New Policy: Jateng Intensifkan Logistik untuk Dorong Ekonomi Pantura
Dailynesia.com – Provinsi Jawa Tengah kembali menegaskan komitmen dalam menerapkan New Policy sebagai strategi utama untuk meningkatkan kinerja ekonomi wilayah Pantura. Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa penguatan logistik menjadi fondasi kunci. Melalui kolaborasi dengan 35 kabupaten/kota, Pemprov Jateng berencana membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, sehingga mampu mendukung akselerasi pengembangan industri dan perekonomian daerah secara signifikan.
Strategi New Policy untuk Meningkatkan Daya Saing Pantura
Menurut Ahmad Luthfi, New Policy Jateng tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada sinergi antar sektor. Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa ekonomi Pantura diperkuat melalui pengembangan produk unggulan lokal seperti kawasan industri, kebun sawit, dan pertanian berbasis teknologi. Selain itu, New Policy juga memprioritaskan kebijakan yang menekankan keamanan hukum, pengurangan birokrasi, serta pelatihan sumber daya manusia untuk memastikan daya saing produk daerah tetap unggul di pasar internasional.
“New Policy ini dirancang untuk menjawab tantangan logistik yang menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi Pantura. Dengan memperkuat jaringan transportasi dan menyederhanakan proses investasi, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang ekonomi,” jelas Luthfi.
Langkah strategis ini juga melibatkan penguatan kebijakan tarif dan infrastruktur pendukung, seperti pengembangan pelabuhan dan jalan raya. Dengan memperbaiki aksesibilitas wilayah, Jateng berharap meningkatkan ekspor produk lokal dan menarik investasi asing. Pemprov Jateng juga berencana mendorong penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan logistik, sehingga mempercepat proses distribusi dan meminimalkan biaya operasional.
Kawasan Industri dan Infrastruktur Strategis untuk New Policy
Salah satu fokus New Policy adalah pengembangan kawasan industri di Pantura, termasuk Batang, KEK Kendal, serta Wijayakusuma & Terboyo. Proyek Giant Sea Wall yang sedang dijalankan menjadi elemen penting dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan dan memperkuat keamanan logistik. Selain itu, Pemprov Jateng akan membangun 12 kawasan industri baru di Cilacap, Demak, hingga Sragen, sebagai upaya memeratakan perekonomian antar daerah.
Investasi di bidang logistik diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut data terkini, sektor logistik Jateng menyumbang 15% dari PDRB provinsi tersebut. Dengan New Policy, target ini diharapkan meningkat menjadi 20% dalam lima tahun ke depan. Perluasan koridor ekonomi juga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian tradisional.
“New Policy bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga transformasi sistem logistik yang lebih modern. Ini akan menjadi jalan untuk mengakomodasi kebutuhan industri nasional dan meningkatkan kualitas layanan ekspor,” tambah Luthfi.
Pemprov Jateng juga melibatkan sektor swasta dan komunitas lokal dalam proses implementasi New Policy. Kebijakan ini menekankan transparansi dan keterlibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan. Selain infrastruktur, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas, karena sumber daya manusia yang kompeten dianggap sebagai fondasi utama keberhasilan program pembangunan. Pelatihan vokasi dan program pengembangan kewirausahaan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi di Pantura.
Kebijakan New Policy juga diintegrasikan dengan kebijakan nasional. Dengan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029, Jateng berperan aktif dalam menyelesaikan tantangan logistik yang terkait dengan geografi wilayahnya. Daerah pesisir utara Jawa yang memiliki akses langsung ke laut diperhitungkan sebagai jalur ekspor utama, sehingga keberhasilan New Policy akan berdampak luas ke berbagai sektor ekonomi nasional.
Simak lebih lanjut wawancara Bunga Cinka dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Nation Hub, CNBC Indonesia (Jum’at, 29 Mei 2026). New Policy Jateng menggambarkan langkah nyata dalam merangkul tantangan logistik, sekaligus menjadikan Pantura sebagai pusat ekonomi baru yang berdaya saing tinggi. Dengan peningkatan infrastruktur, kebijakan tarif, dan kolaborasi yang kuat, Jateng optimis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

