Main Agenda: Bos Bulog Usul Ada ‘Beraskita’ Premium, Amran Respons Begini

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
a95533d3-babd-4a65-a626-63987f5de772-0

Perum Bulog Usulkan Program Beraskita Premium untuk Stabilkan Harga Beras

Dailynesia.com – Salah satu main agenda terkini dalam sektor pertanian adalah usulan program baru oleh Perum Bulog bernama Beraskita Premium. Usulan ini muncul dalam rangka mengatasi fluktuasi harga beras premium yang terjadi di beberapa wilayah, dengan harapan dapat memberikan kepastian bagi konsumen. Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, memberikan respons positif terhadap ide tersebut, mengatakan bahwa inisiatif ini layak dipertimbangkan sebagai solusi strategis.

Respons Amran Sulaiman: Program Beraskita Premium Perlu Didiskusikan Lebih Lanjut

Amran Sulaiman, dalam wawancara di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026), mengapresiasi usulan program Beraskita Premium dari Perum Bulog. “Oh, itu bagus tuh. Justru itu Bulog harus buat beras premium lebih banyak,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa program ini bisa menjadi bagian dari main agenda pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dalam situasi kenaikan harga.

Menurut Amran, keputusan akhir mengenai program ini masih dalam proses diskusi. “Nanti kita diskusikan lagi,” tambahnya. Meski demikian, ia menyatakan bahwa kebijakan stabilisasi harga beras premium adalah langkah penting dalam menjaga inflasi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan penambahan main agenda ini, pemerintah bisa mengantisipasi kebutuhan pasar yang berubah dan menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen.

Kondisi Harga Beras: Tren Kenaikan Terus Berlanjut

Usulan Beraskita Premium muncul di tengah tren kenaikan harga beras yang tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Mei 2026, harga rata-rata beras di tingkat penggilingan mencapai Rp13.765 per kg, naik 0,58% dibandingkan April 2026 sebesar Rp13.685 per kg. Kenaikan tahunan juga mencapai 8,10%, yang menjadi perhatian pemerintah dalam main agenda penanganan inflasi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa usulan ini bertujuan untuk menstabilisasi harga beras premium yang kini mengalami peningkatan. “Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beraskita Premium. Jadi, beras premium kan lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita Premium harus ada,” kata Rizal saat diwawancara di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Rizal menekankan bahwa fokus stabilisasi harga perlu dialihkan ke segmen premium, karena beras medium di pasaran relatif stabil. Ia menyarankan agar Beraskita Premium mengadopsi model serupa dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetapi dengan target pasar yang berbeda. “Beras kita mediumnya kan aman dan stabil, tinggal beras premium yang agak meningkat,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah diharapkan dapat menekan kenaikan harga secara lebih efektif.

Salah satu kebijakan yang diusulkan dalam main agenda ini adalah penetapan harga Beraskita Premium sebesar Rp14.900 per kilogram, yang dianggap setara dengan harga beras SPHP di pasar. Namun, Rizal menegaskan bahwa rekomendasi ini masih dalam tahap penyusunan, belum menjadi keputusan resmi. “Saya baru mengajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua,” tutur dia.

Bulog mengharapkan pembahasan program ini cepat selesai agar langkah stabilisasi harga bisa segera diterapkan. “As soon as possible, biar masyarakat biar tenang, jangan sampai ribut seperti ini,” pungkas Rizal. Dengan Beraskita Premium, pihaknya berharap bisa menawarkan opsi beras premium yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap kenaikan harga.

MORE FROM THIS CATEGORY