Mendikdasmen Klaim Jutaan Murid Mau Program MBG Lanjut

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
menteri-pendidikan-dasar-dan-menengah-mendikdasmen-abdul-muti-di-istana-merdeka-kamis-1162026-cnbc-indonesiaemir-yanwardhana-1781180200076_169

Mendikdasmen Klaim Jutaan Murid Mau Program MBG Lanjut

Dailynesia.com – Jakarta – Mendikdasmen (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) melaporkan antusiasme tinggi dari ribuan guru dan siswa terhadap program Makanan Gratis Berimbang (MBG) yang diharapkan akan diperpanjang. Program ini, yang sejak diperkenalkan pada tahun 2025, telah menunjukkan dampak signifikan dalam meningkatkan semangat belajar dan kinerja akademik para siswa. Dalam pertemuan terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu (11/6/2026), Mendikdasmen menegaskan bahwa MBG menjadi salah satu program yang mendapat dukungan luas dalam berbagai aspek kehidupan pendidikan.

Dalam penyampaiannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa MBG menjadi bagian dari tujuh kebiasaan Indonesia Hebat yang dicanangkan pihaknya. Keempat kebiasaan tersebut adalah olahraga pagi, doa, kegiatan fisik, pola makan sehat, cinta belajar, keterlibatan komunitas, dan tidur awal. Dengan mengintegrasikan MBG ke dalam kebiasaan ini, pemerintah berharap mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus menjaga kesehatan dan nutrisi siswa yang menjadi prioritas utama.

“Kami sudah menerbitkan modul-modul pelaksanaannya, dan penelitian dari UI serta institusi lainnya menunjukkan dampak positif program MBG terhadap motivasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta peningkatan hasil akademik,” ujar Mu’ti kepada wartawan.

Menurut Mu’ti, program MBG juga mendapat tanggapan positif dari sebagian besar guru yang terlibat langsung. Data yang disampaikan kepada Presiden mencatat bahwa hingga 10 Juni 2026, sekitar 80,7% siswa telah menerima manfaat dari program ini. Dari total sekitar 53 juta guru, 43 juta orang telah bergabung dalam pelaksanaan MBG. “Semua pihak sepakat untuk melanjutkan program ini karena manfaatnya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Pelaksanaan MBG tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan siswa secara keseluruhan. Mu’ti menyebut bahwa kebijakan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan seimbang. Selain itu, program revitalisasi sekolah yang tengah digencarkan pihaknya, di mana 100% dari 16.167 unit pendidikan telah diperbaiki pada tahun 2025, menjadi bagian dari Topics Covered yang lebih luas. Untuk tahun ini, rencananya 71.744 unit pendidikan akan diperbarui dengan dana Rp14 triliun yang disetujui DPR.

Program Revitalisasi Sekolah yang Berkelanjutan

Revitalisasi sekolah menjadi salah satu Topics Covered yang menarik perhatian. Mu’ti mengatakan bahwa proyek ini diharapkan bisa menghasilkan 1,1 juta lapangan kerja, terutama dalam pengelolaan sistem mandiri. Proses revitalisasi ini juga berdampak positif terhadap perekonomian nasional, seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan yang terus berlangsung. Di samping itu, kebijakan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dan menjamin lingkungan belajar yang lebih baik untuk para siswa.

Revisi pada kebijakan pendidikan ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik, tetapi juga pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Mu’ti menyatakan bahwa revitalisasi sekolah memungkinkan penerapan pembelajaran yang lebih efektif, sehingga meningkatkan partisipasi siswa dan menurunkan tingkat kemalangan. Program ini juga diproyeksikan akan berkontribusi dalam menekan angka buta aksara dan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Perluasan Program MBG dan Dukungan Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan program MBG, Mendikdasmen berharap dapat memperluas kebijakan ini ke semua tingkat pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga madrasah. Mu’ti menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu Topics Covered yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat. “Dengan MBG, anak-anak dapat fokus pada belajar tanpa khawatir akan kebutuhan nutrisi mereka,” ujar Mu’ti.

Program MBG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. Dengan adanya bantuan makanan berimbang, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat tetap berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Mu’ti menambahkan bahwa proyek ini menjadi salah satu dari banyak kebijakan yang termasuk dalam Topics Covered, karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi.

Sebagai bagian dari Topics Covered yang lebih luas, program MBG juga diharapkan bisa memperkuat kerja sama antara pemerintah dan lembaga pendidikan. Mu’ti menjelaskan bahwa modul-modul yang diterbitkan mencakup panduan pelaksanaan yang terstruktur, sehingga memudahkan pihak sekolah dalam menerapkannya. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka panjang.

Dalam menutup pertemuan, Mu’ti berharap Presiden dapat turut serta dalam acara wisuda 12.500 guru yang telah menyelesaikan pelatihan dalam program Indonesia Hebat. “Ini menjadi bagian dari Topics Covered yang mencakup pengembangan kompetensi guru dan pemberdayaan masyarakat pendidikan,” katanya. Dengan pendekatan yang lebih holistik, program ini diharapkan bisa menjadi bahan acuan dalam perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY