IHSG Dibuka Melesat 1,35% ke Level 6.210

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
39200db4-da79-401d-9284-d5ad22dceb95-0

IHSG Dibuka Melesat 1,35% ke Level 6.210

Dailynesia.com – Dalam upaya memperkuat kinerja pasar modal, Special Plan kembali mencuri perhatian investor pada hari Selasa (2/6/2026), saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan dengan kenaikan signifikan sebesar 1,35% atau 82,62 poin. IHSG berhasil menembus level 6.210, yang menggambarkan kepercayaan pasar terhadap strategi ekonomi nasional. Pergerakan ini berbeda dari tren koreksi yang terjadi sepanjang bulan Mei, di mana IHSG berfluktuasi dalam rentang antara 6.119,7 hingga 6.153,71 sepanjang sesi awal. Volume transaksi mencapai Rp653,25 miliar, dengan 494,58 juta saham diperdagangkan sebanyak 48 ribu kali. Tercatat 245 saham menguat, sementara 119 saham melemah dan 329 saham stagnan.

Kebijakan Ekspor Baru dan Pengelolaan Devisa

Sebagai bagian dari Special Plan, pemerintah mengumumkan serangkaian kebijakan baru yang fokus pada pengelolaan devisa ekspor dan stabilitas pasar valuta asing. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam serta memperkuat pengawasan terhadap transaksi ekspor. Salah satu kebijakan utama adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai lembaga pengelola mekanisme ekspor satu pintu bagi tiga komoditas strategis, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Komoditas-komoditas tersebut menyumbang ekspor senilai US$66,13 miliar pada 2025, atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional.

Kebijakan ini menjadi bagian dari Special Plan yang bertujuan menstabilkan perekonomian Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan menjaga transparansi dalam transaksi ekspor. “Dengan demikian, nilai ekspor yang tercatat akan lebih mencerminkan transaksi sebenarnya,” katanya dalam wawancara. Implementasi kebijakan akan dilakukan secara bertahap, dengan evaluasi setiap tiga bulan selama masa transisi hingga penerapan penuh pada 1 Januari 2027.

Tren Pasar Saham Asia-Pasifik

Special Plan tidak hanya memengaruhi IHSG, tetapi juga terkait dengan dinamika pasar saham Asia-Pasifik yang sedang mengalami penurunan pada hari Selasa (2/6/2026). Situasi ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski indeks saham utama Wall Street mencatatkan rekor tertinggi, kekhawatiran tentang perubahan geopolitik membuat investor lebih berhati-hati. Perubahan arah IHSG bisa menjadi bagian dari respons pasar terhadap kebijakan Special Plan yang berdampak global.

Dalam konteks ini, IHSG bergerak dalam suasana yang lebih optimis dibandingkan bursa saham Asia-Pasifik lainnya. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,52%, sementara Topix mengalami penurunan lebih dalam sebesar 0,98%. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,32%, dan Kosdaq anjlok hingga 2,5%. Pasar saham Australia juga terdampak, dengan indeks S&P/ASX 200 melemah 0,67%. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong mencatatkan level 25.207, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.398,18.

Ketidakpastian hubungan AS-Iran menjadi faktor utama yang memengaruhi sentiment pasar. Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan CNBC, menekankan bahwa negosiasi perdamaian dengan Iran tidak menjadi prioritas utama, sehingga investor cenderung mengambil sikap konservatif. Kebijakan pemerintah AS dalam mengelola hubungan ini dipandang sebagai sinyal perubahan dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar global. Namun, Special Plan yang fokus pada pengelolaan ekspor dan devisa berharap memberikan kepercayaan kembali ke pasar.

Salah satu komponen kunci dari Special Plan adalah pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, eksportir sektor nonmigas kini diwajibkan menyimpan 100% DHE dalam rekening khusus di dalam negeri selama minimal 12 bulan. Untuk sektor migas, persyaratan penyimpanan DHE ditetapkan sebesar 30% selama setidaknya tiga bulan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan cadangan devisa domestik serta memperkuat manfaat ekspor terhadap sistem keuangan nasional.

Special Plan juga mencakup pemberlakuan pembatasan konversi dana asing ke rupiah, maksimal 50% perusahaan. Langkah ini memberikan ruang bagi eksportir untuk mengoptimalkan pengelolaan devisa, terutama di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Selain itu, pemerintah menyiapkan insentif pajak berupa tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah bagi eksportir yang mematuhi aturan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Special Plan untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional.

Dengan penerapan Special Plan, pasar saham Indonesia diharapkan bisa mengalami kestabilan yang lebih baik. Pergerakan IHSG yang melompat ke level 6.210 menunjukkan respons positif terhadap kebijakan yang dianggap memberikan kejelasan dan kepercayaan terhadap proses ekspor. Meski terdapat tantangan dari kondisi regional, Special Plan memberikan harapan untuk menstabilkan pasar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

MORE FROM THIS CATEGORY