Main Agenda: Amran Ungkap 3.619 Ton Beras Bulog Turun Mutu & Rusak, Ini Rinciannya

2 months ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
38bc32c3-76f0-48e4-b298-2eb92fc26e1c-0

Main Agenda: 3.619 Ton Beras Bulog Rusak, Ini Penjelasan Amran Sulaiman

Dailynesia.com – Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026), Main Agenda menjadi fokus utama saat Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan kondisi beras yang disimpan di gudang Perum Bulog. Kementerian Pertanian menyatakan bahwa terdapat 3.619 ton beras yang mengalami penurunan mutu dan kerusakan, yang menjadi perhatian khusus dalam rangka menjaga kualitas pasokan pangan nasional. Pertanyaan dari Ketua Komisi IV, Siti Hediati Hariyadi, menjadi dasar untuk menjelaskan lebih rinci tentang masalah ini.

Analisis Kondisi Beras yang Rusak

Amran menjelaskan bahwa keberadaan beras dengan mutu menurun atau rusak dikaitkan dengan faktor-faktor eksternal seperti bencana alam dan force majeure. Data yang diungkapkan menunjukkan bahwa beras rusak tercatat sebanyak 3.619 ton, dengan penyebab utama meliputi banjir dan longsor di Aceh. Meski jumlah ini tergolong kecil dibandingkan total stok nasional Bulog, yaitu sekitar 5.305.594 ton, tetap menjadi perhatian dalam menjaga kestabilan pasokan beras untuk masyarakat.

Sebagai langkah mitigasi, Amran meminta data lebih spesifik terkait jumlah beras yang rusak dan penurunan kualitas. “Main Agenda menyatakan bahwa kita harus transparan. Saya minta Dirut Bulog memberikan rincian tentang bagaimana beras itu bisa diproses kembali,” ujarnya. Selain itu, Amran menekankan bahwa beras yang tidak layak konsumsi tetap memiliki nilai ekonomi, dengan kemungkinan diubah menjadi tepung atau bahan baku lainnya.

Beras yang mengalami penurunan mutu dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat kerusakan. Kategori A mencakup 93.488 ton beras yang kualitasnya turun namun masih bisa direproses. Kategori B tidak memiliki jumlah spesifik, sementara kategori C terdiri dari 3.619 ton beras yang telah rusak akibat faktor alam. Amran menjelaskan bahwa beras kategori C diperkirakan hanya menyumbang sekitar 0,006% dari total stok nasional, sehingga dampaknya terbatas.

Upaya Pemerintah Memperbaiki Sistem Penyimpanan Beras

Pemerintah tengah mengambil langkah untuk memperbaiki sistem penyimpanan beras dengan membangun 100 titik gudang baru. Investasi sebesar Rp5 triliun dialokasikan untuk meningkatkan kualitas penyimpanan, agar beras bisa bertahan selama 2-3 tahun. Amran menyatakan bahwa gudang-gudang modern ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan beras akibat cuaca atau kondisi lingkungan yang tidak stabil.

Sebagai bagian dari Main Agenda, pemerintah juga berencana menggunakan beras kategori A dalam program bantuan pangan. Skema ini melibatkan pencampuran satu bagian beras hasil reprocessing dengan empat bagian beras baru dari panen 2026. “Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan beras yang kurang optimal, tetapi masih layak digunakan,” tambah Amran. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan adanya beras berkualitas rendah di lapangan.

Amran juga menyampaikan bahwa selama kunjungan lapangan, timnya menemukan beberapa kasus penurunan mutu beras yang perlu diperbaiki segera. “Main Agenda menyatakan bahwa kita harus proaktif. Jika ada masalah, kita langsung mengambil tindakan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras dalam kondisi baik bagi kebutuhan rakyat. Pihaknya berharap, dengan perbaikan sistem penyimpanan dan penanganan beras rusak, kualitas pasokan nasional bisa terjaga lebih baik di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY