Ini Penyebab Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
b4a75a34-cdc6-4247-8819-7c8679788162-0

Ini Penyebab Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan

Dailynesia.com – Jakarta, Senin (15/6/2026) — Perusahaan Danantara, yang merupakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, masih belum mengungkapkan laporan keuangan ke publik sejak diluncurkan pada Februari 2025. Hal ini disampaikan oleh Rosan Roeslani, CEO Danantara, yang menjelaskan bahwa proses penyusunan laporan keuangan memerlukan waktu yang lebih lama karena Danantara merupakan konsolidasi dari lebih dari seribu perusahaan. Sebagai perusahaan yang berbentuk konsolidasi, Danantara harus menggabungkan data keuangan dari berbagai entitas, sehingga menghasilkan laporan yang lebih lengkap dan akurat.

Mengapa Penyusunan Laporan Keuangan Memakan Waktu?

Proses penyusunan laporan keuangan Danantara menjadi lebih kompleks karena perusahaan ini menggabungkan data dari lebih dari seribu entitas. Rosan Roeslani menjelaskan bahwa ini merupakan tantangan besar, terutama dalam mengumpulkan, memverifikasi, dan menyusun data secara konsisten. “Kita ini konsolidasi seribu perusahaan, jadi prosesnya memang memerlukan waktu yang cukup panjang. Karena itu, akhir Juni menjadi masa yang tepat untuk merilis laporan tersebut,” katanya saat memberi wawancara di Kompleks Istana Kepresidenan.

Peran Audit oleh BPK dalam Proses Laporan Keuangan

“Kita juga sudah serahkan datanya ke BPK, karena BPK yang akan melakukan audit di kami,” tambah Rosan.

Proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi salah satu elemen kritis dalam menyusun laporan keuangan Danantara. Laporan tersebut harus memenuhi standar akuntansi dan transparansi yang tinggi, sehingga membutuhkan waktu ekstra untuk diverifikasi. Rosan menyebutkan bahwa meski laporan keuangan belum sepenuhnya diaudit, data yang disampaikan tetap menjadi dasar perhitungan bagi para investor. Ini menunjukkan bahwa Danantara berusaha memastikan keandalan informasi sebelum dirilis.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan menegaskan bahwa pengumuman laporan keuangan akan dilakukan tepat waktu. Ia menjelaskan bahwa batas waktu pelaporan keuangan ditetapkan akhir Juni, yang menjadi tenggat waktu untuk mengumpulkan semua data keuangan dari seribu perusahaan yang tergabung. “Kita harus memastikan bahwa semua laporan keuangan dari entitas yang tergabung telah selesai diverifikasi sebelum diberikan ke publik,” ujarnya. Hal ini juga memungkinkan tim manajemen untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum memberikan hasil akhir.

Respons Investor terhadap Penawaran Global Bond

Rosan Roeslani menyoroti bahwa respons investor terhadap penawaran global bond dari Danantara cukup positif meskipun laporan keuangan belum sepenuhnya dirilis. “Jadi kita lihat responnya ternyata positif karena kita memberikan laporan keuangan apa adanya. Kita kasih tahu apa adanya kok gitu, dan mereka juga tahu serta bisa mengikuti perkembangan di sini,” tambahnya. Investor di luar negeri, seperti di AS, Eropa, dan Asia, menaruh minat besar terhadap global bond yang ditawarkan oleh Danantara. Surat utang tersebut senilai US$1,5 miliar dengan durasi 5 dan 10 tahun, serta mencapai oversubsribe lebih dari tiga kali.

Penyusunan laporan keuangan juga menjadi faktor penting dalam menarik minat investor. Meski prosesnya memakan waktu, Rosan menjelaskan bahwa data yang telah disiapkan memenuhi standar transparansi yang dibutuhkan oleh pasar keuangan internasional. “Kita tampilkan data-data kita, dan mereka bisa melihat. Mereka bisa menghitung, menganalisa laporan keuangan yang kita keluarkan,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa Danantara berusaha memperlihatkan kredibilitas sejak awal, meski ada penundaan dalam pengumuman laporan keuangan.

Pengaruh Penundaan Laporan Keuangan terhadap Pasar

Penundaan dalam pengumuman laporan keuangan Danantara berdampak terhadap ketidakpastian pasar, terutama bagi investor yang menunggu data akurat untuk mengambil keputusan. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa meskipun ada penundaan, proses ini tidak terlalu memperlambat kemajuan Danantara dalam mengembangkan bisnisnya. “Kita tetap bergerak maju, dan laporan keuangan akan menjadi acuan penting setelah selesai,” katanya. Dengan demikian, Danantara menegaskan komitmennya untuk memberikan informasi keuangan yang jelas dan terstruktur kepada publik.

Sebagai perusahaan yang fokus pada investasi dan pengembangan infrastruktur, Danantara berharap laporan keuangan bisa menjadi alat untuk membangun kepercayaan dengan investor dan pihak terkait. Rosan Roeslani juga mengungkapkan bahwa penyusunan laporan keuangan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kesalahan yang bisa memengaruhi kredibilitas perusahaan. “Kita ingin laporan keuangan ini bisa menjadi referensi yang andal bagi semua pihak,” katanya. Dengan proses yang teliti, Danantara berharap bisa memberikan hasil yang memuaskan kepada pasar.

Kelengkapan laporan keuangan menjadi salah satu kriteria utama dalam menilai kinerja perusahaan. Danantara, dengan jumlah entitas yang tergabung, harus memastikan bahwa laporan tersebut mencakup semua aspek keuangan secara utuh. Proses ini juga melibatkan koordinasi antar tim, serta pemeriksaan terhadap data yang disajikan. Meski ada penundaan, Rosan menegaskan bahwa Danantara tetap berusaha memenuhi tenggat waktu dengan baik. “Kita akan segera merilis laporan keuangan setelah semua data selesai diverifikasi,” tambahnya. Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.

MORE FROM THIS CATEGORY