Anak Nelayan di Gorontalo Lapor Belum Dapat MBG, Ini Respons Prabowo
Dailynesia.com – Dalam pertemuan khusus yang diadakan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Gorontalo, Sabtu (9/5/2025), Prabowo Subianto menjawab laporan tentang ketidakpuasan anak-anak nelayan terhadap program pemberian MBG (Mesin Belajar Guru). Pertemuan tersebut menyoroti perluasan akses pendidikan digital untuk masyarakat pesisir yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan ketersediaan perangkat teknologi.
Isu yang Dibahas dalam Pertemuan
Sejumlah anak nelayan mengeluhkan bahwa program MBG belum berjalan efektif di wilayah mereka. Mereka menyebutkan kesulitan dalam mendapatkan layar pintar yang seharusnya diberikan per sekolah. Pertemuan ini menjadi ajang diskusi antara Prabowo dengan para pemimpin lokal, para guru, dan komunitas nelayan. Kepala desa setempat menyampaikan bahwa meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran, distribusi MBG masih terhambat karena kurangnya koordinasi dan kebutuhan tambahan di sekolah-sekolah terpencil.
“Kami sangat berharap MBG bisa segera terimplementasi di semua sekolah, karena anak-anak kita sangat membutuhkan alat pendidikan modern untuk mengikuti kemajuan zaman,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Prabowo membenarkan adanya hambatan, tetapi menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses distribusi. Ia menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana pemerintahan Jokowi-Ma’ruf untuk mendorong transformasi digital dalam pendidikan. Dalam meeting results, Prabowo menyatakan bahwa MBG akan didistribusikan secara bertahap, dengan prioritas pada daerah dengan akses terbatas.
Komitmen Prabowo terhadap Pendidikan Maritim
Sebagai mantan ketua umum Partai Gerindra, Prabowo menekankan pentingnya pendidikan maritim dalam membangun generasi nelayan yang lebih kompeten. Dalam meeting results, ia menyampaikan bahwa program MBG akan dilengkapi dengan pelatihan guru untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi di lingkungan sekolah pesisir. Prabowo juga berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam memantau distribusi MBG, agar tidak ada kesenjangan akses.
Menurut rencana, setiap sekolah akan menerima tiga unit layar pintar setiap tahun, dengan target penuh dalam lima tahun. Namun, beberapa sekolah di Gorontalo masih belum menerima manfaat dari program ini. Prabowo menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diperbaiki berdasarkan masukan langsung dari masyarakat, termasuk anak-anak nelayan yang menjadi sasaran utama.
“Meeting results ini menjadi momentum untuk mendengarkan suara langsung dari masyarakat, termasuk para anak nelayan yang menjadi representasi kebutuhan pendidikan di wilayah pesisir,” tutur Prabowo dalam wawancara setelah pertemuan.
Sebagai langkah lanjutan, Prabowo mengajak pihak terkait untuk menyusun strategi kolaboratif, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan maritim. Ia juga menekankan bahwa program MBG bukan hanya sekadar alat teknologi, tetapi sebagai wujud komitmen politik untuk mewujudkan kesetaraan akses pendidikan di seluruh Indonesia. Pertemuan di Gorontalo dianggap sebagai salah satu contoh nyata penerapan kebijakan pendidikan digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Langkah Strategis untuk Mewujudkan MBG
Prabowo mengungkapkan bahwa dalam meeting results, pihaknya akan menyusun skema distribusi yang lebih efektif, termasuk mempercepat pengadaan MBG di daerah terpencil. Ia juga meminta bantuan masyarakat untuk menjadi pengawas sekaligus pengusung program ini. “Anak-anak nelayan adalah bagian penting dari masa depan Indonesia, jadi kita harus pastikan mereka mendapat peluang yang setara,” tegas Prabowo.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi kesenjangan pendidikan. Prabowo menyebutkan bahwa akan ada evaluasi berkala untuk memastikan program MBG sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan pertemuan ini, pihaknya berkomitmen untuk mempercepat proses digitalisasi pendidikan, terutama di wilayah yang masih terlantar.
Meeting results dari kunjungan Prabowo ke Gorontalo juga menjadi referensi bagi pemerintahan baru dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG akan diukur dari kemampuan anak-anak nelayan dalam mengikuti kurikulum modern dan meningkatkan kualitas belajar. Dengan langkah-langkah konkret yang diusulkan, Prabowo optimis program ini bisa mencapai tujuannya dalam waktu dekat.

