Kanada Ogah Ikuti AS Terapkan Imigrasi Lebih Ketat Jelang Piala Dunia

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
duta-besar-kanada-untuk-indonesia-jess-dutton-dalam-media-gathering-menjelang-piala-dunia-2026-di-kediaman-duta-besar-kanada-j-1781088048501_169

Kanada Ogah Ikuti AS Terapkan Imigrasi Lebih Ketat Jelang Piala Dunia

Dailynesia.com – Menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan oleh Kanada dalam menangani masalah imigrasi sebelum penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menjelaskan bahwa negara tersebut memilih pendekatan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan kebijakan ketat yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan saat sesi wawancara eksklusif dengan media di kediaman diplomat Kanada, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/6/2026). Dutton menekankan bahwa Key Strategy ini bertujuan untuk menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia.

Pendekatan Kanada Berbeda dengan AS

Key Strategy yang dianut Kanada menekankan keberagaman dan kerja sama internasional. Dutton menuturkan bahwa negara ini tidak ingin mengurangi akses warga negara dari negara-negara lain, terutama dalam konteks penyelenggaraan acara multinasional seperti Piala Dunia. “Kami percaya bahwa Key Strategy ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan keterlibatan global Kanada,” tambah Dutton. Berbeda dengan AS yang memperketat persyaratan imigrasi, Kanada lebih menekankan kebijakan yang menarik investasi asing dan mendorong pertukaran budaya.

Pendekatan imigrasi Kanada terlihat dalam kebijakan visa yang lebih mudah serta fasilitas khusus bagi wisatawan dan pekerja asing. Dutton menyebutkan bahwa pemerintah Kanada secara aktif mempercepat proses penerbitan visa dan mengurangi batasan administratif. “Key Strategy kami berfokus pada pemberdayaan komunitas internasional di Kanada,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan visi negara untuk menjadi pusat global yang ramah terhadap migran dan pengunjung asing.

Kebijakan AS Menjadi Sorotan Internasional

Di sisi lain, kebijakan imigrasi AS yang ketat sempat menimbulkan kontroversi. Talal Salah, seorang fotografer dari Irak, menjadi contoh nyata ketika ditolak masuk Amerika Serikat setelah ditahan selama sekitar 13 jam di pintu imigrasi meskipun telah memiliki visa. Kebijakan ini juga berdampak pada wasit dari Somalia, Omar Artan, yang diduga memiliki kaitan dengan organisasi teroris. Dutton menyoroti bahwa Key Strategy Kanada berbeda dari hal tersebut, karena lebih menekankan keadilan dan transparansi dalam pengambilan keputusan imigrasi.

“Key Strategy kami adalah memastikan bahwa Kanada tetap menjadi tujuan yang menarik bagi negara-negara mitra, termasuk Indonesia,” ujar Dutton. “Ini tidak hanya tentang kebijakan imigrasi, tapi juga tentang kepercayaan dan kerja sama yang terjalin.”

Dengan kebijakan yang lebih terbuka, Kanada berharap mampu meningkatkan jumlah wisatawan dan pekerja asing, yang akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi nasional. Dutton menambahkan bahwa Key Strategy ini juga bertujuan untuk menjaga citra Kanada sebagai negara yang ramah dan inklusif di tengah tantangan global.

Keuntungan Strategi Imigrasi Kanada

Key Strategy yang diterapkan Kanada diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang. Dengan mengurangi pembatasan imigrasi, negara ini bisa mendorong pertukaran kebudayaan, peningkatan kerja sama penelitian, serta aliran investasi dari negara-negara lain. Dutton menjelaskan bahwa pemerintah Kanada menilai bahwa peningkatan akses imigran akan membantu mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor strategis seperti perhotelan, transportasi, dan layanan kesehatan. “Kanada ingin memastikan bahwa Key Strategy ini tidak hanya mendukung Piala Dunia, tetapi juga berdampak pada masyarakat secara keseluruhan,” tuturnya.

Key Strategy ini juga diterapkan dalam kerja sama dengan organisasi internasional. Pemerintah Kanada menggandeng berbagai lembaga untuk memastikan proses imigrasi tetap efisien dan transparan. Dutton menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung dari negara-negara berkembang, yang akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan peningkatan citra negara. “Kanada ingin menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola imigrasi dengan Key Strategy yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Analisis Persaingan Global

Key Strategy Kanada dinilai sebagai langkah strategis untuk membedakan diri dari kebijakan AS yang sering dikritik. Dengan memperketat imigrasi, AS dianggap menghambat akses warga negara dari negara-negara tertentu, terutama yang dianggap memiliki risiko teroris. Sementara itu, Kanada memilih untuk tetap menjaga keterbukaan, karena dianggap lebih efektif dalam menarik tenaga kerja dan investor. Dutton mengatakan bahwa Key Strategy ini selaras dengan visi Kanada untuk meningkatkan daya saing global melalui kebijakan yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Key Strategy juga diterapkan dalam menyambut Piala Dunia 2026 sebagai kejadian besar yang menarik perhatian dunia. Dengan memudahkan akses imigran, Kanada berharap bisa meningkatkan jumlah pengunjung dan memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. “Key Strategy ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun Kanada sebagai pusat perekonomian dan budaya global,” kata Dutton. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan berdampak positif pada sektor pariwisata, keterlibatan masyarakat internasional, serta peningkatan kualitas kehidupan di Kanada.

MORE FROM THIS CATEGORY