Dubes Jerman Optimistis Perjanjian Dagang RI-Eropa Bakal Mulus
Dailynesia.com – Menjadi fokus utama pembahasan dalam pertemuan diplomatik antara Indonesia dan Uni Eropa. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, mengungkapkan bahwa perjanjian dagang yang menandai New Policy ini diprediksi akan segera memasuki fase ratifikasi tanpa hambatan besar. Menurutnya, dukungan terhadap kesepakatan ini cukup solid, baik dari pihak Eropa maupun Indonesia, sehingga proses implementasinya diharapkan berjalan lancar. “Dengan New Policy yang diperjuangkan selama bertahun-tahun, kita mendekati titik perjanjian yang seimbang dan berkelanjutan,” ujar Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, yang sebelumnya sempat menjadi sorotan, kini semakin mendekati finalisasi. New Policy ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi kedua belah pihak. Duta Besar Jerman menekankan bahwa New Policy tidak hanya mendorong pertumbuhan perdagangan, tetapi juga memperkuat investasi dan hubungan ekonomi antar negara. “Ini adalah New Policy yang strategis, karena memberikan kepastian hukum dan jaminan akses pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Perjanjian Bukan Kontroversial
Beste menjelaskan bahwa IEU-CEPA tidak menimbulkan kontroversi seperti perjanjian dagang lainnya. “Mayoritas di Eropa mendukung kerja sama bilateral dengan Indonesia. New Policy ini menjawab kebutuhan pasar dan kepentingan bersama,” katanya. Menurutnya, dukungan dari pihak Indonesia juga sangat kuat, karena manfaat yang diharapkan dari New Policy ini bisa meningkatkan daya saing ekonomi nasional. “Saya tidak khawatir karena ada New Policy yang menjamin keberlanjutan kerja sama ini,” ujarnya.
“Ada mayoritas yang luas di Eropa yang mendukung New Policy perdagangan bilateral dengan Indonesia. Ini bukan perjanjian yang kontroversial, dan saya yakin New Policy ini akan memberikan manfaat signifikan untuk kedua pihak,” tutur Beste.
Dalam konteks New Policy, perjanjian ini juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha Indonesia dan Eropa. Dengan penghapusan sebagian besar tarif, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekspor dan investasi. “Dengan New Policy ini, Indonesia akan lebih mudah menjangkau pasar Eropa, sementara Eropa bisa memperluas jaringan bisnisnya di Asia Tenggara,” jelasnya. Menurutnya, sekitar 98% dari pos tarif akan diturunkan menjadi nol persen dalam waktu 10 tahun setelah perjanjian berlaku, dengan pengecualian untuk beberapa sektor yang masih memerlukan perlindungan.
Dampak Investasi Menjadi Fokus Utama
Salah satu manfaat utama dari New Policy ini adalah meningkatkan aliran investasi antar kedua negara. “Kepastian regulasi yang diberikan oleh New Policy akan memudahkan perusahaan Eropa untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Duta Besar Jerman. Ia menambahkan bahwa New Policy ini juga akan membuka peluang bagi investor Indonesia untuk memasuki pasar Eropa, yang merupakan salah satu pasar terbesar di dunia.
“Dengan New Policy ini, kita tidak hanya mengembangkan hubungan dagang, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar. Kepastian regulasi dan kerangka kerja yang lebih jelas akan mempermudah pelaku usaha untuk berinvestasi,” kata Beste.
Beste menegaskan bahwa New Policy ini akan memberikan dampak luas, termasuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra ekonomi strategis. “Perjanjian ini akan meningkatkan akses ke layanan keuangan, pembiayaan, dan kebijakan perdagangan yang lebih harmonis,” jelasnya. Menurutnya, pelaku usaha Jerman yang beroperasi di Indonesia saat ini sudah memanfaatkan negara ini sebagai pusat produksi, dan New Policy akan memperkuat kemitraan tersebut. “Indonesia dan Eropa memiliki kepentingan yang sama, dan New Policy ini akan menjadi jembatan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Perjanjian dagang yang diharapkan berlaku pada 2027 ini juga dianggap sebagai New Policy yang berdampak jangka panjang. Selain mengurangi tarif, New Policy ini mencakup kerja sama dalam sektor-sektor kunci seperti energi, teknologi, dan pariwisata. Duta Besar Jerman optimis bahwa New Policy ini akan mempercepat proses integrasi ekonomi antara Indonesia dan Eropa. “Kami ingin melihat lebih banyak perusahaan Jerman dan Indonesia saling bermitra, dan New Policy ini adalah langkah awal menuju keberhasilan tersebut,” tuturnya.
Dengan New Policy yang diperkenalkan, Jerman berharap Indonesia semakin menjadi destinasi investasi yang menarik. Duta Besar menyoroti bahwa New Policy ini tidak hanya menguntungkan Eropa, tetapi juga menjaga keseimbangan kepentingan Indonesia. “Kami menghargai komitmen Indonesia dalam menciptakan kebijakan yang inklusif, dan New Policy ini akan menjadi bukti dari kerja sama yang saling menguntungkan,” pungkasnya. Harapan ini semakin tinggi setelah melihat respons positif dari berbagai pihak terkait perjanjian yang menandai New Policy ini.

