Tersisa 15 Tahun, Total Sumber Daya Timah TINS Masih 800 Ribu Ton

2 months ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
4a38caf9-db22-4f5c-b3e7-39da9d1334e7-0

TINS Tersisa 15 Tahun, Sumber Daya Timah Masih 800 Ribu Ton

Dailynesia.com – Dalam rangka menghadapi tantangan sumber daya timah, PT Timah Tbk (TINS) meluncurkan Latest Program sebagai inisiatif strategis untuk memastikan keberlanjutan eksplorasi dan produksi. Dikutip dari laporan terbaru, cadangan timah nasional Indonesia kini mencapai 800.000 ton, dengan sumber daya tambang yang tercatat sebesar 300.000 ton. Namun, data ini menunjukkan bahwa sumber daya timah tersebut hanya bisa bertahan hingga 10-15 tahun ke depan, memicu kebutuhan peningkatan cadangan untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.

Analisis Sumber Daya Timah TINS

“Mulai dari eksplorasi, kami saat ini melakukan eksplorasi secara agresif. Itu menjadi prioritas utama PT Timah dalam Latest Program kami. Kami perlu memastikan ketersediaan deposit sumber daya serta cadangan. Saat ini, kami memiliki sekitar 800.000 ton sebagai sumber daya dan sekitar 300.000 ton untuk cadangan. Kami membutuhkan usia tambang yang lebih panjang,” ujar Ilhamsyah Mahendra, Direktur Produksi dan Komersial TINS, dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, seperti dikutip Kamis (4/6/2026).

Menurut Ilhamsyah, cadangan yang ada saat ini belum memenuhi standar ideal jika dibandingkan dengan visi perusahaan untuk mendominasi pasar global dalam jangka waktu lama. Latest Program menjadi jawaban untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengintegrasikan teknologi pemetaan digital dan alat pemantauan udara ke dalam proses eksplorasi. Hal ini membantu mengidentifikasi lokasi potensial yang sebelumnya sulit terdeteksi, sehingga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya.

Strategi Eksplorasi dan Ekspansi Global

“Angka-angka itu hanya bisa mencukupi kebutuhan selama 10-15 tahun. Kami membutuhkan deposit yang lebih banyak lagi untuk mendukung operasional selama lebih dari seratus tahun. Oleh karena itu, kami juga menggunakan platform GIS serta drone untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam eksplorasi,” tambahnya.

Latest Program tidak hanya fokus pada eksplorasi domestik, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional. Perusahaan ini mengejar pengembangan aset tambang di luar Indonesia guna mengurangi risiko ketergantungan pada sumber daya lokal. Ilhamsyah menjelaskan bahwa langkah ekspansi global ini menjadi bagian penting dari Latest Program, yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rantai pasok mineral kritis di dunia.

Sebagai bagian dari Latest Program, TINS juga mengupayakan diversifikasi jenis mineral yang dieksploitasi. Perusahaan ini sedang mengevaluasi potensi tambang mineral lain seperti kobalt dan lithium, yang menjadi komponen utama dalam industri baterai dan elektronik modern. Dengan memperluas lini bisnis, TINS berharap dapat menciptakan cadangan yang lebih stabil, terutama menghadapi risiko kenaikan harga atau kelangkaan timah di masa depan.

Ekspansi global dalam Latest Program juga mencakup kolaborasi dengan perusahaan internasional di bidang penambangan. Ilhamsyah menekankan bahwa TINS terbuka untuk kerja sama strategis dengan entitas asing yang memiliki teknologi dan kapasitas eksplorasi terbaik. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas data geologi dan mempercepat penerapan solusi inovatif dalam pengelolaan sumber daya mineral.

MORE FROM THIS CATEGORY