Prabowo Bakal Lebaran Iduladha 1447 H di Wisma KBRI Paris
Dailynesia.com – Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, telah merancang Special Plan khusus untuk perayaan Iduladha 1447 H yang akan dilaksanakan di Wisma KBRI Paris. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kegiatan ibadah dan kebudayaan Indonesia tetap berjalan lancar di luar negeri, terutama untuk masyarakat WNI yang tinggal di Prancis. Special Plan ini mencakup seluruh rangkaian persiapan, mulai dari tempat ibadah, pengaturan waktu, hingga distribusi sapi kurban yang akan diberikan kepada berbagai komunitas. Dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa Special Plan tersebut melibatkan kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan tim pendukung yang bertugas mengkoordinasikan setiap aspek. “Kunjungan ini adalah bagian dari Special Plan yang dirancang agar masyarakat Indonesia di luar negeri merasa diakui dan terlayani dalam perayaan keagamaan mereka,” ujarnya.
“Special Plan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat WNI di Paris, terutama dalam menyambut hari raya Iduladha,” kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, dalam pernyataan resmi Selasa (26/5/2026). “Semua aktivitas, termasuk salat dan silaturahmi, telah diatur secara rinci agar tidak mengganggu kegiatan kenegaraan lainnya.”
Presiden Jokowi tiba di Bandara Orly, Paris, sekitar pukul 09.50 Waktu Setempat, sebagai bagian dari Special Plan kunjungan kenegaraan yang berlangsung sejak awal tahun lalu. Menurut Teddy, Special Plan ini telah melalui beberapa kali perubahan jadwal, terutama karena konflik waktu dengan pembicaraan diplomatik dan konsultasi kebijakan antarnegara. “Kedatangan Presiden menjadi titik awal dari Special Plan yang diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri,” tambahnya. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sebagai ajang pertemuan antar komunitas yang memperkuat ikatan kebangsaan.
Detail Rangkaian Acara dalam Special Plan
Dalam Special Plan ini, Prabowo Subianto, yang sebelumnya menjadi calon presiden, akan memimpin salat Iduladha bersama ribuan jamaah di Wisma KBRI Paris. Lokasi tersebut dianggap strategis karena memiliki kapasitas ruangan yang memadai dan fasilitas pendukung yang memenuhi standar keagamaan. Selain salat, kegiatan Special Plan juga mencakup makan bersama, serta penyerahan bantuan kepada WNI yang membutuhkan. Teddy menyatakan bahwa seluruh aktivitas telah dipersiapkan secara matang, termasuk mengundang ulama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pengarahan tentang ritual Iduladha.
Kepala Badan Penghubung Indonesia (BPI) di Paris, Mohammad Kurniawan, menambahkan bahwa Special Plan ini juga memperhatikan faktor logistik, seperti transportasi hewan kurban dari dalam negeri ke luar negeri. “Semua sapi yang disalurkan telah dipastikan memenuhi syarat syariat Islam, termasuk usia, jenis kelamin, dan kondisi fisiknya,” jelasnya. Dalam Special Plan, hewan kurban yang didistribusikan mencakup total 1.098 ekor, yang akan diberikan kepada kelompok masyarakat seperti pesantren, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah. Ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan di komunitas WNI, terutama selama masa pandemi yang masih menghiasi kehidupan sosial.
Signifikansi Special Plan dalam Membangun Komunitas WNI
Perayaan Iduladha dalam Special Plan ini menjadi perhatian khusus karena selama ini masyarakat Indonesia di luar negeri sering menghadapi tantangan dalam menggelar acara besar. Dengan adanya Special Plan, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memastikan kegiatan keagamaan tidak terganggu oleh kondisi lingkungan atau batasan fisik. “Ini bukan hanya perayaan, tapi juga bentuk keberhasilan Special Plan dalam mengakomodir kebutuhan budaya dan spiritual masyarakat WNI,” ucap Kurniawan. Selain itu, Special Plan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, karena acara tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah Prancis dan sejumlah tokoh internasional.
Menurut laporan KBRI Paris, Special Plan ini membutuhkan koordinasi lintas departemen, seperti Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas menjamin ketersediaan dana dan logistik. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp100 miliar, yang berasal dari dana Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Dana ini digunakan untuk pembelian sapi kurban, pengadaan peralatan ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya. Teddy mengatakan bahwa Special Plan ini tidak hanya fokus pada acara utama, tetapi juga memberikan bantuan kepada keluarga WNI yang kesulitan mengatur kebutuhan selama bulan puasa dan perayaan hari besar.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Paris dalam Special Plan ini juga mencakup pertemuan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam kehidupan komunitas Indonesia di sana. Acara tersebut diharapkan bisa menjadi platform untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan WNI, serta mengembangkan program-program yang lebih terarah. “Dengan Special Plan, pemerintah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara terus-menerus mendukung kehidupan masyarakat Indonesia di luar negeri,” tutur Teddy. Selain itu, Special Plan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat persahabatan dengan negara-negara di Eropa, terutama dalam menghadapi isu-isu keagamaan yang sering muncul di masyarakat internasional.

