Special Plan: PGE Raih Pendanaan Rp8,6 T untuk 3 Proyek Geothermal
Dailynesia.com – Dalam rangka mendorong keberlanjutan bisnis, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE telah memperoleh pendanaan internasional sebesar Rp8,6 triliun melalui masuknya tiga proyek geothermal ke dalam Special Plan 2026. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemenko PPN/Bappenas) mengumumkan daftar proyek ini sebagai bagian dari strategi pengembangan energi terbarukan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pendanaan ini memberikan bukti kuat tentang minat investor global terhadap potensi bisnis PGE, yang konsisten menunjukkan peningkatan performa sejak diterapkan dalam kerangka Special Plan.
Peningkatan Kinerja Finansial
PGE mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 40% hingga mencapai US$43,90 juta, dibandingkan US$31,35 juta di periode sama tahun 2025. Pendapatan perusahaan juga meningkat 14,8% menjadi US$116,56 juta, naik dari US$101,507 juta sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh keberhasilan implementasi Special Plan yang fokus pada pengembangan bisnis berkelanjutan dan optimalisasi proyek geothermal. Dengan skema pendanaan yang terstruktur, PGE mampu memperkuat posisi pasar dan mempercepat pemerolehan kapasitas energi terbarukan.
Kinerja produksi listrik PGE terus menguat, mencapai rekor tertinggi 5.095 GWh pada 2025, naik 5,55% dari 4.827 GWh tahun sebelumnya. Di kuartal pertama 2026, produksi kembali melonjak 15,22% (YoY) hingga mencapai 1.370 GWh. Angka ini memperlihatkan dampak positif dari Special Plan yang mengintegrasikan manajemen risiko, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional. Pertumbuhan ini tidak hanya memperkuat stabilitas keuangan perusahaan tetapi juga menunjukkan daya saing dalam pengembangan proyek energi hijau.
“Dengan keberhasilan kinerja positif PGE, kami yakin bahwa Special Plan ini akan berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan energi terbarukan Indonesia. Pendanaan internasional yang diperoleh membuka peluang baru untuk mempercepat pemerolehan kapasitas listrik, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas kemitraan strategis di bidang geothermal,” tutur Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, dalam pernyataan resmi.
Proyek yang Terdaftar dalam Special Plan
Tiga proyek utama yang masuk ke dalam Special Plan 2026 mencakup:
- PLTP Lumut Balai Unit 3 (55 MW), dengan target COD 2030 dan pendanaan US$158,86 juta dari JICA
- PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), target COD 2032, didanai US$148,97 juta melalui JICA
- PLTP Lahendong Unit 7-8 (50 MW), target COD 2030, menjangkau pendanaan US$170,04 juta dari World Bank
Total pendanaan dari Green Book 2026 mencapai US$477,87 juta atau setara Rp8,6 triliun (asumsi kurs Rp18.00/US$). Ini memberikan fondasi kuat untuk menyelesaikan proyek-proyek yang terencana sebagai bagian dari roadmap geothermal nasional.
Pendanaan melalui Special Plan memiliki keunggulan dalam bentuk pinjaman concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih rendah dan durasi yang lebih panjang. Hal ini memungkinkan PGE mengalokasikan dana untuk investasi jangka panjang, termasuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi. Proyek yang terdaftar telah melewati evaluasi ketat terkait aspek teknis, lingkungan, dan kelembagaan, sehingga memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan oleh Kemenko PPN/Bappenas.
Kemajuan dalam Special Plan juga menggambarkan komitmen PGE untuk menjadi pelaku utama dalam transisi energi Indonesia. Dengan pendanaan yang masuk, perusahaan berharap dapat mempercepat realisasi proyek dan mendukung kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Pendekatan ini selaras dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan produksi listrik dari sumber terbarukan, yang merupakan bagian dari rencana pembangunan berkelanjutan.
Konteks dan Strategi Pemerintah
Special Plan 2026 merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pendanaan internasional dalam sektor energi. Daftar proyek yang tercantum dalam Green Book 2026 disusun berdasarkan Keputusan Menteri PPN/Bappenas Nomor Kep. 52/M.PPN/IIK/06/2026, yang mengarahkan prioritas pembangunan geothermal untuk masa depan. Proyek-proyek ini memperkuat koordinasi antara pemerintah dan lembaga pendanaan global, seperti JICA dan World Bank, dalam membangun ekosistem energi yang lebih hijau.
Implementasi Special Plan juga menjadi momentum untuk mengembangkan potensi geothermal Indonesia yang besar. Dengan cadangan panas bumi yang mencapai sekitar 29.000 MW, keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh terbaik dalam ekspansi industri energi terbarukan. PGE berperan aktif dalam menjembatani antara kebijakan nasional dan investasi global, sehingga mempercepat realisasi proyek yang memiliki dampak lingkungan dan ekonomi jangka panjang.

