Krisis Makin dalam di Lautan – Ini Bukti Terbarunya

2 months ago  ·  2 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
3e5ecd31-e554-464c-8cd7-82a1bef5bef8_169

Krisis Lautan Semakin Mendalam, Laporan Terbaru Buka Kebutuhan Tindakan Ekstraordinaire

Dailynesia.com – Perubahan iklim memperparah krisis Makin dalam di Lautan, menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Organisasi PBB. Dokumen ini menyoroti bagaimana ekosistem laut mengalami tekanan ekstrem akibat peningkatan suhu air yang terus meningkat dan polusi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Data menunjukkan bahwa sejak 2018, kenaikan suhu perairan global mencapai 16% dari total kenaikan panas yang tercatat sejak tahun 1955, mencerminkan perubahan yang sangat signifikan. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan penyusutan es di kutub, tetapi juga mempercepat kenaikan permukaan laut yang mengancam pulau-pulau kecil dan kota pesisir di seluruh dunia.

Ekosistem Laut Terancam oleh Aktivitas Manusia

Krisis Makin dalam di Lautan semakin terasa jelas karena kegiatan manusia yang berkelanjutan. Laporan ini menyebutkan bahwa lautan, sebagai sumber daya penting bagi kehidupan manusia, kini menjadi korban utama dari perubahan iklim. “Pengelolaan yang tidak berkelanjutan telah mengguncang kesehatan ekosistem laut hingga menyentuh titik kritis,” ungkap WOA III PBB. Krisis ini melibatkan berbagai faktor, termasuk penangkapan ikan berlebih, ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta limbah plastik yang mengalir ke perairan secara massal.

“Krisis yang semakin dalam tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga melibatkan perubahan kimia dalam air laut dan ketidakseimbangan biologis yang mempercepat kepunahan spesies,” tambah laporan tersebut. Sebagai contoh, peningkatan suhu air menyebabkan terumbu karang mengalami pemanasan, yang memicu penyakit coral bleaching. Krisis Makin dalam di Lautan juga mengganggu migrasi ikan, menyebabkan ketidakstabilan rantai makanan di laut.

Perubahan Iklim dan Efek Kenaikan Permukaan Laut

Laporan menekankan bahwa lautan menyerap sekitar 90% dari panas berlebih yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Hal ini menyebabkan air laut mengembang dan mempercepat kenaikan permukaan laut. “Kenaikan permukaan laut terus meningkat, mencapai lebih dari dua kali lipat dari laju sebelumnya,” kata peneliti. Krisis Makin dalam di Lautan berdampak pada sekitar 600 juta orang yang tinggal di daerah rawan banjir, terutama di wilayah Asia Tenggara.

“Krisis ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga mempercepat kerentanan geografis dan sosial di sepanjang pantai,” jelas laporan. Krisis Makin dalam di Lautan juga memperparah kemacetan kota pesisir, seperti Jakarta, karena sistem drainase alami mulai terganggu. Dampaknya, banjir rob dan retret air laut semakin sering terjadi, mengubah cara masyarakat hidup sehari-hari.

Kebutuhan Mitigasi Global untuk Memperkuat Pertahanan Laut

MORE FROM THIS CATEGORY