Pertama di RI! Bali Akan Punya Taksi Air, Ini Rencana Rutenya
Dailynesia.com – Kementerian Perhubungan RI tengah mempercepat pengembangan infrastruktur transportasi pariwisata di Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pihaknya telah merancang strategi untuk meningkatkan aksesibilitas di pulau dewasa tersebut. Langkah ini melibatkan pengembangan moda transportasi laut, yaitu water taxi, serta perluasan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Menurut Dudy, water taxi bertujuan mengintegrasikan sistem transportasi darat, laut, dan udara, sehingga mengurangi kemacetan yang sering terjadi di wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Badung, yang menjadi sentra aktivitas wisata.
Studi dan Pengerjaan Konstruksi
Saat ini, PT. ASDP Indonesia Ferry sedang menyusun studi Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini. Proses konstruksi diperkirakan dimulai pada Agustus 2026 dan berlangsung hingga Juli 2027. Dudy menekankan bahwa penggunaan water taxi bisa menjadi solusi alternatif yang lebih efisien, terutama dalam menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. “Dari hasil observasi, perjalanan darat memakan waktu 1-2 jam, sementara water taxi diharapkan mampu menempuh jarak yang sama dalam 30 menit,” jelas Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Moda transportasi laut ini dirancang untuk memperkuat jaringan antar daerah, khususnya di jalur utama yang sering padat. Dudy menjelaskan bahwa pengembangan water taxi bukan hanya untuk keperluan wisatawan, tetapi juga untuk masyarakat setempat. “Dengan penggunaan water taxi, kita bisa mengurangi beban lalu lintas di jalan raya dan menawarkan alternatif yang lebih cepat serta nyaman,” tambahnya.
Komitmen untuk Sistem Terintegrasi
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen Kemenhub dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan transportasi yang terpadu. “Kami berharap layanan ini bisa menjadi pilihan transportasi alternatif yang efisien, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat serta pengunjung,” katanya.
“Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” timpal Direktur Utama ASDP Heru Widodo.
Menurut Heru, konsep water taxi bertujuan menyelaraskan berbagai jenis transportasi agar tidak saling mengganggu. Selain itu, layanan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, karena mengurangi polusi udara dari mobil-mobil yang terjebak di kemacetan. Dudy juga menyoroti bahwa rute yang dipilih telah melalui evaluasi menyeluruh, termasuk pertimbangan keselamatan dan kesiapan infrastruktur.
Pemilihan Rute Prioritas
Rute Sekeh menuju Canggu (Berawa) dipilih sebagai lintasan utama dalam proyek ini. Pemilihan jalur ini didasari oleh potensi manfaat langsung bagi mobilitas wisatawan maupun penduduk lokal. “Lintasan ini dinilai paling mungkin memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat akses ke destinasi pariwisata,” jelas Windy Andale, Corporate Secretary ASDP.
“Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali,” kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale.
Proses pemilihan rute melibatkan analisis berbagai aspek, seperti volume penggunaan, kepadatan lalu lintas, serta dampak lingkungan. Heru menyebutkan bahwa proyek ini telah melewati studi kelayakan yang menunjukkan prospek baik untuk dilanjutkan. “Kami yakin rute Sekeh-Berawa akan menjadi pilihan yang optimal, karena kawasan tersebut terus berkembang dan membutuhkan alternatif transportasi yang lebih modern,” kata Heru.
Perkembangan dan Target Pengerjaan
Saat ini, proyek ini berada di tahap penyusunan DED dan pengurusan izin. ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia menargetkan selesai pada akhir tahun 2026 sebelum diajukan kembali ke pemerintah untuk persetujuan lanjutan. Dudy menyatakan, proyek ini akan menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan mobilitas yang semakin kompleks di Bali.
Menurut Dudy, water taxi akan menjadi bagian dari solusi transportasi berkelanjutan, yang sejalan dengan upaya membangun sistem transportasi yang lebih efektif. “Kita perlu memastikan semua aspek, mulai dari teknis hingga sosial, telah dipertimbangkan matang sebelum memulai operasional,” katanya. Proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, karena mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang terbatas.
Harapan dan Tantangan
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada kolaborasi antar instansi. “Kemenhub berharap semua pihak, termasuk pengelola bandara dan pelabuhan, bisa mendukung pelaksanaannya,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga memperhatikan dampak sosial dari penggunaan water taxi, seperti pengurangan emisi karbon dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Heru Widodo menambahkan bahwa ASDP dan Angkasa Pura Indonesia telah menyusun rencana kerja yang terpadu. “Studi kelayakan menunjukkan bahwa proyek ini layak dilanjutkan, dengan berbagai potensi di sektor pariwisata dan logistik,” katanya. Windy Andale juga menyebutkan bahwa rute yang dipilih akan diuji coba dalam beberapa bulan sebelum dioperasikan secara penuh.
Proyek water taxi di Bali dianggap sebagai langkah inovatif dalam mengatasi masalah kepadatan transportasi. Dudy menilai bahwa dengan adanya layanan ini, wisatawan bisa lebih cepat mencapai destinasi utama, seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud, tanpa terjebak di kemacetan jalan raya. Selain itu, layanan ini juga bisa meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, seperti di sekitar Pelabuhan Celukan Bawang.
Windy Andale menegaskan bahwa ASDP berkomitmen untuk menyediakan layanan yang aman dan terpercaya. “Kami sudah melakukan analisis risiko dan menyiapkan protokol keselamatan pelayaran untuk memastikan kenyamanan pengguna,” katanya. Proyek ini juga dirancang untuk menyediakan layanan khusus bagi wisatawan, seperti paket tiket terpadu atau integrasi dengan aplikasi booking digital.
Dengan adanya water taxi, Kemenhub berharap Bali bisa menjadi contoh dalam pengembangan transportasi pariwisata yang terintegrasi. Proyek ini juga diharapkan menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia

