Video: Prabowo Jawab Kritikan Sering Keluar Negeri, Singgung Jokowi

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
prabowo-jawab-kritikan-sering-keluar-negeri-singgung-jokowi-1781158049310_169

Prabowo Jawab Kritikan Sering Kunjungan ke Luar Negeri, Singgung Jokowi

Dailynesia.com – Dalam acara Latest Program yang digelar di Bandar Lampung pada Rabu, 10 Juni 2026, Prabowo Subianto, mantan Presiden Indonesia, memberikan respons terhadap kritik yang selama ini mengarahkan perhatian pada frekuensi kunjungan ke luar negeri. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar kebiasaan, tetapi merupakan strategi untuk memperkuat kerja sama internasional dan mendatangkan manfaat bagi perekonomian dalam negeri. Prabowo juga menyebutkan bahwa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya pernah menjadi sorotan karena dianggap kurang fokus pada tugas pemerintahan selama masa kepemimpinannya.

Konteks Kritik dalam Politik Nasional

Kritikan terhadap Prabowo terkait kebiasaannya melakukan kunjungan luar negeri menjadi topik hangat dalam media dan ruang publik. Banyak pihak menganggap kegiatan tersebut mengurangi perhatian pada isu domestik, terutama dalam rangkaian kritik yang menyoroti kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Dalam Latest Program, Prabowo mengakui bahwa selama masa pemerintahannya, ia memang sering memprioritaskan perjalanan internasional sebagai bagian dari strategi menciptakan iklim investasi dan membangun kerja sama bilateral.

“Dalam memimpin sebuah negara, tidak selalu bisa memenuhi semua harapan sekaligus. Tugas utama adalah menyeimbangkan antara kebijakan nasional dan hubungan luar negeri,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa keputusan untuk berada di luar negeri bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam arena global.

Perspektif Kritik di Luar Negeri

Sejumlah media dan tokoh politik dianggap terlalu menyoroti kegiatan luar negeri Prabowo, sementara kurang memberikan perhatian pada hasil kebijakannya dalam negeri. Dalam sesi Latest Program, ia membantah anggapan ini dengan menyatakan bahwa perjalanan ke luar negeri justru menjadi sarana untuk mendiskusikan isu kebijakan yang lebih luas. Prabowo menekankan bahwa kunjungan internasional sering kali membawa dampak langsung, seperti peningkatan kepercayaan investor dan penyelesaian masalah politik yang memengaruhi perekonomian.

Kritik terhadap Prabowo juga mencakup perbandingan dengan Jokowi, yang sebelumnya dianggap lebih aktif dalam kunjungan diplomatik. Prabowo mengakui bahwa Jokowi pernah menjadi bahan kritik karena dinilai kurang sering mengunjungi negara lain, tetapi ia menyoroti bahwa setiap presiden memiliki gaya kepemimpinan dan fokus yang berbeda. “Masa kepemimpinan masing-masing memiliki tantangan unik, dan kebijakan luar negeri menjadi bagian dari strategi yang diambil,” ujarnya.

Analisis Kebijakan Kepemimpinan

Dalam Latest Program, Prabowo juga menjelaskan bahwa kunjungan ke luar negeri tidak selalu berarti mengabaikan tugas dalam negeri. Ia mencontohkan beberapa negara di Asia Tenggara yang secara aktif membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, sehingga menghasilkan manfaat ekonomi dan politik. Prabowo mengatakan bahwa setiap kunjungan luar negeri dirancang dengan tujuan spesifik, seperti memperkuat kerja sama dengan mitra strategis atau menghadiri forum multilateral.

“Kritik yang terus-menerus tentang kebiasaan ini justru menunjukkan bahwa publik ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana kebijakan luar negeri dapat berdampak pada rakyat,” tambahnya. Prabowo juga menyebutkan bahwa keputusan untuk keluar negeri sering kali didasari oleh kebutuhan untuk merespons situasi global yang dinamis, terutama dalam era krisis ekonomi dan perubahan geopolitik.

Batasan Aktivitas Kepemimpinan

Kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Prabowo mencerminkan perbedaan pandangan tentang definisi kepemimpinan yang efektif. Beberapa pihak menilai bahwa seorang presiden harus tetap berada di dalam negeri untuk menjaga konsistensi dalam mengambil keputusan strategis. Namun, Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan modern memerlukan penyesuaian dengan tuntutan global. “Kita tidak bisa hanya fokus pada hal-hal lokal, karena banyak isu yang memengaruhi perekonomian kita berasal dari luar negeri,” ujarnya.

Dalam Latest Program, Prabowo juga membahas peran media dalam menyebarkan informasi tentang kebijakan luar negeri. Ia mengakui bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, tetapi menekankan bahwa kritik harus didasari oleh fakta dan analisis yang matang. “Kita perlu memahami bahwa setiap tindakan kepemimpinan memiliki alasan, dan kritik yang konstruktif akan membantu memperbaiki kebijakan,” jelasnya.

Perspektif Masa Depan Kepemimpinan

Menurut Prabowo, kritik terhadap kebiasaannya keluar negeri justru menjadi momentum untuk memperkuat transparansi dalam kepemimpinan. Ia menyarankan bahwa keputusan luar negeri harus dibarengi dengan penjelasan yang jelas agar masyarakat bisa memahami dampaknya. “Kita perlu memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki kontribusi nyata, baik dalam diplomasi maupun kebijakan ekonomi,” ujarnya dalam sesi terakhir Latest Program.

Dengan menyoroti kritik ini, Prabowo menunjukkan bahwa ia bersedia terus berdiskusi dan menyesuaikan strategi kepemimpinan dengan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebijakan luar negeri adalah bagian dari visi untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan mandiri. Dalam konteks Latest Program, respons Prabowo menjadi refleksi bagaimana kepemimpinan dianggap harus selalu menyeimbangkan antara tugas nasional dan tuntutan global.

MORE FROM THIS CATEGORY