Heboh Banyak Alfamart di Lombok Tengah Tutup, Ini Penjelasan Bos Ritel
Dailynesia.com – Dari Jakarta, Solihin, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), memberikan pernyataan mengenai isu yang viral soal penutupan puluhan toko Alfamart di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menjelaskan bahwa gerai-gerai yang sempat ditutup kini sudah kembali beroperasi. “Pertama, yang saya sampaikan adalah bahwa semua gerai di Lombok Tengah sudah kembali beroperasi. ‘Pokoknya sudah buka semua,'” kata Solihin kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026).
Penjelasan Solihin tentang Penutupan Gerai
Solihin mengungkapkan, penutupan sebelumnya terjadi karena adanya pelanggaran aturan jarak pendirian toko. “Gini, memang (gerai tersebut) ditutup karena ada pelanggaran perihal jarak. Sudah itu ya. Oke. Nah saya tentunya bersurat. Nah dengan ditutup itu kan karyawan mau kemana sih kan gitu,” jelasnya. Menurut Solihin, karyawan-karyawan yang terdampak diwajibkan untuk tetap bekerja sementara, sebab toko-toko tersebut sudah terlebih dahulu beroperasi dan memiliki pekerja.
“Nah apa yang kami lakukan? Pertama, toko itu kan sudah terlanjur sewa dan kita buka dan sudah mempunyai karyawan. Iya. Kalau nanti sewanya habis ya kita akan relokasi, misalkan kalau toko-toko itu dianggap melanggar, gitu saja. Kurang lebih seperti itu,” ujar dia.
Solihin menegaskan, seluruh gerai Alfamart yang ditutup telah dibuka kembali secara bertahap. “Nah dengan surat itu, dengan aspirasi yang disampaikan bupati dan DPRD, maka diputuskan silahkan dibuka secara bertahap supaya tidak timbul pengangguran,” sambung Solihin. Ia juga berharap masalah serupa tidak terulang di masa depan. “Nah ke depan pelanggaran-pelanggaran ini jangan sampai terjadi lagi. Itu kira-kira,” ujarnya.
Solihin menambahkan, gerai yang ditutup bukanlah milik perusahaan langsung, melainkan milik mitra waralaba. “Namanya waralaba, artinya toko itu bukan punya Alfamart. Iya betul itu ya. Tetapi merek semua jadi dalam proses tersebut ada hak kekayaan intelektual Alfamart yang diserahkan kepada pemilik gerai itu dengan suatu perjanjian, makanya disebut waralaba,” terang dia.
Saat ditanya kembali apakah gerai tersebut merupakan milik pihak waralaba, Solihin memastikan, “Milik orang lain lah bahasanya, bukan perusahaan. Bukan Alfamart yang punya, tapi orang lain, tapi dia boleh menggunakan nama dan sistem yang dimiliki Alfamart seperti itu. Familiar-nya franchisee namanya.” Ia juga mengungkapkan jumlah gerai yang ditutup tidak terlalu banyak. “Ada beberapa saja cuma, ya yang melanggar cuma dianggap satu, tapi sudah buka juga tuh, semuanya juga sudah semua buka,” ujarnya.
Menurut Solihin, saat ini tidak ada lagi gerai Alfamart yang tutup di Lombok Tengah. “Alfamart iya sudah buka kembali,” katanya. Selain itu, ia menyebutkan bahwa gerai yang ditutup tidak hanya dari jaringan Alfamart, tetapi juga beberapa merek ritel lainnya. “Alfamart ya sekali lagi yang sudah buka semua. Iya karena yang tutup itu kan bukan Alfamart saja kan? Ada beberapa merek lain kan,” ujarnya.
Komentar Menteri Perdagangan Budi Santoso
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso buka suara terkait ramainya kabar penutupan puluhan gerai Alfamart di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan aspek perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. “Itu kan keterkaitan dengan perizinan. Jadi kalau minimarket, itu kan izinnya pemerintah daerah. Tadi saya bilang komunikasi Pak Dirjen. Ini saya langsung cek lagi dari informasi itu berkaitan dengan perizinan,” kata Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Jadi kalau mau mendirikan minimarket, itu kan harus sesuai dengan rencana detail tata ruang. Nah, saya belum tahu masalahnya di sana apanya. Tapi yang jelas itu izin,” sambungnya.
Budi menekankan bahwa izin pendirian minimarket harus sesuai dengan rencana detail tata ruang. “Saya langsung cek lagi dari informasi itu berkaitan dengan perizinan,” ujarnya. Ia pun memastikan bahwa masalah penutupan gerai di Lombok Tengah menjadi perhatian pihaknya. “(Kemarin malam) jam 22.35 Pak Mendag telepon saya menanyakan hal yang sama.. Karena tadi pagi dia telepon dua kali, kebetulan saya ada kegiatan sehingga saya nggak bisa ngangkat,” kata Solihin.
Solihin menjelaskan, pihaknya sudah menerima panggilan dari Menteri Perdagangan. “Pak Mendag tadi pagi telepon dua kali, tapi saya sedang sibuk. Kalau malam tadi, dia baru menghubungi saya setelah mengirimkan pesan ke Dirjen,” tambahnya. Ia

