IHSG Ditutup Naik 1,11% Hari Ini – Saham Konglo Beraksi Lagi

2 months ago  ·  2 min read
By James Lopez - dailynesia.com
9a31f6a4-66b1-4bb2-a883-5422ec533dc0-0

IHSG Ditutup Naik 1,11% Hari Ini, Saham Konglomerat Beraksi Lagi

Dailynesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (2/6/2026), ditutup dengan kenaikan 1,11% ke level 6.195,43, menambahkan 68,05 poin. Ini menandai pergerakan positif di pasar modal Indonesia setelah periode libur panjang yang menyebabkan pergerakan indeks terdampak. Meskipun kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan awal sesi perdagangan, IHSG tetap mencatatkan peningkatan yang signifikan di tengah antusiasme investor terhadap sektor-sektor strategis.

Pada awal sesi, IHSG sempat melonjak hingga 2,23% ke angka 6.264,26, tetapi kemudian bergerak stabil di akhir hari. Pergerakan indeks mencakup rentang antara 6.143,63 dan 6.264,26, dengan 295 saham menguat, 410 saham melemah, dan 254 saham tidak berubah. Kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan mencapai Rp 10.895 triliun, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap dinamika ekonomi domestik dan global.

Penguatan IHSG Hari Ini

Saham-saham dari perusahaan konglomerat menjadi penopang utama IHSG setelah periode libur panjang. Dalam perdagangan, sektor utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 16,11%, diikuti oleh sektor-sektor lain seperti energi dan infrastruktur yang memberikan kontribusi positif. Aksi saham ini terjadi setelah kenaikan 1,11% yang mencerminkan permintaan terhadap aset-aset berisiko setelah koreksi yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Saham-saham seperti Chandra Asri Pasific (TPIA), Barito Pacific (BRPT), Amman Mineral (AMMN), Barito Renewables Energy (BREN), dan Petrosea (PTRO) menjadi penopang utama IHSG. Dari kelima saham ini, BREN mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 24,85% hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), memberi kontribusi sebesar 30,25 poin. AMMN dan Dian Swastatatika Sentosa (DSSA) juga menunjukkan performa kuat dengan kenaikan masing-masing 17,88 poin dan 25%.

Kenaikan IHSG hari ini didukung oleh permintaan terhadap saham-saham besar, terutama dari perusahaan-perusahaan bank jumbo. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing menambah 14,11 poin, 11,71 poin, dan 7,04 poin. Aksi saham ini menunjukkan bahwa investor kembali menempatkan aset-aset keuangan sebagai pilihan investasi yang lebih aman dibandingkan aset berisiko lainnya.

Volatilitas Mata Uang Garuda

Di sisi lain, mata uang Garuda, rupiah, menutup sesi perdagangan awal bulan ini dengan penguatan 0,20% ke level Rp17.830 per dolar AS (US$). Penguatan ini mematahkan tren pelemahan lima hari berturut-turut yang terjadi sebelumnya. Volatilitas terjadi sepanjang hari, dengan rupiah dibuka naik 0,08% di Rp17.850/US$, lalu turun hingga Rp17.892/US$ sebelum akhirnya berbalik menguat.

Koreksi singkat ini dipengaruhi oleh perubahan sentimen pasar global, terutama terkait dengan indeks dolar AS (DXY) yang melemah 0,12% ke 99,081. Perkembangan ini menjadi fokus para investor, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyebutkan ketidakpeduliannya terhadap kemungkinan gagalnya pembicaraan damai dengan Teheran. Penurunan DXY memberi tekanan positif pada rupiah, sehingga membantu kenaikan yang terjadi pada hari ini.

Kenaikan IHSG dan rupiah mengindikasikan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun masih ada faktor-faktor eksternal yang perlu dipertimbangkan. Ekspor dan impor yang mengalami kenaikan atau penurunan, serta kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), menjadi perhatian utama. Investor memperkirakan bahwa keberhasilan sektor-sektor prioritas seperti energi dan perkebunan akan terus mendukung kinerja pasar modal dalam beberapa hari mendatang.

MORE FROM THIS CATEGORY