RUPS MEDC Ketok Dividen US$87 Juta & Angkat Royke Jadi Komisaris

2 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
ilustrasi-bursa-efek-indonesia-cnbc-indonesiaandrean-kristianto-7_169

RUPS MEDC: Key Discussion Membahas Dividen US$87 Juta dan Perubahan Susunan Komisaris

Dailynesia.com – Pada rapat umum pemegang saham (RUPS) MEDC yang digelar pada 4 Juni 2026 menjadi sorotan utama. Dalam pertemuan tersebut, keputusan penting terkait pembagian dividen dan pengangkatan anggota dewan komisaris dibahas secara rinci. Dividen yang ditetapkan mencapai US$87 juta atau sekitar Rp1,57 triliun, dengan kurs rupiah Rp18.080 per dolar AS. Keputusan ini menandai langkah strategis perusahaan dalam mengoptimalkan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.

Detail Pembagian Dividen

Key Discussion mengungkapkan bahwa dividen ini dihitung berdasarkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar US$100,92 juta, dengan persentase 86,20%. Pembagian tunai mencakup US$45 juta, sedangkan US$42 juta sebelumnya telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 28 November 2025. Nilai rupiah dividen akhir akan disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal pencatatan 18 Juni 2026.

Keputusan ini mencerminkan keberhasilan MEDC dalam menjaga konsistensi pengelolaan keuangan, sekaligus memberikan kepastian kepada investor. Dividen yang tinggi berpotensi meningkatkan daya tarik saham di pasar, terutama mengingat peningkatan laba bersih dari tahun sebelumnya. Selain itu, sisa laba yang tidak dialokasikan untuk pemegang saham, sebesar US$13,92 juta, akan digunakan untuk investasi jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan di masa depan.

Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris

Dalam Key Discussion RUPS, perubahan susunan pengurus perusahaan juga menjadi fokus utama. Pemegang saham menyetujui pemberhentian Roberto Lorato dan Anthory R. Mathias dari jabatan direktur, efektif sejak 4 Juni 2026. Sementara itu, Benny Setiawan dan Sanjeev Bansal resmi diangkat sebagai direktur baru, membawa perubahan dalam struktur manajemen MEDC.

Sebagai bagian dari Key Discussion, pengangkatan Royke Tumilaar sebagai komisaris menjadi momen penting. Royke, mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), diharapkan dapat memberikan wawasan strategis berdasarkan pengalamannya di sektor perbankan. Keterbukaan informasi menyebutkan bahwa Yani Y. Panigoro kembali menjadi komisaris utama, sementara Yaser Raimi A. Panigoro dan Marsillam Simandjuntak juga diangkat sebagai anggota dewan komisaris.

Dewan komisaris baru MEDC terdiri dari lima orang, dengan Royke Tumilaar sebagai komisaris dan Yani Y. Panigoro sebagai komisaris utama. Struktur ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara pengalaman dan inovasi, serta meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan perusahaan. Pemegang saham menyetujui keputusan tersebut untuk berlaku hingga RUPS Tahunan tahun buku 2030 yang diadakan pada tahun 2031.

Dalam Key Discussion, keputusan tentang susunan direksi dan komisaris dijelaskan secara rinci. Hilmi Panigoro tetap menjabat sebagai Direktur Utama, sementara Ronald Gunawan dan Amri Siahaan diangkat sebagai direktur baru. Perubahan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan bisnis MEDC, terutama dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Penyesuaian struktur manajemen ini juga mencerminkan kebijakan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja.

Key Discussion dalam RUPS MEDC tidak hanya fokus pada dividen dan susunan komisaris, tetapi juga menyasar pertimbangan strategis masa depan. Pemegang saham sepakat bahwa keputusan ini selaras dengan visi perusahaan untuk memperkuat posisi dalam industri energi. Dividen yang signifikan, kombinasi dengan perubahan komisaris, menunjukkan komitmen MEDC untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan sekaligus memenuhi ekspektasi investor.

Sebagai hasil dari Key Discussion, perusahaan juga menyampaikan laporan keuangan dan proyeksi keuntungan ke depan. Laba bersih yang meningkat menunjukkan keberhasilan MEDC dalam memanfaatkan peluang pasar, baik melalui operasional maupun ekspansi. Dividen US$87 juta, yang terdiri dari distribusi tunai dan interim, dipandang sebagai indikator positif kesehatan keuangan perusahaan. Pemegang saham menilai bahwa keputusan ini akan berdampak jangka panjang terhadap nilai saham dan kinerja operasional MEDC.

MORE FROM THIS CATEGORY