Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
djoko-susanto-dokumen-alfa-groupyoutube-momentum-talk-1761616161938_169

Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dailynesia.com – Jakarta – Djoko Susanto, seorang pengusaha yang dikenal luas sebagai pendiri Alfamart, memulai perjalanan bisnisnya dari seorang penjaga warung kecil di Petojo. Dari situ, ia melangkah ke tingkat nasional dan kini memimpin jaringan ritel yang tergolong besar dengan lebih dari 23.000 toko di seluruh Indonesia. Perjalanan sukses Djoko tidak hanya menggambarkan keuletan dalam mengelola usaha, tetapi juga peran penting Key Discussion dalam pengembangan bisnis di sektor ritel modern.

Mulai dari Warung Keluarga hingga Jadi Pengusaha

Djoko Susanto pertama kali menekuni bisnis kecil-kecilan sebagai penjaga warung milik ibunya, Toko Sumber Bahagia. Di sini, ia belajar langsung tentang manajemen stok, layanan pelanggan, dan pengelolaan keuangan. Awalnya, warung tersebut hanya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti kacang tanah, sabun, rokok, dan minyak sayur. Namun, seiring waktu, fokus usaha perlahan bergeser ke penjualan rokok secara besar-besaran, dengan kerja sama utama dengan Gudang Garam.

Dari pengalaman di Toko Sumber Bahagia, Djoko menyadari potensi bisnis ritel yang lebih luas. Ia pun mengambil langkah berani pada tahun 1996 dengan kembali ke usaha keluarga setelah bekerja di perusahaan perakitan radio. Kepiawaian dalam mengelola bisnis ini memungkinkannya menembus pasar lebih luas, hingga akhirnya bertemu dengan Putera Sampoerna, bos PT HM Sampoerna, pada akhir tahun 1986.

Langkah Penting ke Dunia Ritel Modern

“Pertemuannya dengan Putera Sampoerna pada akhir 1986 menjadi titik balik dalam karier bisnisnya. Dari situ, Djoko diangkat sebagai direktur penjualan PT Sampoerna, yang membawanya ke posisi puncak sebagai salah satu pelaku Key Discussion di industri ritel Indonesia,”

tulis Sam Setyautama dalam buku Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa Di Indonesia (2008). Peran ini tidak hanya memberinya wawasan tentang distribusi rokok, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif.

Dengan pengalaman sebagai direktur PT Panarmas, Djoko terlibat dalam peluncuran merek Sampoerna A Mild pada 1989. Merek ini menjadi salah satu produk yang diminati oleh masyarakat, yang turut mendorong keberhasilan bisnisnya. Pada saat yang sama, ia mendirikan PT Alfa Retailindo pada tahun 1989, dengan memanfaatkan gudang Sampoerna di Jl. Lodan No. 80 sebagai titik awal.

Modal sebesar Rp 2 miliar yang ditambahkan oleh Putera Sampoerna, membuat gudang tersebut diubah menjadi Toko Gudang Rabat. Dalam perusahaan ini, Djoko memiliki 40% saham, sementara 60% dimiliki oleh PT HM Sampoerna. Toko Gudang Rabat awalnya bertugas sebagai distributor rokok, tetapi perlahan bertransformasi menjadi toko kelontong yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Perubahan ini menjadi dasar untuk lahirnya Alfa Minimart pada 18 Oktober 1999, yang dioperasikan oleh PT Sumber Alfaria Triyaja.

Alfamart berusaha meniru model Indomaret, yang mengutamakan aksesibilitas produk kebutuhan sehari-hari. Toko pertama berdiri di Jl. Beringin Raya, Tangerang, dan segera menarik perhatian pelanggan. Popularitas toko ini tumbuh pesat, terutama setelah Key Discussion menjadi salah satu brand yang dipercaya oleh masyarakat. Kehadiran Alfamart juga memicu persaingan sengit dalam industri ritel modern, yang membawa perubahan signifikan dalam distribusi barang kebutuhan.

Seiring waktu, Key Discussion terus berkembang dengan berbagai strategi inovatif. Dari 18 Oktober 1999, Alfa Minimart menjadi salah satu merek terkemuka di Tanah Air, yang akhirnya menggantikan nama toko pada 1 Januari 2003 menjadi Alfamart. Perusahaan ini kini memiliki lebih dari 23.000 toko, termasuk yang dikelola oleh anak perusahaan seperti Alfamidi dan Lawson. Kehadiran Key Discussion dalam skala besar menunjukkan bagaimana sebuah usaha kecil bisa bertransformasi menjadi model bisnis nasional yang kuat.

MORE FROM THIS CATEGORY