Main Agenda: Negara-Negara Indo-Pasifik Kompak Bersatu Hadapi China, Ada Apa?

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
pesawat-angkut-militer-us-air-force-berjenis-boeing-c-17-globemaster-iii-di-ktt-g20-bali-10_169

Main Agenda: Negara-Negara Indo-Pasifik Bersatu Menghadapi Tiongkok, Ada Apa?

Dailynesia.com – Perkembangan terkini dalam kebijakan luar negeri menunjukkan bahwa main agenda utama di kawasan Indo-Pasifik adalah solidaritas negara-negara dalam menghadapi dominasi Tiongkok di bidang keamanan dan ekonomi. Dilaporkan oleh Reuters pada hari Minggu (31 Mei 2026), beberapa pemimpin militer dari negara-negara kunci seperti Filipina, Jepang, Australia, dan Selandia Baru sepakat meningkatkan kerja sama untuk memperkuat posisi mereka melawan ancaman dari negara-negara besar. Main agenda ini menggambarkan upaya koordinasi strategis yang bertujuan menyeimbangkan pengaruh Tiongkok dan memastikan stabilitas regional.

AS Didesak Perkuat Peran dalam Keamanan Wilayah Indo-Pasifik

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menekankan perlunya mitra Indo-Pasifik lebih mandiri dalam menghadapi krisis keamanan. Namun, ia juga mengakui kekhawatiran mengenai kemungkinan prioritas AS bergeser ke konflik Timur Tengah, terutama terkait situasi di Iran. Main agenda ini menjadi penting karena mencerminkan keinginan untuk menjaga konsistensi kehadiran AS di kawasan Indo-Pasifik, meski menghadapi tekanan dari berbagai front.

“Kemitraan antar-negara Indo-Pasifik menjadi bagian dari main agenda utama kita untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan secara kolektif,” kata Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, dalam wawancara dengan Reuters.

Teodoro menambahkan bahwa pengembangan kemampuan militer regional tidak hanya untuk menghadapi Tiongkok, tetapi juga untuk memperkuat respons terhadap ancaman global. “Dengan main agenda ini, kita bisa membangun kepercayaan yang lebih dalam dan menyeimbangkan rasio antara pertahanan nasional dan kemitraan strategis,” jelasnya. Sementara itu, perwakilan dari negara-negara lain seperti Jepang dan Australia menyatakan dukungan terhadap pendekatan ini, karena dianggap penting untuk memperketat konsensus antar-negara.

Kemitraan Militer dan Ekonomi Jadi Fokus Utama

Kemitraan militer di Indo-Pasifik semakin diperkuat melalui berbagai inisiatif seperti latihan bersama dan pembelian senjata dari negara-negara pihak ketiga. Jepang, sebagai mitra utama, memperluas ekspor senjata ke luar negeri, termasuk rudal dan kapal perang, untuk mendukung main agenda pertahanan regional. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menegaskan bahwa peningkatan kemitraan ini bertujuan menyediakan sumber daya militer yang efisien dan efektif.

“Dengan main agenda ini, kita bisa memastikan bahwa semua negara memiliki akses ke teknologi pertahanan terkini, bahkan dalam skenario terburuk,” kata Koizumi.

Selandia Baru juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemitraan militer, terutama melalui penggantian kapal perang yang usang dengan unit dari Jepang dan Inggris. Menteri Pertahanan Selandia Baru, Chris Penk, menyatakan bahwa main agenda ini tidak hanya tentang pengembangan kekuatan militer, tetapi juga tentang meningkatkan kemampuan operasional dan respons terhadap ancaman bersama. “Kita perlu membangun sistem yang solid untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di Indo-Pasifik,” tambahnya.

Pasukan Kanada, yang ikut memperkuat kehadiran militer di kawasan tersebut, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Jepang dan Filipina akan fokus pada keamanan siber dan latihan maritim. Panglima Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, menegaskan bahwa main agenda ini adalah langkah kritis untuk menghadapi perubahan geopolitik yang terjadi secara cepat. “Kemitraan multilateral adalah kunci untuk menghadapi Tiongkok yang semakin dominan,” ujarnya.

Di sisi ekonomi, negara-negara Indo-Pasifik juga mengambil langkah-langkah untuk memastikan stabilitas perdagangan. Main agenda ini mencakup pengembangan jalur ekonomi alternatif dan penegakan aturan perdagangan yang adil. “Kita perlu menggabungkan kekuatan militer dengan kebijakan ekonomi untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” kata Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, dalam wawancara serupa. Ia menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam memperkuat resiliensi ekonomi dan politik terhadap tekanan Tiongkok.

Dengan main agenda yang konsisten, negara-negara Indo-Pasifik berharap membangun jaringan pertahanan yang lebih kuat, meningkatkan kepercayaan antar-negara, dan menyeimbangkan pengaruh dari Tiongkok. Sebagai bagian dari upaya ini, latihan bersama, pembelian senjata, dan kebijakan ekonomi akan menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di kawasan yang strategis ini.

MORE FROM THIS CATEGORY