Jumlah Bank di RI Ternyata Susut 56% dalam 30 Tahun Terakhir

2 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
04fea8e9-ce6a-4f86-9b26-0079ff3d1199-0

Jumlah Bank di RI Ternyata Susut 56% dalam 30 Tahun Terakhir

Dailynesia.com – Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam jumlah bank umum sejak tiga dekade terakhir. Jumlah bank di RI ternyata susut sebesar 56% dari total 240 lembaga perbankan pada tahun 1995 hingga mencapai 105 bank saat ini. Perubahan ini terjadi secara alami dan dipengaruhi oleh dinamika pasar serta kebijakan regulasi yang terus berkembang. Sebagai hasil dari proses konsolidasi, industri perbankan nasional kini lebih terpusat di tangan beberapa lembaga besar yang memiliki kapasitas operasional dan aset lebih kuat.

Konsolidasi Perbankan Nasional

Konsolidasi di sektor perbankan Indonesia berlangsung selama bertahun-tahun, dengan penurunan jumlah bank umum yang tercatat di hampir semua tingkatan. Nixon LP Napitupulu, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), menjelaskan bahwa proses ini tidak hanya dipicu oleh krisis moneter 1998, tetapi juga oleh tuntutan efisiensi operasional dan kebutuhan adaptasi terhadap era digital. “Konsolidasi itu sudah terjadi kalau kita tarik dari 1995, 30 tahun lalu hari ini dari 240 bank ke 105 bank,” ujar Nixon di RDPU Komisi XI, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Angka penurunan tersebut menunjukkan transisi industri perbankan dari struktur yang terpecah ke model yang lebih terpadu. Proses ini berdampak pada pergeseran dominasi pasar, di mana bank-bank besar kini menguasai sebagian besar aset dan layanan perbankan. Sebagai contoh, kelompok KBMI 4 (Bank Umum dengan modal inti lebih dari Rp1 triliun) mengendalikan 52,88% dari total aset sektor perbankan, sementara KBMI 3 (bank dengan modal inti antara Rp500 miliar hingga Rp1 triliun) menyumbang 25,80%. Angka ini memperlihatkan bahwa jumlah bank di RI ternyata cenderung berkonsentrasi ke tangan perusahaan dengan kapasitas yang lebih besar.

Struktur Industri Perbankan Saat Ini

Saat ini, industri perbankan Indonesia terbagi dalam empat kategori berdasarkan ukuran modal inti. Kelompok KBMI 1 (bank dengan modal inti kurang dari Rp500 miliar) dan KBMI 2 (modal inti antara Rp100 miliar hingga Rp500 miliar) masih memainkan peran, meski dengan pangsa pasar yang lebih kecil. Total aset bank umum mencapai Rp13.900 triliun, dengan penyaluran kredit sebesar Rp8.768 triliun. Bandingkan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPRS yang hanya memiliki total aset Rp210,7 triliun serta kredit Rp155,9 triliun, jumlah bank di RI ternyata masih jauh lebih besar dari sektor keuangan non-bank.

Konsentrasi aset yang tinggi pada bank besar juga memengaruhi distribusi layanan keuangan di seluruh negeri. Kebanyakan masyarakat, khususnya di daerah terpencil, masih bergantung pada bank kecil untuk akses layanan seperti tabungan, pinjaman, dan transaksi

MORE FROM THIS CATEGORY