PHE Temukan Minyak dan Gas Non-Konvensional Besar di Riau
Hasil Eksplorasi Menjadi Poin Utama dalam Meeting Results
Dailynesia.com – Dalam meeting results terbaru, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengumumkan keberhasilan eksplorasi minyak dan gas non-konvensional (MNK) di wilayah Riau, yang menemukan cadangan mencapai satu miliar barel setara minyak. Temuan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketersediaan energi nasional dan menjaga stabilitas sektor migas di tengah tantangan pasar global.
“Kami sangat senang karena dalam meeting results yang dilakukan hari ini, kami bisa membagikan informasi bahwa PHE berhasil menemukan cadangan MNK sebesar satu miliar barel,” ujar CEO PHE Awang Lazuardi saat memberikan laporan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Temuan ini tidak hanya mengejutkan industri energi dalam negeri, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang potensi sumber daya alam Indonesia. Dengan luas area eksplorasi yang signifikan, PHE optimis bahwa cadangan ini dapat menjadi pengganti sumber minyak konvensional yang semakin terbatas. Dalam meeting results yang sama, pihak perusahaan juga menyebutkan rencana pengembangan tahapan lebih lanjut untuk memaksimalkan produksi.
Kolaborasi dan Teknologi Menjadi Kunci Pengembangan MNK
Selama meeting results, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menambahkan bahwa eksplorasi MNK sedang berlangsung secara intensif, dengan proyeksi cadangan hingga 11 miliar barel di seluruh Indonesia. Lokasi Riau menjadi salah satu titik fokus utama dalam upaya ini, karena menawarkan potensi geologi yang unik.
“Kabar baiknya adalah kami kini memiliki 11 miliar barel MNK yang siap dikembangkan,” kata Oki saat membicarakan hasil studi di The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5/2026). Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi canggih, seperti yang diadopsi di Permian Basin Amerika Serikat, menjadi strategi utama untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi.
Menurut Oki, meeting results ini juga membahas pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mengelola sumber daya energi. PHE berharap dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan fiskal yang menarik dapat mempercepat proses investasi. “Kami membutuhkan komitmen bersama untuk mengubah potensi menjadi kenyataan,” jelasnya.
Langkah Strategis untuk Menjaga Keseimbangan Produksi
Dalam meeting results yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, PHE menyatakan bahwa cadangan MNK di Riau akan menjadi solusi untuk mengimbangi penurunan produksi alami dari lapangan migas tradisional. Produksi tersebut turun rata-rata 24% per tahun, sehingga diperlukan pengembangan sumber daya alternatif.
CEO PHE Awang Lazuardi juga menyoroti kebutuhan untuk mempercepat pemboran di 2 hingga 3 sumur yang teridentifikasi di Riau. “Dengan mengeksplorasi teknik canggih, kami percaya cadangan ini bisa dimanfaatkan secara optimal dalam waktu dekat,” katanya. Ia menjelaskan bahwa fase eksplorasi ini akan menjadi dasar untuk rencana produksi jangka panjang.
Sebagai bagian dari meeting results, Pertamina juga menyampaikan komitmen untuk memperluas ekosistem industri MNK. “Kami akan mengajak mitra global untuk berkontribusi dalam pengembangan ini,” tegas Oki. Selain itu, pihaknya berharap adanya perubahan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi di sektor energi.
Upaya PHE dalam Membangun Konsensus dengan Pemerintah
Meeting results kali ini dianggap sebagai langkah penting untuk menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara PHE dan pemerintah. Awang Lazuardi menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang fleksibel akan menjadi penentu utama dalam mempercepat proyek pengembangan MNK. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan insentif yang sejalan dengan target ekonomi nasional,” katanya.
Dalam diskusi, PHE juga menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan dalam memastikan pengembangan berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk menjaga lingkungan sekitar dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat,” jelas Awang. Dengan ditemukannya cadangan MNK di Riau, harapan ada untuk mendorong transisi energi yang lebih stabil.

