan di wilayah yang merupakan salah satu destinasi utama bagi jemaah haji dan umrah.

Strategi Ekspansi dengan QRIS: Tantangan dan Peluang

Menurut Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI, pengembangan QRIS di Arab Saudi adalah bagian dari Key Strategy yang menargetkan pengakuan global terhadap layanan keuangan syariah. “QRIS merupakan solusi inovatif yang menggabungkan teknologi modern dengan prinsip syariah, sehingga mampu mendukung kebutuhan transaksi elektronik di pasar yang semakin digital,” jelas Anton. Menurutnya, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bisnis dengan mitra lokal dan internasional, sekaligus memastikan kenyamanan pengguna dalam berbagai skala transaksi.

“QRIS akan menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan digital, khususnya bagi masyarakat Arab Saudi yang semakin mengandalkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Anton.

Layanan QRIS BSI telah dioperasikan di enam negara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dalam Arab Saudi, jumlah merchant yang tergabung mencapai 574.000, dengan total transaksi 24,2 juta dan volume mencapai 1,7 triliun rupiah. Anton menekankan bahwa Key Strategy ini dirancang untuk berkelanjutan, dengan penyesuaian terhadap standar keuangan internasional serta regulasi setempat.

Meningkatkan Pelayanan bagi Jemaah Haji dan Umrah

Dalam konteks keberagamaan, BSI juga menggarisbawahi pentingnya QRIS untuk mempermudah transaksi bagi jemaah haji dan umrah. Anton menyebutkan bahwa layanan ini dirancang untuk menunjang kebutuhan pengelolaan dana selama perjalanan ibadah, termasuk pembayaran di tempat ibadah, toko, dan layanan transportasi. “Key Strategy kami mencakup keberlanjutan, inklusif, dan adaptif, sehingga QRIS bisa menjadi alat yang efektif dalam melayani masyarakat yang beragam,” tambahnya.

“QRIS akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Arab Saudi, terutama melalui peran BRIS sebagai bank syariah yang mampu memenuhi standar keuangan internasional,” ujar Anton.

Kehadiran QRIS di Arab Saudi tidak hanya memperluas jaringan bisnis BSI, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan bank-bank lokal dan fintech lainnya. Anton menyatakan bahwa BRIS sedang berdiskusi dengan beberapa institusi untuk mengintegrasikan QRIS ke dalam sistem pembayaran nasional, yang diharapkan akan meningkatkan volume transaksi dan kepercayaan nasabah.

Super App BYOND by BSI: Kinerja dan Potensi

Sejalan dengan Key Strategy untuk mengembangkan ekosistem digital, super app BYOND by BSI telah menarik 6,55 juta pengguna sejak diluncurkan pada November 2024. Transaksi melalui aplikasi ini mencapai 199 juta, sedangkan volume total mencapai 223 triliun rupiah. Anton menilai pertumbuhan ini menunjukkan keberhasilan inisiatif digital BSI, termasuk QRIS, dalam menjangkau audiens global.

“Super app BYOND by BSI adalah bagian dari Key Strategy kami untuk menyediakan layanan keuangan yang holistik, mulai dari transaksi harian hingga investasi, serta memperkuat kehadiran BRIS di pasar internasional,” ungkap Anton.

Menurut Anton, kemajuan super app ini menjadi indikator kuat bahwa BRIS telah membangun fondasi yang kuat dalam menyediakan solusi keuangan digital. Layanan QRIS yang menjadi bagian dari super app tersebut diperkirakan akan memberikan dampak signifikan dalam mempercepat adopsi teknologi pembayaran di Arab Saudi, khususnya dalam sektor ritel dan layanan jasa.

Persiapan dan Integrasi QRIS di Arab Saudi

Anton Sukarna menyebutkan bahwa penggunaan QRIS di Arab Saudi membutuhkan persiapan matang, termasuk pengoptimalan infrastruktur teknologi, kerja sama dengan pihak ketiga, serta pelatihan staf. “Kami sedang membangun kemitraan strategis dengan pihak terkait untuk memastikan QRIS bisa beroperasi secara efisien dan terintegrasi dengan ekosistem keuangan lokal,” katanya. Menurut Anton, Key Strategy ini juga mencakup penyesuaian produk layanan dengan kebutuhan nasabah, seperti pembayaran lintas batas dan pengelolaan dana lintas wilayah.

BSI juga mengantisipasi kebutuhan transaksi yang meningkat akibat pertumbuhan ekonomi digital di Arab Saudi. Dengan memperkenalkan QRIS, BRIS berharap bisa menjadi mitra utama dalam meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi, sekaligus memperkuat posisi sebagai bank syariah yang inovatif di pasar global.

MORE FROM THIS CATEGORY