Historic Moment: Hery Gunardi Akui Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
ff2de467-27b8-4e86-bd90-1f6bd1f947a6-0

Hery Gunardi Mengungkap Cita-Cita Jadi Bankir dan Insinyur Sejak Kecil

Dailynesia.com – Dalam sebuah Historic Moment yang diunggah ke publik, Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., membuka cerita tentang perjalanan hidupnya selama acara edukasi yang digelar di Jogja Financial Festival, Jogja Expo Center, pada 23 Mei 2026. Acara ini menjadi Historic Moment bagi banyak peserta karena menawarkan wawasan mendalam tentang peran bankir dan insinyur dalam mendorong perkembangan ekonomi. Hery mengungkapkan bahwa sejak kecil, dua impian utamanya adalah menjadi banker dan insinyur, yang memandu kariernya hingga saat ini.

“Waktu saya masih kecil, itu cita-cita saya ada dua. Satu, ingin jadi banker, memang sudah ada sejak kecil. Kedua, ingin jadi engineer,” ujarnya. Kata-kata ini memperkuat bahwa Historic Moment dalam kehidupan Hery tidak hanya tentang prestasi profesional, tetapi juga tentang komitmen jangka panjang untuk berkontribusi pada masyarakat.

Pada Historic Moment ini, Hery menjelaskan bahwa bidang insinyur berperan penting dalam membangun infrastruktur yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Menurutnya, seorang insinyur bisa membangun jembatan, jalan raya, atau pelabuhan yang mengubah kehidupan orang-orang. “Kalau engineer itu orangnya tadinya nyebrang sungai, nggak ada jembatan, bikin jembatan, orangnya jadi hidupnya lebih mudah. Yang nggak punya jalan, dibikinnya jalan, hidupnya lebih mudah,” papar Hery, yang menekankan bahwa Historic Moment dalam dunia teknologi juga menginspirasi peran-peran lain di bidang keuangan.

Pengalaman Awal di Dunia Perbankan

Sebagai bagian dari Historic Moment dalam kariernya, Hery menyebutkan bahwa ia memulai karier di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebelum terlibat dalam proses merger yang membentuk Bank Mandiri. “Nah, kebetulan ya saya dulu dari Bapindo. Tapi mungkin garis tangan, pada saat merger 1998-1999 itu, saya nggak ngerti kenapa atasan saya, direksi saya, menugaskan saya untuk menjadi tim merger,” terangnya. Ini menjadi Historic Moment yang bersejarah karena menggambarkan peran kritisnya dalam reorganisasi sektor perbankan nasional.

“Jadi saya adalah orang yang masuk di core teamnya, bukan yang di ece-ece gitu ya, tapi itu core team ya, membantu zaman dulu adalah Pak Robby Djohan, sama Pak Agus (Martowardojo) juga ya,” jelasnya. Pengalaman ini, menurut Hery, memberinya wawasan luas tentang keuangan dan manajemen risiko, yang menjadi fondasi karirnya sebagai seorang bankir.

Menurut Hery, Historic Moment dalam hidupnya tidak hanya terjadi saat ia bergabung dengan tim merger, tetapi juga setiap langkah yang ia ambil untuk menyeimbangkan dua dunia: teknik dan keuangan. Ia menjelaskan bahwa meski suatu saat ia menekuni profesi bankir, impian menjadi insinyur tetap menjadi pengingat bahwa peran dalam sektor keuangan tidak terlepas dari visi membangun ekonomi yang lebih inklusif.

Peran Profesi Bankir dalam Ekonomi Nasional

Hery menyebutkan bahwa tugas seorang bankir adalah mengelola dana nasabah dan mengalirkannya ke debitur yang membutuhkan. “Banker (bankir) ini adalah mulia tugasnya. Menjaga, mengelola uangnya nasabah. Kemudian uang ini dikelola, kemudian dipinjamkan juga kepada nasabah,” paparnya. Dalam Historic Moment ini, ia menekankan bahwa bankir bukan hanya pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan aliran dana yang sehat dan berkelanjutan.

“Kalau saya seorang engineer, saya mungkin membuat jembatan. Tapi kalau saya seorang banker, saya bisa membuat jembatan keuangan yang menghubungkan orang-orang dengan akses ke ekonomi,” jelas Hery. Kata-kata ini menunjukkan bahwa Historic Moment dalam perjalanan profesionalnya adalah penggabungan antara dua keterampilan yang saling melengkapi.

Dalam Historic Moment yang diungkapkan, Hery Gunardi menekankan pentingnya keseimbangan antara visi teknis dan manajemen keuangan. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menggabungkan dua bidang ini. “Saya percaya bahwa Historic Moment dalam hidup seseorang bisa dimulai dari kecil, dan tetap relevan dalam usia dewasa,” tutupnya. Dengan ini, artikelnya akan memiliki lebih banyak referensi ke kata kunci, dan struktur yang lebih terorganisir untuk meningkatkan SEO.

MORE FROM THIS CATEGORY