New Policy: Mojtaba Khamenei Muncul, Resmi Beri Titah Ini ke Perang AS-Iran

3 hours ago  ·  3 min read
By James Lopez
0a0af9eb-649e-479f-bd27-70b81e43c390-0

Mojtaba Khamenei Tampil, Beri Nasihat Langsung ke Perang AS-Iran

New Policy menjadi perhatian utama dalam pernyataan resmi Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, yang diumumkan pada Kamis (4/6/2026). Dalam upacara penting di makam Ayatollah Ruhollah Khomeini, Khamenei memberikan pesan tertulis kepada seluruh warga negara, menekankan bahwa New Policy adalah strategi kunci untuk memperkuat persatuan dan melawan upaya Amerika Serikat yang terus-menerus menggoyahkan stabilitas dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa New Policy mencakup langkah-langkah terpadu dalam politik luar negeri, ekonomi, dan pertahanan, dengan tujuan menciptakan ketahanan nasional menghadapi tekanan eksternal.

Detil New Policy dan Pandangan Pemimpin Iran

Dalam suratnya, Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa musuh yang berbahaya sedang berusaha menanamkan keraguan, keputusasaan, rasa takut, ketidakpercayaan, dan perpecahan di tengah masyarakat. “Mereka mengupayakan menyebarkan benih-benih keraguan di antara kita,” tulisnya. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu dan membangun kekuatan guna menggagalkan rencana pihak lawan tersebut. New Policy disusun sebagai respons langsung terhadap konflik yang berkepanjangan dengan AS, sekaligus sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara sekutu seperti Syria, Lebanon, dan Hizbollah.

“Dengan keteguhan hati dan wawasan, kita harus tetap menjaga persatuan serta kohesi untuk menetralisir konspirasi mereka,” sambung Khamenei.

New Policy tidak hanya fokus pada pertahanan tetapi juga mencakup peningkatan kerja sama ekonomi dengan negara-negara non-barat serta pengembangan infrastruktur strategis di wilayah Timur Tengah. Khamenei mengingatkan bahwa keberhasilan New Policy bergantung pada kebersamaan antar-anggota masyarakat, termasuk pemimpin pemerintah dan partai-partai pro-islam. Ia menekankan bahwa keputusan yang diambil dalam New Policy merupakan hasil konsultasi yang intensif antara para tokoh utama, termasuk para ulama dan politisi.

Konteks Sejarah dan Strategi Perang

Proses New Policy ini terjadi dalam konteks konflik regional yang berlangsung sejak kematian Ayatollah Khomeini pada 1989. Setelah Ali Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi, ia selama ini berperan sebagai pengambil keputusan utama dalam perang dengan Israel dan AS. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, khamenei tampak lebih berfokus pada komunikasi tertulis sebagai bagian dari New Policy, yang diharapkan dapat meningkatkan konsistensi kebijakan Iran di tengah dinamika politik internasional.

Sepanjang proses perang, pihak Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 8 April lalu. Namun, meski ada upaya negosiasi langsung maupun melalui mediator, pembicaraan diplomasi masih belum membuahkan hasil. Sejak 1989, Ali Khamenei biasa memberikan pidato tahunan dalam upacara peringatan tanggal 4 Juni, yang kini diisi oleh putranya Mojtaba. New Policy juga dirancang untuk menjawab kritik internasional terhadap tindakan militer Iran, sambil memperkuat posisi tawar dalam negosiasi.

Mojtaba Khamenei, yang telah resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi, tetap tidak terlihat secara langsung sejak dilantik bulan Maret lalu. Ia hanya menyampaikan arahan melalui pernyataan tertulis. Meski demikian, fotonya dipajang bersama dua pemimpin sebelumnya di kompleks makam di wilayah selatan Teheran. New Policy diharapkan menjadi bingkai untuk kebijakan yang lebih berkelanjutan, termasuk memperkuat hubungan dengan negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok yang mendukung kepentingan Iran.

Di upacara tersebut, peserta memasang bendera resmi Republik Islam Iran serta spanduk kelompok Lebanon, Hezbollah, yang selama ini didukung oleh Teheran. Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap perjanjian perdamaian dengan AS harus menyeluruh, mencakup penghentian permusuhan di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon. Di sana, Hizbollah terus meluncurkan serangan perlawanan terhadap Israel sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kekuatan Iran. New Policy juga mencakup pembangunan basis kekuatan lokal untuk menghadapi ancaman dari luar, termasuk pengaruh budaya dan media AS.

MORE FROM THIS CATEGORY