Main Agenda: 10 Perusahaan CPO Terlibat Under Invoicing, Wamentan Bilang Begini
Dailynesia.com – Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa 10 perusahaan besar penghasil crude palm oil (CPO) ditemukan terlibat dalam praktik under invoicing, sesuai dengan laporan dari Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa kewenangan mengenai ekspor dan pengelolaan harga berada di luar lingkup kementerian pertanian. Ia menjelaskan bahwa izin ekspor dikelola oleh lembaga lain, termasuk Kementerian Keuangan, yang lebih fokus pada perpajakan dan transaksi ekonomi. “Main Agenda kami adalah menjamin stabilitas produksi sawit dan harga TBS yang diterima petani,” tambah Sudaryono.
Praktik Under Invoicing dan Transfer Pricing
Dalam konteks Main Agenda, Kementerian Keuangan telah menemukan indikasi kuat bahwa 10 perusahaan CPO terbesar melakukan transfer pricing dalam proses ekspor. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan ini menggunakan perusahaan cangkang di Singapura untuk memperkecil nilai ekspor, lalu menjual produk kembali ke negara tujuan dengan harga yang jauh lebih tinggi. “Main Agenda temuan ini mengungkap adanya manipulasi harga yang bisa mengurangi pendapatan negara,” ujar Purbaya di kompleks DPR/MPR, Senin (25/5/2026).
Praktik under invoicing ini terjadi saat harga ekspor CPO diatur secara rendah, sedangkan nilai jual di pasar internasional jauh lebih tinggi. Akibatnya, pemerintah kehilangan potensi pajak yang seharusnya diterima dari transaksi tersebut. Purbaya menekankan bahwa nilai kerugian bisa sangat signifikan jika semua transaksi dianalisis secara menyeluruh. “Main Agenda kami adalah memastikan transparansi dalam harga ekspor, sehingga pemerintah bisa mengevaluasi dampak ekonomi secara objektif,” tambahnya.
Kementerian Pertanian Fokus pada Sektor Hulu
Menanggapi temuan Kementerian Keuangan, Sudaryono menegaskan bahwa Main Agenda Kementerian Pertanian terfokus pada sektor hulu, yaitu produksi sawit dan harga TBS. Ia menjelaskan bahwa tugasnya adalah memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. “Main Agenda kami adalah mengawasi harga TBS yang diterima petani, karena itu merupakan pondasi utama bagi produksi CPO,” ujarnya.
Sudaryono menambahkan bahwa selama ini kementerian pertanian belum menemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan harga di tingkat produksi. Ia menyarankan agar pemerintah menggandeng lembaga keuangan untuk memperkuat pengawasan di sektor perdagangan. “Main Agenda kami adalah mendukung keberlanjutan sektor pertanian, sementara perusahaan-perusahaan ini menjadi tanggung jawab lembaga ekonomi lain,” jelas Sudaryono.
Dalam upaya meningkatkan transparansi, Kementerian Pertanian berencana untuk memanggil perusahaan-perusahaan terkait untuk berdiskusi. “Main Agenda kami adalah memastikan setiap pihak memahami tanggung jawabnya, baik di sektor hulu maupun hilir,” tegas Sudaryono. Ia menegaskan bahwa selama ini pemerintah tidak langsung campur tangan dalam urusan perpajakan, tetapi tetap memantau perkembangan kasus ini.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap 10 perusahaan CPO terbesar dilakukan secara acak, dengan membandingkan harga ekspor dari Indonesia dengan harga barang yang sama di negara tujuan. Praktik ini dilakukan melalui penggunaan perusahaan trading di Singapura, yang mengambil alih ekspor dan meningkatkan harga jual di pasar internasional. “Main Agenda temuan ini menunjukkan bahwa ada mekanisme ekonomi yang memanfaatkan kelemahan regulasi untuk mengoptimalkan keuntungan,” tambah Purbaya.
Sebagai bagian dari Main Agenda, Kementerian Keuangan sedang menindaklanjuti kasus ini dengan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung. Selain itu, pemerintah juga memantau adanya dugaan praktik serupa pada komoditas batu bara. Sudaryono menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan keberlanjutan kebijakan ekonomi. “Main Agenda ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pertanian dan keuangan,” pungkasnya.

