Meeting Results: Dikabarkan Akan Masuk Kabinet Prabowo, Bos Buruh Said Iqbal Buka Suara

2 hours ago  ·  4 min read
By William Moore
04ee8939-6290-4ae7-8aaf-20c3efafc6f4-0

Dikabarkan Akan Masuk Kabinet Prabowo, Bos Buruh Said Iqbal Buka Suara

Meeting Results – Jakarta, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh Said Iqbal memberikan pernyataan mengenai rumor masuknya ke dalam Kabinet Merah Putih. Ia menegaskan bahwa publik hanya perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. “Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden. Terima kasih,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/6/2026). Ia memastikan bahwa pernyataan tersebut tidak berupa janji pasti, melainkan penjelasan sementara mengenai potensi keanggotaannya dalam pemerintahan terpilih.

Peran Said Iqbal dalam Pembentukan Kabinet

Kabarnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memberikan petunjuk bahwa Said Iqbal akan diangkat sebagai salah satu anggota kabinet. Namun, Prasetyo belum mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai posisi yang akan diisi oleh Said Iqbal. “Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo, saat diwawancarai oleh wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, proses pemilihan anggota kabinet masih dalam tahap finalisasi, dan Said Iqbal menjadi salah satu kandidat yang sering dibahas.

Said Iqbal, sebagai tokoh yang telah lama terlibat dalam dunia buruh, dianggap memiliki kontribusi signifikan dalam perjuangan kesejahteraan pekerja. Ia menjelaskan bahwa keanggotaan dalam kabinet adalah bentuk penghargaan atas dedikasinya terhadap isu-isu terkait upah, kondisi kerja, serta hak-hak karyawan. “Kemungkinan besar posisi ini terkait dengan pengalaman dan perjuangan Said Iqbal sepanjang masa kerjanya dalam bidang pekerja dan tenaga kerja,” tambahnya, saat ditanya tentang kemungkinan keanggotaan dalam posisi menteri atau Dewan Kesejahterahan Buruh Nasional (DKBN).

Kabarnya, prakiraan keanggotaan Said Iqbal dalam kabinet akan segera diumumkan. Meski demikian, ia menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan keputusan yang matang. “Selama ini, Said Iqbal berjuang untuk mewakili kepentingan buruh dan tenaga kerja. Kami percaya bahwa posisi ini bisa menjadi langkah penting dalam memperkuat peran kementerian terkait isu pekerjaan,” katanya, menjelaskan alasan kemungkinan keanggotaannya dalam pemerintahan.

Konteks May Day dan Pembentukan DKBN

Sebelumnya, pada perayaan May Day di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025), Prabowo Subianto pernah menyebutkan rencana pembentukan Dewan Kesejahterahan Buruh Nasional (DKBN) serta Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meski DKBN belum terbentuk secara konkret, Satgas PHK telah diumumkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2026, yang ditandatangani di Monas pada 1 Juni 2026. Prasetyo Hadi mengakui bahwa pembentukan DKBN masih menjadi topik utama dalam pembahasan pemerintahan.

Prasetyo juga menyebutkan bahwa pengumuman resmi mengenai keanggotaan Said Iqbal akan dilakukan setelah penyelesaian beberapa proses internal. “Kami masih menyelesaikan diskusi mengenai tata cara pengangkatan dan peran yang akan diambil oleh Said Iqbal,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keputusan ini akan diumumkan setelah pihaknya memastikan semua aspek sudah sesuai dengan visi pemerintahan Prabowo.

Pelantikan Dalam Lingkaran Kabinet

Selain berita mengenai Said Iqbal, Prasetyo juga mengungkapkan rencana pelantikan beberapa tokoh lain dalam jabatan kabinet. Ia menyebutkan bahwa Nanik S. Deyang akan diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Senin, 8 Juni 2026. “Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” ujarnya.

Prasetyo juga menegaskan bahwa pelantikan Nanik S. Deyang merupakan bagian dari upaya memperkuat kementerian dalam bidang kesehatan dan gizi. “Kami yakin bahwa dengan adanya figur yang kompeten di posisi ini, pelayanan kesejahteraan bagi masyarakat akan lebih optimal,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa proses pelantikan akan diawali dengan penyusunan rencana kerja yang rinci, terutama untuk memastikan kesiapan Nanik S. Deyang sebelum dilantik.

Sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prasetyo mengungkapkan bahwa keanggotaan dalam kabinet menjadi salah satu cara untuk mewujudkan visi politik partai. “Kabinet ini dibentuk dengan pertimbangan keberagaman dan kekuatan representasi dari berbagai sektor,” katanya. Ia juga menekankan bahwa Said Iqbal akan menjadi bagian dari dinamika pemerintahan yang berfokus pada keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja.

Dalam wawancara terpisah, Said Iqbal menyatakan bahwa keanggotaan dalam kabinet adalah bentuk penghargaan yang layak. “Saya senang jika bisa menjadi bagian dari pemerintahan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat buruh,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa sebagai tokoh buruh, keanggotaan ini akan membantunya menjalankan peran sebagai pengawas dan pengusung kebijakan yang memperhatikan kepentingan pekerja.

Proses Diskusi dan Harapan Masa Depan

Menurut Prasetyo, pembentukan kabinet dilakukan melalui proses yang ketat, termasuk evaluasi kinerja dan kesiapan menteri calon. “Kita perlu memastikan semua kebijakan yang diusulkan sudah sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Said Iqbal akan menjadi salah satu prioritas dalam pembentukan kabinet, karena kontribusinya dalam mengadvokasi hak pekerja selama bertahun-tahun.

Dalam konteks ini, Said Iqbal mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. “Keanggotaan dalam kabinet adalah bentuk pengakuan atas perjuangan yang sudah dilakukan selama ini,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa pengalaman sebelumnya sebagai tokoh buruh akan menjadi aset penting dalam menjalankan tugas jabatan baru.

Sebagai informasi tambahan, rencana pelantikan Nanik S. Deyang serta dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, akan dilakukan secara serentak. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kekuatan badan kesejahteraan buruh di tingkat nasional,” kata Prasetyo. Ia berharap keanggotaan Said Iqbal akan menjadi bagian dari kabinet yang mampu mewujudkan visi pembangunan berkeadilan.

Dalam keseluruhan diskusi, Said Iqbal dan Prasetyo Hadi menegaskan bahwa proses keanggotaan di kabinet Prabowo masih dalam tahap finalisasi. “Kita tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan,” ujar Prasetyo. Ia juga menekankan bahwa semua pihak akan terus berkoordinasi untuk memastikan keputusan tersebut memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.

Said

MORE FROM THIS CATEGORY