Performa Bisnis Solid, 3 Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan Rp 8,6 T

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
pge-1777559639540_169-1

Performa Bisnis Kuat, Tiga Proyek Panas Bumi PGE Diterima Pendanaan Rp 8,6 Triliun

Dailynesia.com – Jakarta — Perusahaan publik yang bergerak di bidang energi panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), berhasil meraih pendanaan internasional yang signifikan. Ini terjadi setelah tiga proyek utamanya masuk ke dalam Green Book 2026, sebuah daftar prioritas yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Capaian ini menunjukkan kesiapan yang baik untuk tahap pengembangan berikutnya, seiring dengan kemajuan positif dalam operasional dan kinerja bisnis PGE.

Kinerja Keuangan Meningkat, Perseroan Terus Berkembang

Menurut laporan keuangan terbaru per 31 Maret 2026, PGE mencatatkan laba bersih sebesar US$ 43,9 juta, naik 40% dibandingkan US$ 31,35 juta di periode sama tahun sebelumnya. Selain itu, pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan sekitar 14,8% menjadi US$ 116,56 juta dari US$ 101,507 juta sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi bisnis yang efektif dan kontribusi dari produksi listrik yang stabil. Sebagai catatan, pada tahun 2025, PGE mencetak produksi tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 5.095 gigawatt hour (GWh), naik 5,55% dari 4.827 GWh di 2024. Tren ini berlanjut pada kuartal pertama 2026, di mana produksi listrik melonjak 15,22% menjadi 1.370 GWh.

Pengakuan Global atas Proyek Strategis

Penambahan tiga proyek ke dalam Green Book 2026 menjadi bukti bahwa perseroan memiliki kesiapan teknis dan finansial yang memadai untuk dikembangkan lebih lanjut. Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan, “Kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan potensi proyek PGE.” Ia menjelaskan bahwa masuknya proyek ke dalam daftar ini tidak hanya membuka akses ke sumber pendanaan internasional, tetapi juga meningkatkan daya tarik proyek di kalangan mitra strategis global. PGE yakin, pendanaan yang didapat akan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Detail Tiga Proyek yang Mendapat Pendanaan

Proyek yang dimasukkan ke dalam Green Book 2026 meliputi tiga unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) strategis. Ketiga proyek tersebut yaitu PLTP Lumut Balai Unit 3 (55 megawatt), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), serta PLTP Lahendong Unit 7-8 (50 MW). Setiap proyek memiliki target pemanfaatan energi (COD) berbeda, dengan Unit 3 dan Unit 7-8 dijadwalkan selesai pada tahun 2030, sedangkan Unit 4 menargetkan selesai pada 2032. Pendanaan yang diperoleh dari tiga proyek ini diharapkan bisa memperkuat struktur keuangan dan mendorong percepatan implementasi. “Pendanaan ini akan membantu menjaga biaya utang yang kompetitif serta meningkatkan kelayakan ekonomi proyek dalam jangka panjang,” imbuh Yani.

Peluang Pendanaan melalui Skema On-Lending

Kelompok proyek ini dibiayai melalui skema on-lending, yaitu pembiayaan concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang dibandingkan pendanaan komersial. Pendanaan ini dikoordinasikan oleh Pemerintah Indonesia melalui mitra pembangunan internasional. Total nilai pinjaman yang tercantum dalam Green Book 2026 mencapai US$ 477,87 juta, setara Rp 8,6 triliun (asumsi kurs Rp18.000/US$). Rinciannya adalah: PLTP Lumut Balai Unit 3 (target COD 2030) menerima US$158,86 juta dari JICA, PLTP Lumut Balai Unit 4 (target COD 2032) mendapat US$148,97 juta dari JICA, dan PLTP Lahendong Unit 7-8 (target COD 2030) meraih US$170,04 juta dari World Bank. Dengan dana tersebut, PGE berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan energi bersih nasional.

Green Book sebagai Penyaring Proyek Prioritas

Green Book 2026, yang secara resmi dikenal sebagai Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026, merupakan acuan untuk memilih proyek-proyek yang layak mendapatkan pendanaan internasional. Daftar ini dibuat berdasarkan Keputusan Menteri PPN/Bappenas Nomor Kep. 52/M.PPN/IIK/06/2026. Proyek-proyek yang masuk ke dalam Green Book telah memenuhi berbagai kriteria teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan. Sebelumnya, ketiga proyek tersebut sudah tercantum dalam Blue Book, yaitu Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah 2025-2029, yang menunjukkan kesiapan mereka untuk pengembangan lebih lanjut.

Visi Jangka Panjang dan Keterlibatan Investor Global

Penempatan proyek ke dalam Green Book memberikan kesempatan bagi PGE untuk mendapatkan pendanaan yang lebih terjangkau, yang sangat penting untuk mempercepat realisasi proyek. Ahmad Yani menegaskan bahwa peningkatan visibilitas ini memperkuat posisi PGE dalam membangun kemitraan dengan lembaga pendanaan global. “Komitmen pendanaan yang didapat akan menjadi penopang kuat untuk mewujudkan proyek-proyek strategis yang bisa memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi dan lingkungan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pendanaan ini akan membantu memastikan stabilitas struktur keuangan perusahaan, sekaligus meningkatkan daya saing dalam sektor energi terbarukan.

Komitmen Masa Depan dengan Pendanaan Internasional

PGE memandang pendanaan luar negeri sebagai bagian penting dari rencana jangka panjangnya. Dengan keberhasilan ini, perusahaan berharap dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang sudah direncanakan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendanaan domestik. “Proyek-proyek ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada keberlanjutan

MORE FROM THIS CATEGORY