Official Announcement: Purbaya Buka Suara soal Transaksi Dolar di Pelabuhan: Nanti Saya Hajar

2 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
menteri-keuangan-menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-meninjau-pelabuhan-tanjung-priok-pada-sabtu-662026-cnbc-indonesiafergi-nadira-1780722550417_169

Pengumuman Resmi: Menteri Purbaya Tegaskan Penggunaan Rupiah dalam Transaksi Domestik

Dailynesia.com – Dalam sebuah pengumuman resmi yang dilakukan di Jakarta, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa semua transaksi di dalam negeri harus menggunakan rupiah sebagai alat tukar utama. Ia menyampaikan pesan tegas kepada pelaku usaha agar melaporkan jika masih menemukan praktik penagihan dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di berbagai sektor. Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat melakukan inspeksi ke Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026), sebagai respons atas keluhan yang disampaikan sejumlah pengusaha soal transaksi berbasis dolar di kawasan pelabuhan.

Langkah Tegas untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi domestik adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang kompleks. “Kalau ada dolar, laporin saya. Nanti saya hajar ia,” ujarnya dengan nada tegas. Ia menjelaskan bahwa peraturan yang berlaku mengharuskan transaksi di Indonesia, termasuk di pelabuhan, menggunakan rupiah sebagai alat transaksi utama. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Dalam konteks ini, Purbaya menyoroti pentingnya penggunaan rupiah sebagai simbol kekuatan ekonomi Indonesia. “Ini kan Indonesia. Alat transaksinya rupiah,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengintervensi jika ditemukan pelanggaran terhadap kebijakan tersebut, terutama di sektor yang berpotensi memengaruhi inflasi atau kinerja pasar keuangan. Selain itu, ia mengimbau pelaku usaha untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya alat tukar nasional dalam berbagai aktivitas bisnis.

Pembicaraan tentang transaksi berbasis dolar juga terjadi dalam konteks kebijakan pemerintah yang lebih luas. Menteri Purbaya menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan, termasuk pengelolaan barang dan layanan logistik, seharusnya telah berpindah ke rupiah. Ia menambahkan bahwa penggunaan dolar di pelabuhan bisa berdampak pada likuiditas rupiah dan menimbulkan risiko inflasi jika dibiarkan terus-menerus. “Kita perlu cinta rupiah, Pak. Semua orang harus menjaga penggunaannya,” tegasnya dalam wawancara terpisah.

Implementasi Kebijakan: Tantangan dan Peluang

Sebagai bagian dari upaya memperkuat penggunaan rupiah, pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah pengaturan aturan transaksi keuangan yang lebih ketat, termasuk pelarangan penggunaan dolar dalam pembayaran pajak atau kontrak kerja. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk mencegah pelanggaran, tetapi juga untuk meningkatkan daya beli rupiah di pasar domestik. “Pengumuman resmi ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan untuk stabilisasi ekonomi,” tuturnya.

Kebijakan penggunaan rupiah ini juga berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Purbaya menyoroti bahwa dengan mengurangi penggunaan dolar, daya beli rupiah akan meningkat, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dan layanan keuangan. “Transaksi dalam rupiah memastikan bahwa uang yang digunakan masyarakat memiliki nilai stabil dan terjangkau,” imbuhnya. Ia berharap kebijakan ini dapat diterapkan secara konsisten, terutama di sektor-sektor yang paling rentan terhadap fluktuasi mata uang asing.

Di sisi lain, Purbaya menekankan bahwa pengumuman resmi ini bukanlah tindakan yang dilakukan secara mendadak, melainkan hasil dari evaluasi yang dilakukan secara rutin. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memantau transaksi di pelabuhan sejak beberapa bulan terakhir dan menemukan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan dolar. “Kita sudah terus-menerus mengecek, dan ini adalah saatnya untuk mengambil tindakan,” jelasnya. Dengan demikian, pengumuman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pelaku usaha yang masih mengandalkan dolar dalam transaksi sehari-hari.

Sebagai penutup, Purbaya menyatakan bahwa penguatan penggunaan rupiah adalah prioritas utama pemerintah dalam menangani tekanan ekonomi global. “Pengumuman resmi ini hanya awal dari upaya yang lebih luas untuk menjaga kekuatan rupiah di tengah perubahan dinamika pasar keuangan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan terus disempurnakan dan didukung oleh berbagai regulasi yang lebih memadai. Dengan langkah tegas ini, pemerintah bertujuan menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat dan stabil, serta memastikan rupiah tetap menjadi pilihan utama dalam transaksi domestik.

MORE FROM THIS CATEGORY