Important News: Benarkah Fundamental Ekonomi RI Kuat? Begini Kata Ekonom Senior

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
ekonom-senior-raden-pardede-menyampaikan-pemaparan-dalam-acara-cnbc-indonesia-economic-outlook-2025-di-hotel-westin-jakarta-ra-1740557720217_169

Important News: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat, Ekonom Senior Beri Penjelasan

Dailynesia.com – Jakarta – Pasar keuangan Indonesia sedang mengalami volatilitas yang cukup tinggi, namun ekonom senior mengklaim fondasi ekonomi bangsa ini tetap stabil. Hal ini diungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia, di mana berbagai indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang relatif kuat meskipun tren pasar keuangan belum sepenuhnya membaik.

Stabilitas Fundamental Ekonomi RI Dipertahankan Meski Pasar Terpuruk

Menurut ekonom senior Raden Pardede, meskipun harga saham dan pasar keuangan Indonesia mengalami penurunan, hal ini tidak secara langsung mencerminkan kekuatan ekonomi nasional. “Fundamental ekonomi kita tetap kuat karena ada lag atau jeda waktu sekitar 3 hingga 9 bulan sebelum dampaknya terasa di pasar,” jelas Raden dalam wawancara terbaru.

“Peningkatan harga barang dan pelemahan mata uang tidak langsung mengganggu kinerja ekonomi. Faktor-faktor ini membutuhkan waktu untuk mencerminkan efeknya ke level makroekonomi. Selama masa krisis sebelumnya, kita juga melihat situasi serupa, namun ekonomi Indonesia mampu pulih lebih cepat,” tambahnya.

BI Rate dan Kebijakan Moneter Menjadi Faktor Penyelamat

Raden menyoroti peran kebijakan moneter pemerintah, khususnya kenaikan BI Rate, sebagai alat untuk mengendalikan inflasi dan menjaga kepercayaan investor. “Meskipun kenaikan suku bunga baru-baru ini belum sepenuhnya terasa, kebijakan ini berpotensi memperkuat investasi jangka panjang dan stabilitas ekonomi,” katanya.

“Kebijakan BI Rate yang diterapkan pada akhir tahun lalu akan memberikan dampak positif dalam beberapa bulan mendatang. Ekonomi RI memiliki kelebihan dalam struktur kebijakan makroekonomi yang terkoordinasi, sehingga bisa menahan tekanan eksternal,” ujarnya.

Di sisi lain, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochamad Firman Hidayat juga memberikan perspektif serupa. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik dibandingkan pada masa krisis 1998, terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.

“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5% tahunan, sementara inflasi terpantau stabil di bawah 3%. Faktor-faktor seperti ekspor komoditas dan peningkatan investasi asing juga menjadi penopang utama,” tambah Firman.

Analisis Lebih Lanjut: Faktor Global dan Ekspor Komoditas

Selain itu, ekonom senior menyoroti peran ekspor komoditas sebagai penopang ekonomi Indonesia. “Sektor pertanian dan energi masih menjadi tulang punggung penerimaan devisa, yang membantu menjaga kekuatan fundamental ekonomi,” papar Raden. Ia menjelaskan bahwa peningkatan harga komoditas global, seperti minyak mentah dan batu bara, memberikan dampak signifikan pada neraca pemerintah.

“Meski pasar keuangan sedang tertekan, data produksi dan ekspor komoditas menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Hal ini membuktikan bahwa ekonomi RI masih mampu bertahan meskipun di tengah tekanan,” jelas Firman.

Dalam konteks inflasi, Raden menyatakan bahwa data terbaru belum mencerminkan peningkatan signifikan. Namun, ia memperingatkan bahwa kenaikan harga barang, seperti bahan pokok dan energi, akan berdampak pada ekspektasi pasar dan inflasi periode berikutnya. “Efek dari kenaikan harga ini mungkin muncul dalam 6-9 bulan ke depan, sehingga perlu dipantau secara intensif,” tegasnya.

Important News – Pemerintah Indonesia juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap ketidakpastian global, terutama dari krisis ekonomi di luar negeri. “Meskipun kita memiliki kelebihan dalam struktur ekonomi, penurunan ekspor dan investasi asing dari negara-negara tetangga bisa memberikan tekanan,” ujarnya.

Important News – Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, ekonom senior yakin fundamental ekonomi RI masih cukup kuat untuk menghadapi tantangan eksternal. “Kinerja sektor keuangan domestik dan stabilitas inflasi menjadi bukti bahwa Indonesia tidak mudah terguncang,” pungkas Firman.

MORE FROM THIS CATEGORY