Bos OJK Sampaikan Tiga Pesan Kunci untuk Meningkatkan Pasar Modal Indonesia
Dailynesia.com – Dalam acara Investment Forum CNBC Indonesia 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/7/2026), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memberikan panduan strategis bagi investor dan para pemangku kepentingan pasar modal. Tiga prioritas yang dianggap vital untuk menggerakkan pertumbuhan pasar keuangan Indonesia ke depannya adalah integritas sektor jasa keuangan, diversifikasi instrumen investasi, serta peningkatan akses ke sektor ekonomi riil.
Integritas Sektor Jasa Keuangan Menjadi Fondasi Utama Stabilitas dan Kepercayaan Investor
Ketua OJK menekankan bahwa keberhasilan pertumbuhan pasar modal bergantung pada penegakan integritas di seluruh rangkaian sektor keuangan. Penguatan regulasi, tata kelola, dan transparansi pasar dinyatakan sebagai elemen kunci untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan kepercayaan calon investor. Selain itu, perlindungan konsumen dari praktik penipuan dan transaksi ilegal juga menjadi fokus utama dalam upaya membangun kepercayaan yang kuat.
“Integritas sektor jasa keuangan, tidak bisa dibangun hanya oleh OJK, DPR, BEI, tapi semua pihak harus jaga. Kedua, saya ajak semua investor untuk diversifikasi agar perluas, ada bursa karbon dan bursa lain yang bisa dimanfaatkan untuk tumbuh kembang pasar keuangan di Indonesia. Selain itu, inklusif dan berdampak pada sektor riil,”
Perluasan Pembiayaan Melalui Diversifikasi Instrumen Investasi
Friderica menyoroti pentingnya pengembangan berbagai instrumen investasi untuk memperluas pilihan dan meningkatkan peluang pertumbuhan pasar. Inisiatif seperti bursa mineral, bursa karbon, serta green finance dianggap sebagai upaya untuk membuka sumber pendanaan baru sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengakses rantai nilai global.
Investasi Inklusif yang Memberikan Dampak Nyata pada Sektor Ekonomi Riil
Pertumbuhan sektor keuangan juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), sektor pertanian, dan perikanan. Dengan akses pendanaan yang lebih luas, produktif, dan berkelanjutan, transformasi pasar modal diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi riil serta mengurangi kesenjangan antara sektor keuangan dan masyarakat.

