Kebijakan Baru Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Keliki
Dailynesia.com – Kebijakan baru yang diterapkan oleh Pertamina menjadi perhatian utama dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Program Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki, berlokasi di Kecamatan Tegalallang, Gianyar, Bali, menjadi contoh sukses dari inisiatif ini. New Policy ini tidak hanya fokus pada pengelolaan energi terbarukan, tetapi juga menciptakan sinergi antara kebijakan ekonomi, lingkungan, dan pangan, memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat pedesaan.
Inisiatif Energi Terbarukan untuk Pengelolaan Sampah dan Pertanian
Dalam rangka mengurangi dampak lingkungan, New Policy DEB Keliki menempatkan pengolahan sampah menjadi kompos sebagai bagian integral dari keberlanjutan desa. Proses ini didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 10,5 kWp, yang menghasilkan energi sebanyak 14.256 kWh per tahun. Dengan adanya PLTS ini, desa berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 13,7 ton CO2eq/tahun serta menghemat biaya listrik hingga Rp21 juta per tahun.
“Pengelolaan sampah di Desa Keliki tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi,” ujar I Wayan Sumada, tokoh lokal dan ketua BUMDES Yowana Bakti Keliki. Sistem Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R) yang diterapkan memungkinkan masyarakat mengolah limbah organik, anorganik, dan residu menjadi bahan-bahan bernilai tambah, seperti pupuk organik, ecoenzyme, dan kompos.
Program New Policy ini juga berdampak langsung pada pertanian berkelanjutan. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, desa mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengairan sawah yang lebih efisien. TPS3R menjadi penggerak utama dalam mendorong transformasi perilaku masyarakat untuk lebih sadar tentang pengurangan limbah dan penggunaan sumber daya lokal secara optimal.
Keberhasilan DEB Keliki dalam Mengubah Desa menjadi Model Ekonomi Hijau
Kebijakan baru Pertamina di Desa Keliki telah membuktikan bahwa kemandirian energi dapat menjadi fondasi untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini melibatkan lebih dari 1.200 kepala keluarga, dengan kerja sama yang kuat antara Pertamina dan 15 unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Melalui Eco Village dan Agrikultur, New Policy ini mendorong terciptanya ekosistem lokal yang tangguh, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Dengan New Policy ini, hasil panen padi meningkat drastis dari 5–5,5 ton per hektare menjadi 8,7 ton per hektare setelah pendampingan Pertamina. Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari peningkatan produksi pangan, tetapi juga dari inovasi-inovasi yang dihasilkan, seperti pupuk organik berkualitas tinggi dan ecoenzyme, yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Selain itu, PLTS dengan kapasitas 17,5 kWp berkontribusi menghasilkan 84.000 kWh energi per tahun, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 23,1 ton CO2eq/tahun.
“Kebijakan baru ini adalah bentuk komitmen Pertamina untuk membuka akses energi terbarukan dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” tutur Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Independen Pertamina. Dengan integrasi energi dan pertanian, Desa Keliki menjadi model yang dapat ditiru di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Program DEB Keliki juga menunjukkan bagaimana New Policy dapat menjadi penggerak utama dalam mengubah paradigma kehidupan masyarakat pedesaan. Dari pengolahan sampah hingga penggunaan energi terbarukan, inisiatif ini menciptakan lingkaran positif yang mengurangi ketergantungan pada bahan baku eksternal. Ketersediaan energi terjangkau berkontribusi pada pengoperasian alat pertanian modern, sementara pengelolaan limbah memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga masyarakat.

