AS Langgar Gencatan Senjata, Upaya Damai dengan Iran Berantakan Lagi?

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
foto-kolase-presiden-as-donald-trump-pemimpin-tertinggi-iran-yang-baru-ayatollah-mojtaba-khamenei-dan-perdana-menteri-israel-b-1773388964111_169-1

AS Langgar Gencatan Senjata, Upaya Damai dengan Iran Berantakan Lagi

Dailynesia.com – Jakarta, Serangan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz kembali memicu ketegangan dengan Iran, merusak kemajuan yang sebelumnya dicapai dalam upaya menyelesaikan konflik. Menurut sumber terpercaya, aksi militer AS di Provinsi Hormozgan pada hari Selasa dini hari dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diusulkan dalam rangkaian Special Plan. Persetujuan ini dianggap sebagai langkah kritis untuk mengurangi tekanan global yang diakibatkan oleh perang antara kedua negara yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Pelanggaran dan Konfirmasi dari Iran

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan AS di Selat Hormuz merupakan pelanggaran besar terhadap kesepakatan henti perang. Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menekankan bahwa tindakan militer AS mengancam upaya damai dan memicu ketidakstabilan lebih lanjut. Media lokal melaporkan bahwa ledakan terdengar di wilayah tersebut, menggarisbawahi bahwa keadaan memanas kembali. Meski AS membela langkah mereka sebagai operasi defensif, Iran menganggapnya sebagai bentuk provokasi terhadap kesepakatan yang diharapkan dalam Special Plan.

Dampak pada Pasokan Minyak Global

Konflik antara AS dan Iran telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap jalur perdagangan minyak global. Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu mengakibatkan penurunan aktivitas kapal di Selat Hormuz, yang menjadi pintu utama ekspor minyak dunia. Saat ini, lalu lintas kapal masih mengalami penurunan drastis, meski Iran mengklaim 25 kapal tanker telah melintasi wilayahnya dalam 24 jam terakhir. Harga minyak Brent kembali naik 3,5% pada hari Selasa, mendekati level US$100 per barel, menunjukkan tekanan pasar yang terus meningkat.

“Kematian untuk Amerika dan Israel adalah slogan bangsa Islam serta rakyat tertindas dunia,” ujar Khamenei dalam pesan Telegram yang diluncurkan saat musim haji. Slogan serupa pernah digunakan oleh mantan presiden AS Donald Trump untuk membenarkan intervensi militer. Khamenei menegaskan bahwa Iran tetap siap membalas serangan terbaru AS, menekankan keberlanjutan konflik yang terjadi.

Detail dalam Special Plan dan Perundingan

Dalam rangkaian negosiasi, Iran dan AS berupaya memperjelas tujuan Special Plan. Langkah ini diharapkan mencakup henti perang di semua front, pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama 30 hari, serta bantuan finansial untuk Iran. Menurut sumber pemerintah Iran, dana US$24 miliar yang dibekukan menjadi hambatan terakhir dalam perundingan. Setelah negosiasi tidak langsung di Qatar, delegasi Iran kembali ke meja negosiasi dengan keinginan menyelesaikan pertikaian secara damai.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya memperluas operasi militer di Lebanon. “Israel memperdalam operasi di Lebanon,” ujarnya, menunjukkan bahwa konflik tidak hanya melibatkan AS dan Iran, tetapi juga memengaruhi negara-negara tetangga. Pernyataan ini menegaskan bahwa Special Plan harus mencakup konsensus lebih luas untuk mencapai penyelesaian yang berkelanjutan.

Analisis menunjukkan bahwa langkah-langkah AS dalam Special Plan harus diimbangi dengan keberhasilan diplomasi di tingkat internasional. Konflik yang berlangsung memengaruhi perekonomian global, terutama dalam sektor energi. Pihak Iran menekankan bahwa perjanjian awal harus mencakup kejelasan mengenai keamanan laut dan kesepakatan tentang program nuklirnya, yang menjadi isu utama dalam negosiasi.

Sejumlah ahli politik mengungkapkan bahwa Special Plan membutuhkan kepercayaan yang kuat antara AS dan Iran. Jika pelanggaran gencatan senjata terus berlanjut, maka perjanjian tersebut bisa kembali gugur. Dengan demikian, upaya damai dengan Iran tetap mengalami gangguan, meski pihak keduanya menunjukkan keseriusan dalam membicarakan langkah penyelesaian.

MORE FROM THIS CATEGORY