KAI Berencana Renovasi Stasiun Gambir, DPR Respons Begini
Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Komite Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (3/6/2026). Proyek revitalisasi besar-besaran Stasiun Gambir dianggap penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan infrastruktur transportasi di Indonesia. Beberapa anggota DPR menyoroti efektivitas alokasi dana untuk proyek tersebut, sekaligus mengusulkan agar pembangunan tidak hanya difokuskan pada penataan stasiun, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas di daerah lain yang lebih membutuhkan.
Proyek Revitalisasi Stasiun Gambir
Stasiun Gambir, yang merupakan salah satu stasiun utama di Jakarta, akan menjalani renovasi menyeluruh berdasarkan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD). Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa rencana ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi. Proyek tersebut diharapkan bisa meningkatkan integrasi transportasi antar moda, seperti kereta api jarak jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, dan layanan bus, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat.
Dalam sesi RDP, Bobby juga menyebutkan bahwa peningkatan kenyamanan pengguna transportasi menjadi prioritas. Hal ini mencakup pengembangan ruang hijau, seperti vegetasi pada area antarbangunan hingga rooftop, serta penataan ulang taman kota di kawasan Medan Merdeka. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih teduh dan ramah, sekaligus menjadi pusat kegiatan yang terpadu,” tambah Bobby, yang diungkapkan dalam keterangan resmi.
Respons DPR terhadap Rencana Renovasi
Anggota Komisi VI DPR, Nurwayah, menilai bahwa Stasiun Gambir saat ini telah memiliki kondisi yang relatif baik dibandingkan dengan stasiun-stasiun lain di Indonesia. Menurutnya, dana yang dialokasikan untuk revitalisasi bisa lebih efektif jika digunakan untuk meningkatkan fasilitas di wilayah yang lebih kurang berkembang. “Key Discussion ini memicu refleksi bahwa renovasi Gambir mungkin terlalu berfokus pada penguatan lokal, sementara daerah lain justru membutuhkan prioritas,” ujarnya dalam RDP.
“Stasiun Gambir akan dibangun total ya, karena katanya sudah lama. Kalau menurut saya Pak, sayang sekali anggaran ini jika difokuskan untuk membangun ulang yang ada di stasiun Gambir,” kata Nurwayah, yang mengingatkan pentingnya pertimbangan anggaran secara lebih luas.
Sementara itu, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menekankan bahwa pembangunan Stasiun Gambir merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor perkeretaapian nasional. “Key Discussion ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur transportasi. Stasiun Gambir diharapkan menjadi sentral mobilitas yang memadai,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam pembahasan Key Discussion, sejumlah anggota DPR juga menanyakan tentang jangka waktu dan prioritas proyek. Ada usulan agar peningkatan fasilitas di Stasiun Gambir diimbangi dengan pengembangan sistem transportasi di daerah-daerah terpencil. “Perlu ada keseimbangan antara penguatan stasiun utama dan pemerataan layanan transportasi ke seluruh Indonesia,” saran Nurwayah, yang menyoroti kebutuhan nasional.

