Indonesia Targetkan 100 GW PLTS, Butuh Investasi Rp1,772 Triliun
Dailynesia.com – Pemerintah Indonesia menetapkan target pembangunan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam tiga tahun ke depan, yang memerlukan dana sekitar US$ 100 miliar atau setara Rp1,772 triliun. Proyek ini dianggap sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa target ini menjadi fokus utama dari program pengembangan energi terbarukan terbaru.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci
Program ini menekankan pentingnya kerja sama antar sektor, termasuk perusahaan swasta, lembaga internasional, dan pemerintah daerah. Eniya menjelaskan bahwa dana dominan akan berasal dari investasi swasta, namun pemerintah tetap akan memberikan dukungan melalui kebijakan dan insentif. “Kolaborasi ini memastikan bahwa pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam menggerakkan transformasi energi hijau,” katanya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, pada 25 Mei 2026.
“Kemitraan dengan sektor swasta sangat kritis untuk mencapai angka 100 GW. Kami mengharapkan partisipasi besar dari investor asing maupun perusahaan domestik yang memiliki kapasitas finansial untuk menjamin keberlanjutan program ini,” tegas Eniya.
Eniya juga menyoroti peran pemerintah dalam memastikan proses pemberdayaan dan pembangunan PLTS berjalan cepat. Ia menekankan perlunya integrasi antara sektor energi dengan kebijakan lain seperti kelistrikan daerah dan pengelolaan sumber daya alam. “Kami akan mempercepat perizinan dan memudahkan akses ke pasar modal untuk menarik investasi lebih besar,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Dorong Transisi Energi Hijau
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya transisi energi hijau dalam berbagai forum. Ia menekankan bahwa 100 GW PLTS menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk menjadi negara yang lebih berkelanjutan. “Kami ingin bergerak sangat cepat untuk memanfaatkan energi surya. Ini adalah bagian dari program terbaru yang ingin mengurangi risiko ketidakstabilan pasokan energi global,” ujarnya dalam Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, 30 Maret 2026.
“Program ini tidak hanya tentang target angka, tetapi juga tentang peningkatan kesadaran masyarakat dan industri tentang pentingnya energi terbarukan. Kami memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara dan Eropa untuk memastikan keberhasilan,” lanjut Prabowo.
Kebutuhan energi terbarukan semakin mendesak karena meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak dan gas bumi. Prabowo menjelaskan bahwa dengan 100 GW PLTS, Indonesia bisa mengurangi impor energi fosil hingga 20 persen. “Program ini juga membantu mengamankan harga energi yang stabil dan mengurangi ketergantungan pada harga global,” tambahnya.
Peningkatan Kapasitas dan Distribusi Energi
Program PLTS 100 GW akan memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas listrik nasional. Saat ini, kapasitas terpasang energi surya di Indonesia mencapai sekitar 10 GW, dan target ini akan meningkatkan jumlahnya hingga 100 kali lipat. Eniya menjelaskan bahwa peningkatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sulit mengakses energi listrik. “Dengan energi surya, kita bisa mengurangi biaya listrik di wilayah terpencil hingga 50 persen,” katanya.
“Kami juga fokus pada distribusi energi yang lebih merata. Selain PLTS, pemerintah akan meningkatkan kapasitas energi dari sumber lain seperti panas bumi dan biomassa untuk memastikan ketersediaan listrik di seluruh Indonesia,” pungkas Eniya.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang lebih sehat, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat kemandirian energi. Kementerian ESDM telah memulai konsultasi dengan berbagai pihak untuk menyusun roadmap yang jelas dan mendukung program terbaru ini. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan dan efisien,” tambahnya.
Program pembangunan PLTS 100 GW menjadi bagian dari strategi nasional yang lebih luas, yaitu mengejar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan kapasitas terpasang yang meningkat, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energi 2029 dan memperkuat posisinya sebagai negara dengan ekosistem energi yang mandiri. “Latest Program ini akan menjadi landasan untuk program-program energi hijau yang lebih besar di masa depan,” tutup Eniya.

